Nagari Talu, yang berada di Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, kini dijadikan tumpuan baru dalam memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Barat. Sejak 2022, wilayah ini gencar menanam cabai, bawang, hingga kacang tanah sebagai modal strategis menghadapi inflasi dan menciptakan stabilitas pangan.
Wakil Bupati Risnawanto menegaskan, “Kelompok tani menanam cabai dan tumbuh cukup bagus. Selain itu potensi perikanan disini juga bagus”. Pandangan serupa dikemukakan Bupati Hamsuardi, yang melihat program ini sebagai jalan menurunkan harga bahan pokok: “Jika ketersediaan bawang dan cabai yang merupakan kebutuhan pokok banyak beredar maka harga akan stabil”
Secara bertahap, masyarakat Nagari Talu merasakan hasilnya. Produksi bawang super mencapai 2,2 ton dari 18.000 rumpun tumbuhan, lengkap dengan model sistim kemitraan bersama dana desa. Wali Nagari Mahyudanil menyatakan, “Seandainya nagari menanam cabai dan bawang serta terpenuhi kebutuhan nagari Talu, maka inflasi akan bisa ditekan”.
Program Ketahanan Pangan 2024–2025: Lebih dari Sekadar Tanam
Pada awal Mei 2025, Nagari Talu memperluas skema ketahanan pangan dengan memasukkan kacang tanah, ubi kayu, dan ubi rambat sebagai komoditas unggulan. Dengan dukungan anggaran Rp110 juta yang disalurkan ke 7 kelompok tani, panen perdana kacang tanah pun berlangsung sukses. Camat Afriandi dan Wali Nagari hadir memberikan apresiasi: “Kita berharap ketahanan pangan ini memberikan dampak positif ke depannya untuk masyarakat Talu”.
Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan reorientasi lahan dari tanaman serai ke tanaman kopi, menyusul kunjungan Bupati Yulianto ke Tonang Talu pada Juli 2025 untuk menggerakkan budidaya kopi anak nagari.
Potensi Alam & Strategi Mengoptimalkan SDA
Talu merupakan salah satu wilayah paling subur di Kabupaten Pasaman Barat. Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebutkan bahwa wilayah ini bisa menjadi leading sector industri pangan di Sumbar. Kesuburan tanah yang terjaga menjadi modal kuat pertanian berkelanjutan, di antaranya melalui optimalisasi dana desa dan kolaborasi institusi di tingkat nagari.
Tantangan & Evaluasi Transparansi
Meski banyak capaian positif, tidak sedikit tantangan muncul dari masyarakat. Pengelolaan dana desa untuk program ketahanan pangan sempat menimbulkan kekhawatiran soal transparansi. Ketua LSM P2NAPAS menyoroti kegagalan panen ikan yang merugi hingga Rp6 juta karena salah pemilihan bibit. Warga menuntut keterlibatan lebih besar dalam keputusan program tersebut.
Perspektif 2025: Menuju Lumbung Pangan & Agroindustri Hijau
Memasuki 2025, Pemprov Sumbar tengah menggalakkan rencana strategis peningkatan nilai tambah hasil lokal. Hidupkan agroindustri olahan cabai, bawang, kacang, bahkan kopi pasca-panennya.
Bila ekosistem ini berhasil berjalan sinergis—dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran—Nagari Talu tidak hanya menjadi lumbung pangan lokal, namun juga contoh konsep desa resilien, bernilai ekonomi tinggi, dan ramah lingkungan.
Refleksi Sejarah & Masa Depan
Nagari Talu memiliki sejarah sebagai wilayah agraris yang dimulai sejak era kolonial. Menanam cabai dan bawang sebagai sumber nafkah bisa ditelusuri kembali sebagai strategi berbasis budaya lokal. Kini, narasi itu berkembang menjadi inovasi kolektif bergaya modern, menyatukan petani, pemerintah nagari, dan sektor swasta.
Implementasi Perpres No. 104/2021 tentang alokasi minimal 20 % dana desa untuk ketahanan pangan memberi dasar hukum kuat bagi program ini. Seiring digitalisasi, potensi Talu kini dapat diperluas melalui sertifikasi organik, agro-tainment (eduwisata pertanian), dan e-commerce.
Pesan & Ajak Inspiratif
Nagari Talu membuktikan: langkah kecil, seperti menanam cabe dan bawang, bisa menjadi fondasi besar untuk ketahanan pangan nasional. Tantangan keberlanjutan dan pelibatan masyarakat harus selalu terjaga agar program ini tidak sekadar wacana pemerintahan.
Untuk kamu, generasi muda Sumbar: mari ikut mendukung transformasi desa lewat kolaborasi—gunakan teknologi sederhana, dorong transparansi, dan bangun mulai dari nagari. Kesuksesan Talu adalah inspirasi kita bersama!








