BUKITTINGGI – SDN 10 Aur Tajungkang Tengah Sawah (ATTS) Kota Bukittinggi kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sekolah ini resmi menerima Penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025, sebuah apresiasi bergengsi bagi lembaga pendidikan yang konsisten menciptakan lingkungan belajar berwawasan lingkungan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, kepada Kepala SDN 10 ATTS, Afriyenni, usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di halaman kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (28/10/2025).
Prestasi Lingkungan yang Membanggakan
Kepala Sekolah SDN 10 ATTS, Afriyenni, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini. Ia menyebut, sekolahnya menjadi salah satu dari 18 sekolah di Sumatera Barat yang berhasil lolos seleksi dan memperoleh penghargaan tersebut.
“Alhamdulillah, penghargaan yang luar biasa. Dari 17 sekolah jenjang SD, SMP, SMA sederajat penerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Tahun 2025, SDN 10 ATTS terpilih sebagai terbaik ketiga. Oleh sebab itu, selain menerima penghargaan adiwiyata provinsi, SDN 10 ATTS juga menerima support sekolah asuh adiwiyata Provinsi Sumbar dari PT. Tirta Investama Pabrik Solok senilai Rp20 juta,” ungkapnya.
Afriyenni menambahkan, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh warga sekolah—mulai dari guru, siswa, hingga orang tua—dalam menerapkan pola hidup bersih dan ramah lingkungan di lingkungan sekolah.
Bukittinggi Jadi Contoh Kota Peduli Adiwiyata
Selain SDN 10 ATTS, empat sekolah lain di Kota Bukittinggi juga meraih penghargaan yang sama pada tahun ini. Mereka adalah SDN 01 Benteng Pasar Atas, SDN 10 Puhun Pintu Kabun, SDN 11 Campago Guguak Bulek, dan SDIT Al Azhar Darul Jannah.
Keberhasilan lima sekolah ini menjadi bukti nyata bahwa Bukittinggi tidak hanya dikenal sebagai kota wisata bersejarah, tetapi juga sebagai kota yang menaruh perhatian besar terhadap pendidikan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.
Wakil Gubernur Sumbar, dalam sambutannya, menyebut penghargaan ini sebagai simbol perubahan pola pikir di dunia pendidikan. Menurutnya, sekolah tidak hanya berperan mencetak siswa berprestasi akademik, tetapi juga generasi yang sadar lingkungan.
“Sekolah Adiwiyata adalah fondasi membangun karakter generasi yang peduli pada bumi, dimulai dari hal-hal kecil seperti menjaga kebersihan, menanam pohon, dan menghemat energi,” ujar Vasko Ruseimy.
Komitmen Berkelanjutan dalam Pendidikan Hijau
Program Adiwiyata merupakan inisiatif Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang bertujuan mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Sekolah penerima penghargaan dinilai berdasarkan penerapan prinsip ramah lingkungan dalam kegiatan belajar-mengajar, pengelolaan sampah, efisiensi energi, serta partisipasi aktif warga sekolah dalam menjaga ekosistem sekitar.
SDN 10 ATTS telah menerapkan sejumlah program unggulan seperti bank sampah sekolah, kebun mini edukatif, dan kelas hijau yang didesain agar siswa dapat belajar langsung dari alam. Selain itu, sekolah ini juga rutin mengadakan Gerakan Jumat Bersih dan lomba antar-kelas bertema daur ulang.
“Anak-anak kami ajarkan untuk mencintai bumi dengan tindakan nyata, bukan hanya teori,” jelas Afriyenni. “Kami ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang sadar bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah.”
Peran Dunia Industri dalam Mendukung Sekolah Adiwiyata
Sebagai bentuk apresiasi tambahan, PT. Tirta Investama Pabrik Solok memberikan dukungan senilai Rp20 juta kepada SDN 10 ATTS. Bantuan ini akan digunakan untuk memperkuat sarana kebersihan, taman sekolah, serta fasilitas edukasi lingkungan.
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor industri seperti ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan pendidikan berkelanjutan. Sinergi ini tidak hanya memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan siswa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berinovasi.
Jejak Panjang Adiwiyata di Sumatera Barat
Program Sekolah Adiwiyata telah berjalan sejak 2006, dan Sumatera Barat termasuk provinsi dengan tingkat partisipasi tertinggi di Indonesia. Hingga 2025, tercatat lebih dari 250 sekolah di berbagai jenjang telah mengikuti program ini.
Kota Bukittinggi sendiri sudah menempatkan pendidikan lingkungan sebagai bagian dari visi daerah. Pemko Bukittinggi mendorong setiap sekolah untuk mengintegrasikan nilai-nilai Adiwiyata ke dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan budaya sekolah.
Dengan prestasi yang diraih SDN 10 ATTS dan empat sekolah lainnya, Bukittinggi semakin mempertegas posisinya sebagai kota pendidikan yang berwawasan hijau dan berkarakter.
Inspirasi untuk Generasi Muda
Capaian ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekolah. Anak-anak SDN 10 ATTS belajar bahwa mencintai lingkungan bukan sekadar slogan, tetapi tindakan nyata yang membawa dampak bagi masa depan bumi.
Melalui penghargaan ini, semangat Sumpah Pemuda juga terasa relevan—mengobarkan tekad generasi muda untuk bersatu menjaga alam Indonesia.
Menutup pesannya, Afriyenni berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa.
“Kami ingin anak-anak kami tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap bumi yang mereka tinggali,” tuturnya.
Ajakan untuk Pembaca
Bagi masyarakat Bukittinggi dan Sumatera Barat, prestasi ini adalah inspirasi bersama. Menjaga kebersihan lingkungan bisa dimulai dari rumah, sekolah, dan tempat kerja. Karena bumi yang bersih hari ini, adalah warisan terbaik untuk anak cucu di masa depan.








