Bukittinggi Bincang Kota Terpadu: Sejarah & Budaya Penting

bukittinggi kota terpadu sejarah budaya

Bukittinggi, 26 Agustus 2025 – Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, bersama jajaran perangkat daerah mengikuti Rapat Perencanaan Kota Terpadu Sumatera dan Kalimantan secara daring dari Bukittinggi Command Center (BCC). Rapat ini menegaskan arah pembangunan kota agar tidak terlepas dari nilai sejarah dan peradaban Minangkabau yang melekat dalam jati diri Bukittinggi.

Jejak Sejarah sebagai Fondasi Pembangunan

Menurut Ramlan, Bukittinggi menyimpan banyak catatan penting: pernah menjadi ibu kota negara, ibu kota Sumatera, serta pusat pemerintahan Sumatera Barat, Jambi, dan Riau. Selain itu, kota ini juga melahirkan tokoh besar bangsa seperti Tan Malaka.

“Sebagai kota sejarah, Bukittinggi memiliki posisi yang istimewa. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperhatikan berbagai aspek penataan kota…” tegas Ramlan, menambahkan bahwa setiap elemen pembangunan harus selaras dengan identitas budaya lokal.

Penataan Infrastruktur yang Sensitif Budaya

Sejumlah program strategis dalam perencanaan kota terpadu disampaikan secara terbuka:

  • Gedung parkir modern bagi kemudahan akses tanpa merusak lanskap sejarah.
  • Kabel listrik bawah tanah untuk menjaga keindahan visual kota.
  • Transportasi wisata berupa unit kendaraan dari Jam Gadang ke Ngarai Sianok beroperasi pada jam tertentu. T
  • Kelanjutan pembangunan jalan tol Padang–Sicincin hingga Malalak pada tahun 2026, untuk memperlancar arus kunjungan wisatawan.

Komitmen Dukungan Pemerintah Pusat

Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah I, Benny Hermawan, menyatakan apresiasi terhadap visi pembangunan yang responsif terhadap urbanisasi dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah pusat siap mendukung berkelanjutan, termasuk penataan moda transportasi, keamanan, dan tata kelola kawasan kota.

Bukittinggi: Kota Beradat, Budaya, dan Ramah Pejalan Kaki

Semangat merancang Bukittinggi sebagai kota beradat dan ramah pejalan kaki semakin menguat selama rapat ini. Landasan perencanaan jelas membumi pada prinsip keteraturan dan kualitas hidup.


Konteks Sejarah & Masa Kini

Bukittinggi bukan hanya kota wisata—lembar sejarah dan budaya menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berkelanjutan. Di era urbanisasi pesat, menjaga keseimbangan antara modernisasi dan akar budaya menjadi tantangan strategis. Rapat perencanaan ini bukan sekadar formalitas, tapi momentum memperteguh identitas lokal–nasional.

Bukittinggi juga dipilih sebagai kota percontohan untuk desain konsep kota terpadu nasional oleh Kementerian PUPR—membuktikan posisi istimewa kota ini secara nasional.


Relevansi bagi Generasi Muda

Generasi milenial dan Z dapat mengambil pelajaran penting:

  • Sejarah bukan beban, tetapi fondasi kuat membangun masa depan.
  • Inovasi kota bisa berakar pada warisan budaya dan tetap modern.
  • Rencana kota ramah pejalan kaki membuka ruang gaya hidup sehat dan inklusif.
  • Infrastruktur cerdas tanpa mengorbankan keindahan budaya—ini contoh nyata demokrasi ruang kota yang inklusif.

Pesan Inspiratif untuk Pembaca Muda

Bukittinggi menunjukkan bahwa kota bisa maju tanpa kehilangan jati diri. Jika kita, generasi muda, berpartisipasi aktif dalam perencanaan kota, kita turut mewariskan kota yang tak hanya cemerlang, tetapi juga bermakna secara budaya.

Mari jadi bagian dari proses evolusi kota yang menghormati sejarah, merangkul inovasi, dan teruntai dengan budaya—Bangun kota masa depan dari akar, untuk hari ini dan esok cerah.

  • Total page views: 47,985
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor