Bukittinggi, KotaBukittinggi.com — Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dikenal memiliki keindahan alam yang memukau, namun di balik pesonanya, wilayah ini menyimpan potensi bencana yang sangat lengkap. Mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, hingga bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, semua ancaman tersebut ada di Sumbar. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana bersama Pemerintah Provinsi Sumbar dan para kepala daerah di Padang, Rabu (7/5/2025).
“Potensi bencananya cukup lengkap, sebab ada gempa bumi dan tsunami, kemudian juga terdapat potensi gunung meletus,” ujar Letjen TNI Suharyanto.
Ancaman Megathrust dan Aktivitas Gunung Api
Sumatera Barat berada di zona megathrust, yaitu zona subduksi lempeng tektonik yang berpotensi menimbulkan gempa bumi besar dan tsunami. Salah satu zona megathrust yang menjadi perhatian adalah zona Mentawai, yang belum melepaskan energi sejak gempa besar terakhir pada tahun 1797. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya gempa besar di masa depan.
Selain itu, Sumbar memiliki beberapa gunung berapi aktif, seperti Gunung Marapi dan Gunung Talang. Aktivitas vulkanik dari gunung-gunung ini dapat memicu letusan yang berdampak pada masyarakat sekitar. Sebagai contoh, pada Mei 2024, erupsi Gunung Marapi menyebabkan banjir lahar dingin yang menghantam wilayah Agam dan Tanah Datar, menewaskan sedikitnya 67 orang dan menyebabkan lebih dari 4.000 orang mengungsi.
Bencana Hidrometeorologi dan Perubahan Iklim
Bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, juga menjadi ancaman serius di Sumbar. Curah hujan yang tinggi, terutama selama musim hujan, sering kali menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di berbagai daerah. Perubahan iklim global turut memperparah kondisi ini, dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan ekstrem.
Data dari BNPB menunjukkan bahwa pada tahun 2024, Sumbar mengalami lebih dari 1.400 kejadian bencana, dengan korban meninggal mencapai 363 orang dan lebih dari 4 juta orang terdampak.
Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Menghadapi potensi bencana yang kompleks, BNPB bersama Pemerintah Provinsi Sumbar terus memperkuat upaya mitigasi dan kesiapsiagaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan simulasi evakuasi bencana. Selain itu, pemasangan sistem peringatan dini di daerah rawan bencana juga terus ditingkatkan.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menjalankan arahan BNPB dalam mengantisipasi potensi bencana, termasuk potensi gempa megathrust. Upaya ini meliputi penyusunan rencana kontinjensi, pembangunan infrastruktur tahan bencana, dan edukasi masyarakat.
Peran Generasi Muda dalam Penanggulangan Bencana
Generasi muda memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan bencana. Melalui pendidikan dan partisipasi aktif dalam kegiatan kesiapsiagaan, anak muda dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya sadar bencana di masyarakat. Kampus-kampus di Sumbar, seperti Universitas Andalas, telah menjalin kerja sama dengan BNPB untuk mengadakan kuliah umum dan pelatihan kebencanaan bagi mahasiswa.
Sumatera Barat menghadapi tantangan besar dalam hal potensi bencana alam yang beragam. Namun, dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, serta dukungan dari BNPB, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dapat terus ditingkatkan. Kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana di masa depan.








