Bukittinggi Tuan Rumah MTQ Sumbar ke-41, Siap Jadi Kota Serambi Al-Qur’an

Bukittinggi Terpilih Sebagai Kota Terkaya di Sumbar 2025

BUKITTINGGI – Kota Bukittinggi bersiap menyambut ribuan kafilah dari seluruh Sumatera Barat dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-41 Tahun 2025, yang akan berlangsung pada 13 hingga 18 Desember 2025.

Perhelatan akbar dua tahunan ini akan dipusatkan di Lapangan Kantin sebagai mimbar utama, sementara 11 masjid di tiga kecamatan akan menjadi lokasi penyelenggaraan cabang-cabang lomba.

Persiapan Matang dan Dukungan Penuh Pemerintah Kota

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menegaskan bahwa seluruh persiapan kini telah memasuki tahap akhir. Pemerintah Kota Bukittinggi, kata dia, berkomitmen menghadirkan pelaksanaan MTQ yang tertib, nyaman, dan berkesan, baik bagi peserta maupun masyarakat.

Dengan terbitnya Surat Keputusan Kepanitiaan dari Gubernur Sumatra Barat, Pemerintah Kota Bukittinggi memiliki dasar yang kuat untuk bekerja lebih maksimal dalam memastikan kesuksesan kegiatan keagamaan terbesar di Sumatera Barat tersebut. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dan berpartisipasi aktif agar pelaksanaan MTQ berjalan lancar, tertib dan memberikan kesan positif bagi seluruh peserta serta masyarakat yang hadir,” ungkap Ibnu Asis, Rabu (29/10/2025).

Menurutnya, momentum ini tidak hanya menjadi ajang lomba seni baca Al-Qur’an, tetapi juga wadah memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Lokasi dan Cabang Lomba

Pemerintah Kota Bukittinggi telah menyiapkan 13 cabang lomba dengan 38 golongan. Seluruh kegiatan akan tersebar di sejumlah titik utama.

Venue pembukaan dan penutupan berpusat di Lapangan Kantin, yang akan disulap menjadi panggung megah bernuansa religius dengan sentuhan estetika khas Bukittinggi sebagai kota sejarah dan perjuangan.

Sementara itu, 11 masjid besar di tiga kecamatan juga akan menjadi arena perlombaan:

  • Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB): 5 masjid
  • Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS): 5 masjid
  • Kecamatan Guguak Panjang: 1 masjid

Selain itu, empat aula besar di Kota Bukittinggi, termasuk Aula RRI Bukittinggi, juga disiapkan untuk mendukung pelaksanaan cabang lomba lainnya seperti Musabaqah Makalah Al-Qur’an (MMQ) dan cabang Fahmil Qur’an.

1.500 Peserta dan Akomodasi yang Siap Menyambut

Wawako Ibnu Asis menyebutkan, jumlah peserta MTQ ke-41 diperkirakan mencapai lebih dari 1.500 orang yang terdiri dari kafilah, pelatih, dan ofisial dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Pemko Bukittinggi telah menyiapkan sejumlah penginapan, asrama, dan fasilitas pendukung untuk menjamin kenyamanan seluruh peserta. Dukungan logistik dan transportasi juga dipersiapkan bersama instansi vertikal dan masyarakat sekitar.

“Bukittinggi adalah kota yang hidup dari semangat kebersamaan. Kami ingin para kafilah merasa seperti di rumah sendiri selama berada di sini,” ujar Ibnu Asis.

Sinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Dukungan Dana Rp7 Miliar

Dukungan terhadap pelaksanaan MTQ tidak hanya datang dari pemerintah kota, tetapi juga dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Bukittinggi, Al Amin, menyampaikan bahwa Pemprov Sumbar telah mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp7 miliar untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan ini.

Pemko Bukittinggi sangat semangat dalam melaksanakan event satu kali dalam dua tahun ini. Koordinasi kita dari Pemprov terus dilaksanakan, karena Bapak Gubernur telah tetapkan pelaksanaannya pada tanggal 13 hingga 18 Desember 2025. Kami yakin Pemko Bukittinggi siap melaksanakan MTQN ke 41 Sumbar dan InsyaAllah event ini akan dibuka langsung Menteri Agama RI,” ungkapnya.

Launching Maskot dan Logo Resmi MTQ ke-41

Menjelang pelaksanaan utama, Pemko Bukittinggi akan menggelar launching maskot dan logo resmi MTQ ke-41 Sumbar pada 10 November 2025 di Balairuang Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi.

Kegiatan tersebut akan menjadi momentum kickoff atau hitung mundur menuju pelaksanaan MTQ, sekaligus diisi dengan rapat koordinasi dan technical meeting bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumatera Barat.

Selain membahas teknis penyelenggaraan, forum itu juga akan menentukan calon tuan rumah MTQ ke-42, sehingga pelaksanaan MTQ kali ini diharapkan menjadi acuan bagi tuan rumah berikutnya.

Bukittinggi, Kota Bersejarah dengan Tradisi Qur’ani yang Kuat

Sebagai kota bersejarah yang pernah melahirkan banyak tokoh nasional, Bukittinggi juga dikenal memiliki tradisi pendidikan Islam yang kuat. Sejak era kolonial, kota ini menjadi pusat madrasah dan pesantren di wilayah Sumatera Barat.

Banyak qari dan hafiz ternama lahir dari kota ini, termasuk mereka yang pernah mewakili Sumbar di ajang MTQ Nasional. Kehadiran MTQ ke-41 di Bukittinggi seolah menjadi “pulang kampung” bagi semangat Qur’ani yang telah mengakar di tanah Minangkabau.

Selain memperkuat semangat keagamaan, kegiatan ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal. Ribuan tamu yang hadir tentu akan menghidupkan sektor pariwisata, kuliner, dan UMKM yang menjadi kekuatan utama kota ini.

Ajang Prestasi dan Silaturahmi Umat

MTQ bukan sekadar perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan umat. Semangat yang terkandung di dalamnya adalah membumikan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah tantangan modernitas dan derasnya arus digital, kehadiran MTQ menjadi momentum penting untuk mengingatkan generasi muda agar tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Sejalan dengan itu, Pemko Bukittinggi berupaya menghadirkan konsep MTQ yang inklusif, modern, namun tetap religius. Pembukaan acara dijanjikan akan menghadirkan perpaduan antara nuansa spiritual dan budaya lokal, mencerminkan karakter Bukittinggi sebagai “Kota Serambi Al-Qur’an”.

Ajakan Inspiratif untuk Generasi Qur’ani

Ajang MTQ ke-41 di Bukittinggi bukan hanya tentang lomba dan prestasi, tetapi tentang warisan nilai. Nilai cinta ilmu, disiplin, dan keindahan bacaan Al-Qur’an yang harus terus dijaga oleh generasi sekarang.

Mari jadikan momentum ini sebagai ajakan bersama: untuk kembali mendekatkan diri pada Al-Qur’an, menebarkan nilai-nilai kebaikan, dan memperkuat identitas kita sebagai bangsa yang beriman dan berilmu.

Karena sejatinya, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa kuat cahaya Al-Qur’an menyinari kehidupan warganya.

  • Total page views: 31,153
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor