Indonesia Masuk Lima Besar Kasus Diabetes Tertinggi Dunia
Indonesia kini resmi menjadi salah satu dari lima negara dengan jumlah kasus diabetes tertinggi di dunia, berdasarkan laporan terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) tahun 2024–2025. Prevalensi diabetes pada orang dewasa di Indonesia mencapai 11,3% atau sekitar 20,4 juta orang.
Angka ini menjadikan Indonesia berada di urutan kelima setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, dan Pakistan, mengungguli negara-negara seperti Brazil dan Meksiko.
Lonjakan Kasus: Sebuah Tren Mengkhawatirkan
Data menunjukkan peningkatan drastis dalam satu dekade terakhir. Pada 2011, jumlah penderita diabetes hanya sekitar 7,3 juta orang; pada 2021 meningkat hingga 19,5 juta jiwa, atau naik lebih dari 166%. IDF memproyeksikan angka ini akan terus menanjak hingga 28,6 juta pada tahun 2045
Faktor Pemicu Utama: Gaya Hidup & Konsumsi Gula Berlebih
Peningkatan prevalensi ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Beberapa faktor penyumbangnya adalah:
- Konsumsi gula tinggi: rata-rata masyarakat Indonesia mengonsumsi sekitar 160 gram gula per hari, jauh melampaui rekomendasi kesehatan .
- Minuman berpemanis dalam kemasan menjadi salah satu pemicu utama kadar gula darah tinggi
- Kurangnya aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta gaya hidup sedentari pun memperparah risiko terjadinya resistensi insulin
dr. Siti Nadia Tarmizi dari Kemenkes menyebut bahwa banyak penderita belum menyadari kondisinya, dan hanya satu dari empat pasien yang mengetahui status diabetesnya
Dampak Kesehatan dan Sosial
Diabetes sering disebut “ibu dari segala penyakit”. Komplikasi dapat mencakup:
- Penyakit jantung, stroke, dan disfungsi ginjal
- Luka infeksi dan amputasi
- Komplikasi mata dan disfungsi seksual
Kenaikan angka diabetes juga membebani sistem kesehatan dan mengancam “bonus demografi” Indonesia karena beban produktivitas akan meningkat.
Upaya Nasional: Skrining, Preventif, dan Insulin Lokal
Pemerintah kini gencar meluncurkan program skrining nasional, termasuk pemeriksaan rijang ulang tahun untuk deteksi dini diabetes tipe 2, bahkan pada anak sekolah
Selain itu, MoU antara Bio Farma dan Novo Nordisk pada Juli 2024 membuka peluang produksi insulin lokal, memperkuat kemandirian penanganan diabetes di Indonesia
Pelibatan Legislatif & Komunitas
Anggota DPR, Rahmad Handoyo dari Komisi IX, mendorong penerapan gerakan makan sehat nasional, serta memperkuat regulasi pembatasan gula, garam, dan lemak dalam makanan kemasan
Kampanye ini mendukung kebijakan seperti cukai minuman berpemanis, labeling gizi wajib, dan edukasi publik tentang gaya hidup sehat.
Fakta Tambahan & Konteks Global
- Lebih dari 800 juta orang dunia menderita diabetes—angka ini melonjak dua kali lipat sejak 1990.
- 95% kasus adalah diabetes tipe 2, yang sebenarnya dapat dicegah lewat pola makan dan aktifitas fisik yang tepat .
- 59% penderita diabetes global tidak mendapatkan perawatan medis adekuat—terutama di negara berpenghasilan rendah hingga menengah
- Indonesia di pos kelima, tergabung dalam kawasan Pasifik Barat yang menyumbang 37% kasus diabetes global (215 juta kasus)
Implikasi Untuk Generasi Muda
Masyarakat muda harus mengambil langkah nyata:
- Periksa gula darah secara rutin, minimal strining skrining ulang.
- Kurangi minuman kemasan berpemanis dan konsumsi gula tambahan.
- Terapkan pola makan seimbang, lebih banyak serat, buah, sayur.
- Mulai aktivitas fisik sederhana—jalan cepat, naik turun tangga rutin.
- Dukung gerakan publik: cukai MBDK, label gizi, kursi aktivitas publik.
Pesan Inspiratif
Kita diberi pilihan: menjadi generasi yang mewarisi kesehatan atau penyakit kronis. Ambil satu langkah kecil hari ini—kurangi gula, bergerak lebih banyak, periksa kadar gula—untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah dan produktif.








