Bukittinggi, kota yang dikenal dengan julukan “Kota Pendidikan”, memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan yang telah membentuk karakter dan identitas masyarakatnya. Dari masa kolonial hingga era modern, Bukittinggi terus bertransformasi untuk menghasilkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Jejak Sejarah Pendidikan di Bukittinggi
Sejarah pendidikan di Bukittinggi tidak lepas dari peran penting beberapa lembaga pendidikan yang berdiri sejak zaman kolonial. Salah satunya adalah Kweekschool Bukittinggi, yang didirikan pada tahun 1858 sebagai sekolah pendidikan guru untuk bumiputera. Sekolah ini telah melahirkan banyak tokoh penting, termasuk Tan Malaka, yang dikenal sebagai pahlawan nasional.
Pada tahun 1926, Engku Muhammad Sjafei mendirikan Indonesisch Nederlandsche School (INS) Kayutanam, sebuah lembaga pendidikan yang bertujuan menanamkan semangat nasionalisme dan kemandirian kepada para siswa. INS Kayutanam menjadi simbol perlawanan terhadap sistem pendidikan kolonial dan berfokus pada pembentukan karakter serta keterampilan praktis.
Perkembangan Lembaga Pendidikan di Bukittinggi
Seiring berjalannya waktu, Bukittinggi terus mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. SMP Negeri 6 Bukittinggi, misalnya, awalnya didirikan sebagai Sekolah Kerajinan Negeri (SKN) pada tahun 1957 dan telah mengalami beberapa perubahan nama serta kurikulum untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Di tingkat pendidikan menengah, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bukittinggi telah menjadi salah satu institusi pendidikan Islam terkemuka di kota ini. Didirikan pada tahun 1978, MAN 1 Bukittinggi terus berkembang dengan menambahkan program keterampilan seperti otomotif dan tata busana untuk membekali siswa dengan keahlian praktis.
Untuk pendidikan tinggi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi telah menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis Islam. Berawal dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), institusi ini telah mengalami beberapa kali perubahan status dan kini menjadi UIN sejak tahun 2022.
Inovasi dan Program Unggulan Pendidikan di Era Modern
Pemerintah Kota Bukittinggi terus berinovasi dalam bidang pendidikan untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Salah satu langkah strategis adalah penerapan sistem sekolah lima hari yang dimulai pada September 2023. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat karakter siswa dengan memberikan waktu lebih banyak untuk kegiatan bersama keluarga dan masyarakat. “Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tapi juga orang tua dan keluarga,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, Jeki.
Selain itu, Pemko Bukittinggi juga mengalokasikan dana sebesar Rp13,5 miliar melalui APBD untuk membebaskan iuran komite pelajar SMA sederajat dan memberikan insentif kepada guru non-PNS. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Integrasi Nilai Budaya dan Agama dalam Pendidikan
Sebagai daerah yang kaya akan budaya dan nilai-nilai keagamaan, Bukittinggi mengintegrasikan muatan lokal dalam kurikulum pendidikan. Materi seperti Budaya Alam Minangkabau (BAM), Aqidah Akhlak, Fiqh, Bahasa Arab, dan Sejarah Islam diajarkan untuk membekali siswa dengan pemahaman yang mendalam tentang identitas budaya dan spiritual mereka.
Program “Satu Kelurahan Satu Rumah Tahfiz” juga menjadi inisiatif unggulan yang bertujuan menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini. Dengan dukungan dari berbagai pihak, program ini telah berhasil mendirikan rumah tahfiz di setiap kelurahan di Bukittinggi, memperkuat pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Penerapan Kurikulum Merdeka dan PAUDHI
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, Bukittinggi telah menerapkan Kurikulum Merdeka dan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI). Program ini menekankan pada penguatan karakter dan pengembangan potensi anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi, Herriman, menyatakan bahwa kota ini telah meniadakan tes calistung saat masuk SD, bahkan sebelum gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan diluncurkan oleh Kementerian.
Sejarah dan perkembangan pendidikan di Bukittinggi mencerminkan komitmen kuat masyarakat dan pemerintah dalam membangun generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan inovasi modern, Bukittinggi terus menjadi mercusuar pendidikan di Sumatera Barat, menginspirasi daerah lain untuk mengikuti jejaknya dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan berdaya saing.








