Isi Artikel
Bukittinggi, KotaBukittinggi.com – Kota Bukittinggi resmi masuk dalam program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045. Kabar ini disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, yang menegaskan bahwa masuknya Bukittinggi dalam rencana besar pembangunan nasional menjadi peluang sekaligus tanggung jawab besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
Ramlan menilai, pembangunan ke depan tidak hanya berbicara soal infrastruktur dan ekonomi, melainkan juga harus menyentuh aspek budaya dan identitas daerah.
“Pembangunan bukan sekadar fisik. Yang lebih penting, kita jangan sampai kehilangan identitas budaya. Bukittinggi dikenal dengan sejarah, adat, dan nilai-nilai Minangkabau yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Identitas Budaya sebagai Fondasi
Ramlan menekankan, arah pembangunan Bukittinggi harus tetap berpijak pada kearifan lokal. Menurutnya, modernisasi tidak boleh melunturkan nilai-nilai adat dan budaya yang sudah lama menjadi jati diri masyarakat Minangkabau.
“Kita tidak boleh hanya mengejar modernisasi, tapi juga wajib menjaga warisan leluhur kita. Nilai gotong royong, adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah harus tetap hidup dalam setiap program pembangunan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Ramlan juga mengingatkan generasi muda agar lebih peduli dengan akar budaya mereka. Sebab, menurutnya, generasi inilah yang kelak akan melanjutkan pembangunan sekaligus menjaga citra Bukittinggi di mata nasional dan internasional.
Bukittinggi dan RPJPN 2025–2045
RPJPN 2025–2045 merupakan rencana besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045, tepat 100 tahun kemerdekaan. Masuknya Bukittinggi dalam daftar prioritas pembangunan menandakan peran penting kota ini, terutama sebagai pusat pariwisata, pendidikan, dan budaya di Sumatera Barat.
Bagi Bukittinggi, status ini membuka peluang percepatan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari transportasi, tata ruang kota, hingga penguatan pariwisata berbasis budaya. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat bersinergi agar program ini tidak hanya berhenti pada konsep, melainkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sejarah Bukittinggi sebagai Kota Strategis
Bukittinggi sejak lama dikenal sebagai kota dengan peran strategis dalam sejarah Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda, kota ini sempat dijadikan pusat pemerintahan. Bahkan, saat Agresi Militer II Belanda, Bukittinggi pernah ditetapkan sebagai Ibukota Darurat Republik Indonesia.
Warisan sejarah inilah yang kemudian menjadikan Bukittinggi bukan hanya kota wisata, tetapi juga kota perjuangan dan pendidikan. Julukan “Paris van Sumatera” hingga kini masih melekat, menggambarkan citra kota yang modern namun tetap lekat dengan nilai budaya Minangkabau.
Peluang dan Tantangan Generasi Muda
Masuknya Bukittinggi dalam RPJPN menjadi momentum penting bagi generasi muda. Selain membuka peluang lapangan kerja baru melalui pengembangan sektor pariwisata, pendidikan, dan UMKM, hal ini juga menjadi tantangan agar anak muda tetap berpegang pada identitas budaya.
Generasi digital hari ini dihadapkan pada derasnya arus globalisasi. Budaya asing begitu mudah masuk melalui media sosial dan gaya hidup. Namun, Ramlan menekankan pentingnya menyaring setiap pengaruh luar dengan nilai-nilai lokal yang sudah teruji sepanjang sejarah.
“Kita harus maju tanpa kehilangan akar. Anak muda harus menjadi pelopor menjaga identitas budaya Bukittinggi, karena mereka yang akan mewarisi kota ini,” jelas Ramlan.
Inspirasi untuk Masa Depan
Pernyataan Wali Kota Ramlan memberi pesan kuat bahwa pembangunan sejati bukan sekadar membangun gedung tinggi atau memperluas jalan, melainkan juga merawat jiwa dari sebuah kota. Jiwa itu adalah budaya, sejarah, dan nilai yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
Bagi pembaca muda, hal ini menjadi pengingat bahwa identitas adalah modal utama menghadapi masa depan. Bukittinggi dengan segala potensinya hanya akan benar-benar maju jika masyarakatnya tetap berpegang pada nilai budaya Minangkabau sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.
Ajakan Inspiratif
Sebagai generasi yang hidup di era serba cepat, kita dituntut untuk berpikir visioner tanpa melupakan akar budaya. Bukittinggi telah memberi contoh bahwa sebuah kota bisa maju secara modern namun tetap kokoh menjaga tradisinya.
Mari jadikan momentum RPJPN ini sebagai langkah bersama untuk menghidupkan kembali rasa cinta pada budaya lokal, memperkuat solidaritas sosial, dan menyiapkan diri menyambut Indonesia Emas 2045.








