Kota Bukittinggi Terpilih sebagai Penerima ASEAN Clean Tourist City Award 2026

Kota Bukittinggi Terpilih sebagai Penerima ASEAN Clean Tourist City Award 2026

Bukittinggi — Komitmen Kota Bukittinggi dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan kembali mendapat pengakuan internasional. Kota wisata andalan Sumatera Barat ini sukses meraih The 5th ASEAN Clean Tourist City Award, sebuah penghargaan prestisius tingkat Asia Tenggara yang diberikan kepada kota-kota dengan pengelolaan pariwisata bersih dan berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam rangkaian ASEAN Tourism Standards Awarding Ceremony yang berlangsung di Grand Ballroom, Nustar Resort, Cebu, Filipina, Jumat, 30 Januari 2026. Kehadiran Bukittinggi dalam ajang internasional ini sekaligus menegaskan posisinya sebagai destinasi wisata yang mampu bersaing di level ASEAN.

Bukittinggi menjadi satu dari lima daerah di Indonesia yang berhasil meraih penghargaan ini. Selain Bukittinggi, daerah lain yang turut menerima penghargaan serupa yakni Kota Malang, Kota Surakarta, Kabupaten Gianyar, dan Kota Tomohon.

Hasil Kerja Kolektif Seluruh Elemen Kota

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, yang hadir didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hasil kerja satu pihak semata, melainkan buah dari kolaborasi seluruh elemen kota.

“Alhamdulillah, Kota Bukittinggi berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Wisata Terbersih di ASEAN. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh masyarakat, pemerintah, pelaku usaha pariwisata, serta semua pihak yang terus menjaga kebersihan dan keindahan kota kita,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan lingkungan telah tumbuh menjadi budaya bersama, seiring dengan arah pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Standar Penilaian ASEAN yang Ketat

Bukittinggi Raih The 5th ASEAN Clean Tourist City Award

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa ASEAN Clean Tourist City Award memiliki indikator penilaian yang komprehensif dan ketat. Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek strategis yang selama ini telah menjadi fokus pembangunan Kota Bukittinggi.

“Wako menambahkan, penilaian ASEAN Clean Tourist City Award mencakup berbagai aspek, antara lain pengelolaan kebersihan dan sampah, sanitasi, penataan ruang publik, kelestarian lingkungan, serta dukungan kebijakan dan partisipasi masyarakat. Seluruh aspek tersebut selama ini telah menjadi prioritas dalam pembangunan sektor pariwisata di Kota Bukittinggi,” ujarnya.

Ia berharap capaian ini tidak membuat seluruh pihak berpuas diri, melainkan menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas kota, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik.

“Untuk itu, mari kita terus tingkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan, kebersihan dan kenyamanan kota. Bukittinggi bersih, indah dan berkelas dunia,” ujarnya.

Promosi Bukittinggi hingga Mancanegara

Di sela kegiatan penghargaan tersebut, Wali Kota Bukittinggi juga memanfaatkan momentum internasional ini untuk memperluas jejaring promosi pariwisata. Ramlan Nurmatias tercatat melakukan pertemuan dan diskusi dengan Wakil Kepala Perwakilan KBRI Manila, Victoria Dewayani.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas potensi Kota Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan sekaligus destinasi wisata unggulan yang layak menjadi tujuan utama wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Filipina dan sekitarnya.

Victoria Dewayani pun menyampaikan dukungan serta kesediaannya untuk turut membantu mempromosikan pariwisata Kota Bukittinggi di Filipina, sebagai bagian dari penguatan citra pariwisata Indonesia di tingkat ASEAN.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Kota Bukittinggi semakin mengukuhkan diri sebagai kota wisata bersih, nyaman, dan berdaya saing internasional, sekaligus menjadi contoh pengelolaan pariwisata berkelanjutan bagi daerah lain di Indonesia. (sumber : bukittinggikota.go.id )

WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor