100 Hari Kepemimpinan Ramlan Nurmatias–Ibnu Asis: Pilar Baru Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan, dan Berbudaya

walikota dan wakil walikota bukittinggi

Awal Kepemimpinan Strategis dan Berdampak Nyata

Sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, pasangan H. Ramlan Nurmatias dan H. Ibnu Asis langsung menerapkan visi misi “Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan, dan Berbudaya” sebagai pondasi langkah awal mereka

Memasuki hari ke‑86, suasana kota sudah berubah dramatis. “Jelang 100 hari kepemimpinan Ramlan–Ibnu, Kota Bukittinggi kembali tacelak. Akselerasi dan kombinasi di antara kedua tokoh ini mulai terlihat secara nyata,” ungkap Ketua DPRD Syaiful Efendi

Istilah “tacelak” yang berarti cerah dan bersinar, menggambarkan pembenahan lampu kota, taman, dan air mancur yang sempat mati tapi kini kembali hidup. Transformasi ini secara visual menambah daya tarik kota, sangat relevan bagi anak muda yang mencari spot insta-worthy.


Highlight Program 100 Hari

  1. Revitalisasi Penerangan & Ruang Publik
    Lampu kota yang sebelumnya mati kini kembali hidup. Taman dan air mancur di area publik hidup kembali dan Instagramable
  2. Muskomwil I APEKSI di Bukittinggi
    Konferensi regional ini dihadiri oleh Wakil Mendagri Bima Arya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan perwakilan pemerintah provinsi. Langkah diplomasi ini menempatkan Bukittinggi di pentas nasional
  3. Responsivitas Otonomi Daerah
    Ramlan secara terbuka mendukung kajian ulang regulasi agar otoritas daerah lebih besar dan efektif. Hal ini diperlukan untuk menyederhanakan birokrasi dan mempercepat pelayanan
  4. Digitalisasi Kota
    Bekerja sama dengan Telkomsel Group, Pemko tengah menyiapkan taman digital dan menerapkan sistem manajemen intelligen—pikiran brilian untuk menyesuaikan Bukittinggi dalam revolusi industri 4.0 .
  5. Penataan Sumber Air Bersih
    Ramlan memantau langsung pengerukan sedimen di Embung Tabek Gadang sebagai sumber air baku PDAM Tirta Jam Gadang. Kerja sama dilakukan dengan BWS dan PDAM untuk kebutuhan air bersih warganya
  6. Pencantuman Jalan Usmar Ismail
    Sebagai wujud penghargaan terhadap tokoh seni nasional, Bukittinggi mengganti nama Jalan Panorama menjadi Jalan H. Usmar Ismail. Ini memperkaya nilai budaya dan memberikan inspirasi bagi generasi muda

Dampak Multidimensional

  • Estetika Kota & Daya Tarik Turis
    Penataan lampu, taman, dan jalan-jalan membuat Bukittinggi lebih menarik dan layak foto, mendorong sektor pariwisata dan menggaet generasi muda digital-savvy.
  • Peningkatan Kerjasama Pemerintah
    Kehadiran pejabat pusat di Bukittinggi memperkuat jaringan dan membuka peluang kerja sama. Hal ini sesuai visi misi membawa Bukittinggi keluar dari middle income trap
  • Infrastruktur Dasar yang Optimal
    Keterlibatan instansi pusat dalam pengerukan sedimen membuka peluang dana dan keahlian teknis, memastikan keberlanjutan air bersih.
  • Peningkatan Ekonomi Lokal
    Event regional dan publikasi nama jalan baru memicu gairah UMKM dan ekonomi kreatif, selaras dengan upaya menambah PAD lokal.

Tantangan dan Rencana Jangka Panjang

  • Alokasi APBD & Efisiensi
    Kepastian pembiayaan program seperti digitalisasi, taman, dan revitalisasi kota menjadi soal prioritas di APBD.
  • Sinergi Antar OPD
    Kolaborasi antar dinas seperti DLH, PDAM, dan Dinas Pariwisata harus ditingkatkan agar program berjalan lancar berkelanjutan.
  • Branding dan Pelestarian
    Kota perlu menetapkan Bukittinggi sebagai destinasi budaya dan heritage dengan branding terintegrasi, bukan sekadar perbaikan estetis.
  • Pendalaman Regulasi Otonomi
    Kajian terhadap peraturan daerah menjadi kunci untuk optimalisasi ruang gerak pemerintah kota, termasuk relokasi kewenangan strategis.

Konteks Historis & Kondisi Saat Ini

Bukittinggi kaya sejarah: pernah jadi pusat pemerintahan darurat RI (PDRI, 1948–1949), ikon perjuangan nasional. Kini di bawah Ramlan–Ibnu, momentum ini digunakan untuk membawa “kota cantik” sebagai warisan budaya masa kini.

Dengan median usia anak muda cukup tinggi (18–50 tahun), strategi menyeimbangkan estetika, teknologi, dan budaya dianggap kuat untuk mendorong kepedulian dan keterlibatan generasi produktif.


Visi 2025–2030: Menuju Bukittinggi yang Gemilang

Pasangan ini menetapkan 16 program unggulan, dari pendidikan, event budaya, pengembangan ekonomi kreatif, hingga smart-city. Event seperti Wisata Derby Kuda juga dihadirkan untuk membangkitkan sektor pariwisata dan kreatif anak muda.


Kesimpulan

100 hari pertama Ramlan–Ibnu bukan hanya sekadar penataan fisik, tetapi titik awal branding Bukittinggi sebagai kota modern berbudaya dan inklusif. Fokus ke anak muda, teknologi, dan pariwisata menunjukkan blueprint kota masa depan yang berkelanjutan serta memicu rasa bangga lokal.

  • Total page views: 54,954
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor