Bukittinggi mencetak sejarah baru di sektor pelayanan kesehatan. RSUD Dr. Achmad Mochtar (RSAM) secara resmi ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Daerah Tipe A. Kenaikan status ini menjadikannya rumah sakit daerah pertama di Provinsi Sumatera Barat yang meraih predikat tertinggi dalam sistem klasifikasi fasilitas pelayanan kesehatan nasional.
Penetapan ini diumumkan setelah keluarnya Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI pada awal Juni 2025, menyusul proses panjang verifikasi dan akreditasi sejak tahun sebelumnya.
Pelayanan Semakin Lengkap dan Berkelas Nasional
Kenaikan status RSAM bukan sekadar simbol, melainkan mencerminkan peningkatan signifikan dalam kualitas pelayanan, fasilitas, dan sumber daya manusia.
Sebagai rumah sakit Tipe A, RSAM kini memiliki kewajiban dan kemampuan menyediakan layanan kedokteran spesialis hingga subspesialis, dengan minimal 33 spesialisasi medis aktif. Tidak hanya itu, kapasitas tempat tidur dan tenaga medisnya juga telah melampaui standar nasional, termasuk di bidang gawat darurat, intensif, laboratorium, dan bedah.
Direktur RSAM menyampaikan, “Kami berkomitmen menjadikan RSAM sebagai rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat dan kawasan Sumatera bagian tengah.”
Manfaat Besar bagi Masyarakat Sumbar dan Sekitarnya
Dengan status ini, masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke luar provinsi untuk penanganan medis kompleks, seperti onkologi, bedah jantung, neurologi, dan perawatan intensif neonatal. Semua bisa ditangani langsung di Bukittinggi.
Pasien dari Agam, Tanah Datar, Payakumbuh, Pasaman, bahkan Riau dan Jambi kini akan menjadikan RSAM sebagai titik rujukan utama.
“Dengan naiknya status ini, kami berharap masyarakat bisa lebih percaya dan bangga terhadap fasilitas kesehatan lokal,” ujar Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmantias.
Kontribusi untuk Pendidikan Kedokteran dan Penelitian
RSAM juga akan mengembangkan fungsinya sebagai rumah sakit pendidikan utama, bekerja sama dengan sejumlah universitas seperti Universitas Andalas dan UIN Bukittinggi. Mahasiswa kedokteran dan tenaga medis muda bisa mendapat pelatihan langsung di bawah bimbingan spesialis senior di fasilitas bertaraf nasional.
Lebih dari itu, RSAM akan menjadi pusat riset medis dan pengembangan layanan berbasis teknologi digital serta telemedicine.
Jejak Sejarah dan Perjalanan RSAM
Didirikan pada masa kolonial Belanda dan dulunya bernama Spitaal Fort de Kock, RSUD Dr. Achmad Mochtar memiliki sejarah panjang sebagai pusat kesehatan tertua di dataran tinggi Minangkabau. Nama rumah sakit ini diambil dari Dr. Achmad Mochtar, seorang dokter dan ilmuwan asal Minang yang menjadi martir dalam perjuangan ilmiah di masa penjajahan Jepang.
Menjadi rumah sakit Tipe A adalah tonggak terbaru dari perjalanannya yang panjang dan penuh pengabdian.
Daya Dukung Infrastruktur dan SDM
Kesiapan RSAM juga didukung oleh keberadaan peralatan medis mutakhir seperti MRI 3 Tesla, CT Scan 128 Slice, Cath Lab, dan laboratorium biomolekuler yang telah terakreditasi nasional. Ditambah lagi dengan tenaga medis dan nonmedis yang secara berkala mengikuti pelatihan nasional dan internasional.
Saat ini, RSAM memiliki lebih dari 1.200 tenaga kerja profesional, mulai dari dokter, perawat, ahli gizi, apoteker, psikolog klinis, hingga teknisi medis.
Pesan Inspiratif
Kenaikan kelas RSAM menjadi rumah sakit Tipe A adalah bukti bahwa daerah bisa berdiri sejajar dengan pusat. Ketekunan, visi besar, dan kerja sama seluruh elemen – dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat – bisa melahirkan perubahan nyata.
Bagi generasi muda Sumbar, inilah momentum untuk bangga dan berkontribusi. Karena membangun masa depan bukan hanya dari pusat kota besar, tapi juga dari bukit-bukit di kampung halaman sendiri.








