Pemko Bukittinggi Matangkan Persiapan MTQ Nasional ke-41 Tingkat Sumbar

Persiapan MTQ Nasional ke-41 Tingkat Provinsi

Bukittinggi, KotaBukittinggi.com — Pemerintah Kota Bukittinggi semakin serius dalam mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat. Hal itu terlihat dalam rapat koordinasi ketiga yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmantias, bersama jajaran terkait.

Rapat yang digelar pada Jumat (13/9/2025) tersebut menjadi forum penting untuk menyatukan langkah berbagai instansi dan memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.

“Pelaksanaan MTQ ini bukan hanya sekadar ajang lomba, tetapi juga momentum besar yang membawa nama baik Kota Bukittinggi dan Sumatera Barat. Karena itu, semua pihak harus berkolaborasi dan bekerja maksimal,” ujar Ramlan dalam arahannya.

Fokus pada Detail Teknis

Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai aspek teknis mulai dari pemilihan lokasi venue, kesiapan akomodasi, hingga sistem transportasi peserta dari berbagai kabupaten dan kota. Pemerintah Kota Bukittinggi menargetkan agar seluruh kebutuhan teknis dapat terpenuhi dengan baik sebelum pembukaan resmi MTQ digelar.

“MTQ ini akan dihadiri oleh ribuan peserta dan official dari 19 kabupaten/kota di Sumbar. Kita ingin mereka merasa nyaman dan merasakan keramahan khas masyarakat Bukittinggi,” tambah Ramlan.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan aparat keamanan untuk memastikan jalannya kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Rapat koordinasi turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kementerian Agama Kota Bukittinggi, LPTQ, camat, lurah, hingga panitia pelaksana. Semua pihak sepakat untuk saling bersinergi dalam menyukseskan agenda besar tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, dalam kesempatan itu menekankan pentingnya menjaga kualitas penyelenggaraan MTQ, baik dari sisi teknis lomba maupun pelayanan terhadap peserta.

“MTQ adalah ajang yang sakral. Nilai utamanya bukan sekadar kompetisi, tapi bagaimana kita menghidupkan semangat cinta Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Bukittinggi dan Tradisi MTQ

Bagi masyarakat Sumatera Barat, MTQ bukanlah hal baru. Tradisi lomba membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sudah mengakar sejak lama. Bukittinggi sendiri beberapa kali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Kota ini memiliki infrastruktur memadai, mulai dari gedung pertemuan, arena lapangan terbuka, hingga sarana akomodasi yang cukup representatif. Letaknya yang strategis sebagai kota wisata juga menjadi nilai tambah, karena peserta dan pengunjung tidak hanya hadir untuk mengikuti MTQ, tetapi juga bisa menikmati keindahan alam serta wisata sejarah di Bukittinggi.

Arahan Wali Kota Ramlan Nurmantias

Dalam kesempatan itu, Ramlan kembali menekankan bahwa kesuksesan penyelenggaraan MTQ akan menjadi cerminan bagi citra Kota Bukittinggi.

“Kita ingin membuktikan bahwa Bukittinggi mampu menjadi tuan rumah yang baik. MTQ bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita semua sebagai warga kota,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut serta memberikan dukungan, mulai dari menjaga kebersihan kota, menyambut tamu dengan ramah, hingga menghadiri rangkaian kegiatan MTQ.

MTQ Sebagai Momentum Kebangkitan

Lebih dari sekadar lomba, MTQ diyakini mampu menjadi momentum kebangkitan spiritual dan budaya Islam di tengah masyarakat modern. Ajang ini menanamkan nilai religius, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkokoh identitas Sumatera Barat sebagai daerah yang kental dengan filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

Sejarah mencatat, MTQ di Sumbar sering melahirkan qari dan qariah terbaik yang kemudian mengharumkan nama daerah bahkan hingga ke tingkat nasional dan internasional. Bukittinggi, sebagai kota dengan tradisi pendidikan Islam yang kuat, memiliki peran besar dalam mencetak generasi Qur’ani tersebut.

Konteks Masa Kini

Di era digital seperti sekarang, keberadaan MTQ juga mendapat tantangan baru. Generasi muda semakin akrab dengan gawai, media sosial, dan hiburan instan. Kehadiran MTQ menjadi ruang alternatif untuk kembali memperkuat interaksi mereka dengan Al-Qur’an.

Pemerintah dan panitia berharap, MTQ ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat di Bukittinggi dapat menghadirkan suasana yang segar, modern, dan dekat dengan generasi muda, tanpa menghilangkan nilai sakral yang terkandung di dalamnya.

Harapan dan Pesan Inspiratif

Dengan persiapan yang matang, diharapkan MTQ kali ini tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi kehidupan beragama masyarakat.

“Semoga MTQ ini menjadi berkah, bukan hanya bagi peserta, tetapi juga seluruh masyarakat Bukittinggi dan Sumatera Barat,” tutup Ramlan.

Ajang MTQ di Bukittinggi ini sepatutnya menjadi momentum bagi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur’an, tidak hanya dalam bacaan, tetapi juga dalam pengamalan sehari-hari.


Fakta Tambahan

  • MTQ pertama kali digelar di Indonesia pada tahun 1968 di Makassar.
  • Sumatera Barat dikenal sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan qari/qariah terbaik.
  • Bukittinggi, selain dikenal sebagai kota wisata, juga dikenal sebagai pusat pendidikan Islam sejak era surau tradisional hingga kini.
  • MTQ seringkali menjadi sarana melahirkan tokoh-tokoh Qur’ani yang berpengaruh dalam dakwah Islam di tingkat nasional.

Ajakan Inspiratif

Mari kita jadikan MTQ Nasional ke-41 tingkat Sumatera Barat di Bukittinggi ini sebagai momentum untuk meneguhkan kecintaan kita kepada Al-Qur’an. Bagi generasi muda, inilah saatnya membuktikan bahwa membaca dan memahami Al-Qur’an bukan sekadar tradisi, melainkan gaya hidup yang membentuk karakter, akhlak, dan masa depan bangsa.

  • Total page views: 48,856
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor