Bukittinggi – Serah terima jabatan (sertijab) Camat Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Kota Bukittinggi berlangsung khidmat pada Selasa (23/9/2025). Dalam acara tersebut, Wali Kota Bukittinggi, H.M. Ramlan Nurmatias, menyampaikan pesan mendalam kepada pejabat baru agar bekerja dengan hati, dekat dengan masyarakat, dan tidak ragu turun langsung ke lapangan.
Jabatan Camat ABTB resmi diemban oleh Hendra Eka Putra, yang sebelumnya bertugas sebagai Arsiparis di Dinas Perpustakaan Daerah dan Dokumentasi Kota Bukittinggi. Ia menggantikan pejabat lama, Hastine Atas Asih, yang turut hadir memberikan pesan dan dukungan pada momen penting ini.
Harapan Wali Kota
Dalam sambutannya, Wali Kota Ramlan menekankan pentingnya peran seorang camat dalam menjaga stabilitas wilayah dan menjembatani kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan agar camat mampu memahami kondisi warganya secara mendalam.
“Camat harus mampu melihat kondisi masyarakat dan mengetahui apa yang dibutuhkan mereka,” ujarnya.
Lebih jauh, Ramlan mengingatkan agar camat dan lurah menjadi garda terdepan dalam menampung aspirasi masyarakat, tanpa harus selalu menunggu arahan dari tingkat atas.
“Justru lebih tahu kebutuhan masyarakat yang ada justru pak Camat dan pak Lurah, dan apa apa saja dibutuhkan mereka selama ini dan saya harapkan pak Camat lebih banyak bergaul dan minta sumbang saran dengan inyiak-inyiak dan segala persoalan tidak harus diselesai tingkat atas sepanjang Camatnya mau turun ke lapangan tampa mengenal batas waktu,” tambahnya.
Menurutnya, jabatan publik bukan hanya soal administrasi, tetapi juga soal kepedulian. Dengan pendekatan yang ikhlas, tulus, dan konsisten, seorang camat akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan masyarakat.
“Makanya bekerjalah dengan ikhlas dan tetap Istiqomah jika itu telah terpatri maka pekerjaan dilakukan itu sesungguhnya merupakan bagian ibadah,” harapnya.
Tugas Besar di Depan Mata
Selain persoalan pelayanan masyarakat, Camat ABTB juga diharapkan mampu membantu menyelesaikan masalah perbatasan wilayah antara Bukittinggi dengan Nagari Kurai. Isu ini sudah lama menjadi perhatian publik dan membutuhkan pendekatan komunikasi yang baik antar pihak.
Ramlan percaya dengan pengalaman Hendra Eka Putra di pemerintahan, ditambah kemauan untuk turun langsung, persoalan ini bisa menemukan titik terang.
Sambutan Pejabat Lama dan Baru
Momen sertijab juga menjadi ajang perpisahan bagi Hastine Atas Asih. Dalam pesannya, ia berpesan agar pejabat baru tidak hanya terpaku pada urusan kedinasan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan budaya masyarakat setempat.
Sementara itu, Hendra Eka Putra menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan membuka diri terhadap kritik.
“Saya siap menerima kritik dan arahan untuk menuju Bukittinggi yang lebih baik,” ungkapnya.
Tradisi Makan Bajamba
Acara sertijab Camat ABTB ditutup dengan tradisi makan bajamba, sebuah budaya khas Minangkabau yang melambangkan kebersamaan dan persaudaraan. Semua tamu undangan yang hadir duduk bersama menikmati hidangan tradisional dalam suasana akrab.
Tradisi ini bukan sekadar jamuan makan, tetapi juga simbol kebersamaan pemerintah dan masyarakat dalam mengemban amanah bersama.
Hadirin yang Turut Menyaksikan
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, Ketua DPRD Kota Bukittinggi Syaiful Efendi, Kepala BPN Bukittinggi Isman Yandri, Kepala BPS Bukittinggi Abdi Gunawan, serta sejumlah tokoh dari institusi pendidikan, keagamaan, dan dunia perbankan di Bukittinggi.
Kehadiran berbagai pihak dalam sertijab ini menunjukkan bahwa posisi camat memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat.
Konteks dan Makna di Era Kini
Serah terima jabatan camat di Bukittinggi bukan sekadar rotasi birokrasi. Lebih dari itu, ia mencerminkan kesinambungan pelayanan publik dan komitmen pemerintah dalam menghadirkan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.
Dalam konteks sekarang, ketika masyarakat menghadapi berbagai tantangan mulai dari ekonomi, tata ruang, hingga sosial budaya, keberadaan pemimpin di tingkat kecamatan menjadi penting. Mereka adalah ujung tombak pelayanan dan wajah pertama pemerintah yang berinteraksi dengan masyarakat sehari-hari.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Dari pesan yang disampaikan Wali Kota Ramlan, ada nilai penting yang dapat dipetik generasi muda: kepemimpinan sejati lahir dari keikhlasan dan kedekatan dengan masyarakat. Bukan semata jabatan atau kekuasaan, melainkan komitmen untuk turun langsung dan memahami persoalan warga.
Bagi pembaca muda KotaBukittinggi.com, momentum ini bisa menjadi inspirasi. Apa pun profesi yang digeluti, bekerja dengan hati, ikhlas, dan penuh tanggung jawab akan selalu membawa hasil terbaik. Kepemimpinan tidak menunggu kita berada di posisi tertinggi, tetapi dimulai dari langkah kecil dalam melayani orang-orang di sekitar kita.
Ajakan Inspiratif
Mari jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa setiap posisi yang kita emban adalah amanah. Baik sebagai pemimpin, pekerja, pelajar, maupun anggota masyarakat, kita bisa berkontribusi dengan cara masing-masing. Dengan saling mendukung, menjaga nilai kebersamaan, dan bekerja dengan hati, Bukittinggi bisa terus menjadi kota yang maju sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai budaya Minangkabau.








