Aisah Dahlan: Orang Tua Mentor Utama dalam Keluarga

aisha dahlan orang tua mentor utama dalam keluarga

Bukittinggi – Seminar Parenting bertajuk “Bersamamu Sehidup Sesurga” (Tinjauan Neuropsikologi) sukses digelar di Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi pada Minggu (24/8/2025). Acara yang menghadirkan narasumber nasional, dr. Aisah Dahlan, CMHt., CM., NLP, ini berlangsung penuh antusias dengan diikuti sekitar 300 peserta yang mendaftar secara online, ditambah sejumlah undangan dari berbagai unsur masyarakat.

Seminar dibuka secara resmi oleh Asisten III Setdako Bukittinggi, Drs. H. Syafnir, MM, yang hadir mewakili Wali Kota Bukittinggi. Turut mendampingi, Kabid PAUD & PNF Disdikbud Kota Bukittinggi Yetni Erdawati, S.Sos, serta Kabid Pendidikan Dasar & Menengah (Dikdasmen) Disdikbud Kota Bukittinggi, Hendri, S.Pd.

Tidak hanya dari kalangan pendidikan, acara ini juga dihadiri Kepala Stasiun LPP RRI Bukittinggi, Ir. Abdul Gafar Zakaria, dan pengurus KONI Kota Bukittinggi. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bukti bahwa isu parenting tidak hanya relevan bagi keluarga, tetapi juga menyentuh ranah sosial dan kemasyarakatan secara luas.


Tantangan Rumah Tangga Modern

Fenomena perceraian di Indonesia terus meningkat. Data Badan Peradilan Agama MA (2024) mencatat lebih dari 500 ribu kasus perceraian terjadi di Indonesia, dan salah satu penyebab dominannya adalah ketidakmampuan pasangan suami istri dalam memahami karakter masing-masing.

Inilah yang melatarbelakangi seminar parenting ini digelar. Menurut panitia, banyak pasangan masih kesulitan mengelola emosi, membangun komunikasi sehat, dan menentukan pola asuh yang tepat untuk anak-anak mereka.

“Masalah kecil sering berkembang menjadi pertengkaran besar bahkan berujung perceraian. Selain itu, banyak orang tua masih bingung menentukan pola asuh yang tepat dalam mendidik anak-anak,” ungkap salah seorang peserta seminar.


Orang Tua Adalah Mentor

Dalam paparannya, Aisah Dahlan menekankan pentingnya peran orang tua dalam keluarga. Menurutnya, orang tua bukan sekadar pencari nafkah atau pengurus rumah tangga, melainkan sosok mentor utama yang membimbing anak-anak dalam setiap fase kehidupan.

“orang tua mentor utama bagi anak-anqknha dan diharapkan menjadi langkah nyata membangun keluarga Indonesia yang harmonis, kuat dan berkualitas,” ujar Aisah.

Aisah yang dikenal sebagai pakar neuropsikologi ini menjelaskan, otak manusia merekam pengalaman masa kecil dengan sangat kuat. Anak-anak yang tumbuh dalam suasana penuh cinta, komunikasi sehat, dan contoh yang baik dari orang tuanya, cenderung memiliki mental yang lebih tangguh ketika dewasa. Sebaliknya, anak-anak yang menyaksikan konflik berkepanjangan di rumah berisiko menghadapi masalah emosional di kemudian hari.


Baiti Jannati: Rumahku Surgaku

Seminar ini juga menekankan pentingnya konsep baiti jannati—rumahku adalah surgaku. Konsep ini bukan sekadar slogan, melainkan tujuan yang bisa diwujudkan jika pasangan suami istri mau saling memahami, saling menghargai, dan saling mendukung.

“Seminar ini membuka wawasan saya sebagai orang tua, terutama bagaimana memahami pasangan dan mendidik anak dengan lebih baik,” ungkap salah seorang peserta.

Aisah menegaskan, keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Jika orang tua berhasil membangun komunikasi sehat, menanamkan nilai agama, serta memberikan teladan positif, maka rumah tangga akan terwujud sebagai keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah.


Tips Parenting Islami

Dalam sesi materi, Aisah Dahlan juga membagikan sejumlah tips praktis bagi orang tua dalam mendidik anak:

  1. Pahami karakter pasangan dan anak – setiap individu berbeda, jangan menyamaratakan cara komunikasi.
  2. Bangun komunikasi sehat – hindari kalimat menyalahkan, gunakan bahasa yang menenangkan.
  3. Kelola emosi dengan baik – orang tua yang mampu mengendalikan amarah menjadi teladan nyata bagi anak.
  4. Tanamkan nilai spiritual sejak dini – biasakan anak dengan doa, shalat, dan kisah-kisah teladan Nabi.
  5. Luangkan waktu berkualitas – hadir secara fisik dan emosional, bukan sekadar memberi materi.

Menurutnya, tips sederhana ini jika diterapkan dengan konsisten dapat membawa perubahan besar dalam kualitas hubungan keluarga.


Relevansi di Era Digital

Di era modern, tantangan keluarga semakin kompleks. Teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus risiko. Anak-anak kini lebih dekat dengan gawai daripada dengan orang tuanya. Tanpa pendampingan, mereka rentan terpapar konten negatif.

Oleh karena itu, orang tua perlu mengadopsi peran baru sebagai mentor digital. Tidak cukup hanya melarang, melainkan membimbing anak menggunakan teknologi secara sehat, bijak, dan bermanfaat.


Pesan Inspiratif

Melalui seminar ini, dr. Aisah Dahlan mengajak semua pasangan suami istri untuk menjadikan rumah tangga sebagai tempat yang aman, penuh cinta, dan menjadi teladan. Keluarga harmonis bukan hanya dambaan, tetapi fondasi lahirnya generasi emas Indonesia.

Bukittinggi, dengan masyarakatnya yang kental akan nilai adat dan agama, memiliki modal kuat untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Namun, butuh usaha nyata dari setiap pasangan untuk terus belajar, saling memahami, dan tumbuh bersama.

Bagi pembaca muda, pesan ini menjadi pengingat: bangunlah rumah tangga bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai ruang tumbuh yang penuh makna. Karena keluarga yang harmonis adalah kunci terbentuknya masyarakat yang kuat.

  • Total page views: 48,447
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor