Organisasi Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Bukittinggi kembali membuat langkah strategis dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan dakwah komunitas lewat peluncuran Modul Majelis Ta’lim Salimah. Kegiatan yang digelar di salah satu hotel ternama di Bukittinggi ini dilaksanakan pada Ahad, 21 Desember 2025, dan menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran ibu sebagai da’iyah (pendakwah) dan mentor di lingkungan sosial dan keluarga.
Acara peluncuran modul ini berlangsung sejak pagi dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan organisasi perempuan lainnya. Tidak hanya sebagai seremoni, kegiatan tersebut juga menjadi awal pelaksanaan Coaching Program SISTER (Sekolah Ibu Salimah Terpadu) — sebuah program pembinaan berkelanjutan yang dirancang untuk membekali peserta dengan wawasan keagamaan, pembinaan keluarga, dan keterampilan dakwah yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis hadir secara langsung membuka acara tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur atas lahirnya modul terbaru ini, yang menurutnya merupakan hasil inovasi dari tim perumus modul dan Salimah Bukittinggi. Ia menyebutkan bahwa modul ini “barangkali belum ada di tempat lain”, sebuah bentuk kebanggaan karena lahirnya inisiatif lokal yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara kontekstual.
Kegiatan peluncuran Modul Majelis Ta’lim Salimah diikuti oleh sekitar 100 peserta, terdiri dari ibu-ibu maupun calon ibu yang memiliki minat kuat untuk belajar dan terlibat aktif dalam pembinaan masyarakat melalui wadah majelis taklim. Selain itu, turut hadir pula berbagai tokoh penting, seperti Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Bukittinggi, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Ikatan Istri Anggota Dewan (IKADE), Ketua Bundo Kanduang, dan Ketua Persatuan Wanita Kurai (PWK) yang memberi dukungan penuh atas terselenggaranya acara ini.
Modul Majelis Ta’lim: Dakwah Berbasis Keluarga dan Komunitas
Ketua PD Salimah Kota Bukittinggi, Selvika Wijaya, memperkenalkan Modul Majelis Ta’lim Salimah sebagai panduan pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa penyusunan modul ini melibatkan para pakar di bidang syariah dan psikologi, sehingga isinya tidak hanya berlandaskan dalil yang shahih, tetapi juga mempertimbangkan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat muslimah.
Dalam sambutannya, salah satu perumus modul, Ustadzah Hayati, menjelaskan bahwa modul ini dirancang untuk memperkuat kapasitas ibu-ibu agar mampu mengambil peran sebagai da’iyah yang bijak dan mentor yang efektif di lingkungan mereka masing-masing. Pembelajaran yang terkandung dalam modul mencakup metode dakwah yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan tantangan zaman modern, dengan memadukan aspek pengasuhan, spiritual, dan sosial.
Setelah sesi launching modul, departemen Pendidikan dan Pelatihan PD Salimah yang dipimpin oleh Yudelnilastia menginisiasi program SISTER, yang akan dilaksanakan sebanyak 12 pertemuan sebagai rangkaian coaching dan pembinaan. Program ini dirancang sebagai ruang pengembangan keilmuan, spiritual, dan sosial bagi perempuan muslimah agar lebih percaya diri dan siap berkontribusi nyata di tengah masyarakat.
Para peserta yang hadir menyambut positif peluncuran modul ini. Mereka melihat kesempatan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas diri dan keterampilan dalam berdakwah dan memberdayakan keluarga serta komunitas. Kehadiran modul serta program coaching dinilai relevan di tengah kebutuhan zaman, di mana peran perempuan semakin sentral dalam pembentukan karakter keluarga dan lingkungan sosial.
Dampak Besar bagi Perempuan dan Masyarakat
Peluncuran Modul Majelis Ta’lim Salimah ini tidak hanya menjadi agenda organisasi semata, tetapi juga menunjukkan peran penting Salimah sebagai ormas perempuan Islam yang bergerak dalam dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan keluarga. Salimah, sebagai organisasi yang tersebar luas di seluruh Indonesia, memiliki sejarah panjang dalam memberdayakan perempuan dan keluarga melalui berbagai program strategis yang terus berkembang.
Melalui modul ini, diharapkan ibu-ibu tidak hanya mempelajari ilmu keagamaan secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan itu dalam bentuk kegiatan nyata, seperti pembinaan di majelis taklim, penguatan keluarga sebagai unit sosial utama, dan pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak mulia.
Peluncuran modul ini juga menjadi momentum penguatan dakwah lokal di Bukittinggi, sejalan dengan berbagai gerakan keagamaan lain yang memperkuat ukhuwah dan nilai kajian Islam di tengah masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai kegiatan pembinaan, seperti Mukhayyam Al Qur’an Akhwat dan pelatihan kompetensi pengurus Salimah, menunjukkan kemajuan nyata dalam pemberdayaan perempuan muslimah di kota ini.
Relevansi Kegiatan di Tengah Zaman
Di era modern seperti saat ini, tantangan dakwah dan pembinaan sosial semakin kompleks. Pengaruh teknologi, perubahan nilai budaya, serta dinamika kehidupan sosial menuntut para da’iyah — khususnya perempuan sebagai penggerak komunitas — untuk lebih adaptif, relevan, dan kreatif dalam menyampaikan pesan Islam.
Modul Majelis Ta’lim Salimah hadir sebagai respon terhadap kebutuhan tersebut, menyediakan pedoman yang tidak hanya berbasis ilmu agama, tetapi juga mempertimbangkan aspek psikososial dan konteks kehidupan keluarga muslim masa kini.
Selain itu, peran ibu sebagai mentor di forum majelis taklim juga penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berdaya saing dan berakhlak mulia. Ibu-ibu yang terlibat sebagai da’iyah memiliki kesempatan besar untuk menjadi teladan moral dan spiritual, tidak hanya di lingkungan rumah tetapi juga di komunitas yang lebih luas.
Pesan Inspiratif untuk Pembaca
Kegiatan peluncuran modul ini mengajarkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya soal kegiatan sosial semata, tetapi tentang membentuk kapasitas diri agar mampu berdakwah, memimpin, dan menginspirasi perubahan positif. Untuk generasi muda, ini menjadi pengingat bahwa peran perempuan — terutama ibu — merupakan fondasi penting dalam membangun keluarga yang tangguh dan masyarakat yang harmonis. Semoga semangat pembelajaran terus mengalir dan menjadi cahaya yang menyebar ke setiap sudut kehidupan kita.








