Bukittinggi Raih Peringkat 4 Nasional dalam Realisasi Pendapatan APBD 2025

pelajar bukittinggi

KotaBukittinggi.com — Kota Bukittinggi kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Pada Triwulan I Tahun Anggaran 2025, Bukittinggi berhasil menempati peringkat keempat secara nasional dalam hal realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan capaian sebesar 33,33%. Pencapaian ini menempatkan Bukittinggi di bawah Kota Denpasar (34,52%), Baubau (33,95%), dan Banjarbaru (33,80%), serta unggul atas Batam (32,80%) dan Padang Panjang (32,67%).

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh jajaran pemerintah kota dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Anggaran kita di Pemko Bukittinggi cukup minim. Banyak kegiatan masyarakat dan pembangunan yang dibutuhkan warga, namun terkendala anggaran,” ujar Ramlan.

Strategi Pengelolaan Keuangan Daerah

Dalam upaya meningkatkan PAD, Pemko Bukittinggi telah menerapkan berbagai strategi, termasuk optimalisasi pajak daerah, retribusi, dan pengelolaan aset. Selain itu, pemerintah kota juga fokus pada peningkatan efisiensi belanja daerah untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Menurut data dari Pemerintah Kota Bukittinggi, pada tahun 2023, realisasi PAD mencapai Rp123,11 miliar dari total pendapatan sebesar Rp706,97 miliar, menunjukkan rasio kemandirian fiskal yang signifikan.

Dukungan DPRD dan Masyarakat

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bukittinggi dan partisipasi aktif masyarakat. Enam fraksi di DPRD memberikan pandangan umum terhadap Raperda APBD 2025, menekankan pentingnya transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

Fraksi PPP dan PAN, misalnya, berharap APBD 2025 menjadi momentum untuk merestorasi pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik. Sementara itu, Fraksi Partai Golkar dan PKB menekankan perlunya peningkatan efektivitas pengawasan pajak dan retribusi daerah untuk mencegah kebocoran pendapatan.

Rencana dan Tantangan ke Depan

Meskipun capaian ini patut diapresiasi, Pemko Bukittinggi menyadari bahwa tantangan ke depan masih banyak. Dengan target pendapatan daerah sebesar Rp650,3 miliar dan belanja daerah sebesar Rp657,5 miliar pada APBD 2025, pemerintah kota harus terus berinovasi dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru dan meningkatkan efisiensi belanja.

Wali Kota Ramlan Nurmatias mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus berinovasi dan bekerja secara profesional dalam melayani masyarakat. “Inovasi menjadi elemen yang sangat penting dan harus diterapkan dalam setiap aspek pekerjaan aparatur. Tanpa inovasi, semangat kerja dapat menurun, yang pada akhirnya berdampak pada kinerja pemerintahan,” kata Ramlan.

Peringkat keempat nasional dalam realisasi pendapatan APBD merupakan bukti nyata dari keseriusan Pemko Bukittinggi dalam menggali potensi PAD dan mengelola keuangan daerah secara efektif. Dengan dukungan DPRD, ASN, dan masyarakat, diharapkan Bukittinggi dapat terus mempertahankan dan bahkan meningkatkan prestasi ini di masa mendatang.

  • Total page views: 40,555
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor