Pemkot Bukittinggi dan BPS Perkuat Implementasi Satu Data Indonesia: Membangun Statistik Berkualitas untuk Masa Depan

pemkot dan bps bukittinggi

Sintesis Awal Kebijakan “Satu Data Indonesia”

Pemerintah Kota Bukittinggi bersama kantor Badan Pusat Statistik (BPS) setempat menyampaikan langkah progresif dalam memperkuat implementasi Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat daerah. Pembinaan kolaboratif tersebut digelar 12 Juni 2025 di Bukittinggi Command Center (BCC).

Menurut Kepala BPS Bukittinggi, Abdi Gunawan, “Pembinaan Satu Data Indonesia Tingkat Daerah Kota Bukittinggi ini, merupakan bentuk kolaborasi tiga OPD dalam meningkatkan statistik daerah.” Keterlibatan tiga pihak—BPS sebagai pembina data, Dinas Kominfo bertindak sebagai walidata, dan Bapelitbang sebagai koordinator—menjadi pilar penguatan tata kelola data guna menghasilkan statistik yang akurat dan mutakhir


Fokus Domain Statistik dan Skema Pelaksanaan

Dalam pembinaan tahun ini, direncanakan lima sesi kegiatan untuk membahas sejumlah domain prioritas. Fokus utama terletak pada empat SKPD vital:

  1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
  2. Dinas Pertanian dan Pangan
  3. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  4. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana

Dinas Kominfo, melalui Kepala Suryadi, menekankan bahwa kualitas data menentukan arah kebijakan:

“Pembinaan difokuskan kepada empat SKPD yang berperan sebagai produsen data dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia tingkat Daerah Kota Bukittinggi dan menjadi Perangkat Daerah Prioritas binaan tahun 2025 oleh BPS”.

Skema pembinaan ini memastikan bahwa setiap SKPD memainkan peran strategis mulai dari produksi, validasi, hingga publikasi data yang memenuhi standar interoperabilitas metadata nasional.


Landasan Regulasi & Sejarah Perjalanan SDI

Program Satu Data Indonesia lahir dari amanat Perpres No. 39 Tahun 2019. Tujuannya adalah menyatukan sistem statistik nasional—menghindari data tumpang tindih, bias sektoral, dan informasi yang tak sinkron

Pemkot Bukittinggi sejak 2023 telah menunjukkan prestasi terdepan lewat penghargaan Penyelenggaraan Statistik Sektoral Terbaik se-Sumatera Barat. Langkah ini memperlihatkan komitmen jangka panjang dalam meningkatkan mutu data publik.

Melalui program “Kelurahan Cinta Statistik” (KANCING), Pemkot menyentuh wilayah dasar—kelurahan—agar mampu mengelola data secara mandiri, lengkap, dan terpadu. Upaya ini menunjukkan pendekatan bottom-up yang sistemik dalam pendekatan SDI.


Pentingnya Data Akurat di Era Anak Muda

Kualitas data bukan hanya kebutuhan birokrat. Bagi pembaca muda usia 18 – 50 tahun, statistik menyediakan gambaran jelas tentang:

  • Pendidikan: Persentase putus sekolah, capaian kompetensi pendidikan dasar.
  • Kesehatan dan Kependudukan: Angka kelahiran, stunting, keberadaan fasilitas publik.
  • Pertanian & Pangan: Ketersediaan pangan lokal, kontribusi sektor tani pada ekonomi lokal.
  • Perlindungan Sosial: Peran program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pengendalian penduduk.

Dengan data resmi, masyarakat muda dapat memahami tren ekonomi dan sosial, lalu turut berpikir kritis dan berpartisipasi dalam pembangunan. Hal ini sejajar dengan visi Bukittinggi sebagai kota modern dan berbudaya di tengah era digitalisasi.


Transformasi Smart‑City & Efek Ekonomi

Bukittinggi sedang menggenjot program smart‑city: penerangan pintar, fisik kota yang rapi, hingga pelayanan publik digital. Statistik yang terstandardisasi menjadi bahan penting dalam mengevaluasi dampak proyek tersebut terhadap kesejahteraan dan perekonomian lokal.

BPS Kota Bukittinggi telah menerbitkan publikasi tahunan seperti Kota Bukittinggi Dalam Angka (rilis Feb 2025) yang menjadi referensi akademik, industri, jurnalistik, maupun pembangunan daerah.


Rencana Jangka Menengah & Tantangan

Untuk menjaga kesinambungan, Pemkot harus:

  1. Mengintegrasikan anggaran OPD dan APBD untuk memastikan keberlanjutan pembinaan data.
  2. Memperkuat kultur internal terkait data literacy melalui sosialisasi dan pelatihan berkala.
  3. Mendorong inovasi statistik sektoral seperti penggunaan data real-time (smart sensor, IoT).
  4. Menjalin sinergi lintas sektoral, termasuk universitas, swasta, dan media dalam memanfaatkan data publik.

Dampak Riil bagi Masyarakat

  • Peningkatan Pelayanan Publik: Data akurat mempercepat pengambilan keputusan.
  • Transparansi & Akuntabilitas: Publik dapat mengakses perkembangan kinerja pemerintah.
  • Ekonomi Kreatif: Informasi data membuka peluang bisnis dan inovasi berbasis fakta lokal.
  • Pemantauan Pembangunan: Jejak statistik memudahkan audit dan evaluasi capaian kebijakan.

Refleksi dan Pesan Akhir

Bukittinggi adalah kota bersejarah: sempat jadi pusat PDRI dan simbol perjuangan nasional. Kini, data dijadikan tonggak baru untuk mengejar visi modern dan berbudaya. Anak muda, yang merupakan tulang punggung generasi produktif, memiliki peran penting sebagai penyalur aspirasi melalui literasi data.

  • Total page views: 48,860
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor