Sumbar Creative Economy Festival 2025, UMKM Nagari Jadi Motor Ekonomi Daerah

Sumbar Creative Economy Festival 2025

Bukittinggi, KotaBukittinggi.com — Suasana meriah mewarnai Sumbar Creative Economy Festival (SCEF) 2025 yang digelar di Bukittinggi. Ajang yang berlangsung pada September ini tidak hanya menjadi ruang kreativitas, tetapi juga menegaskan komitmen Bank Indonesia (BI) dalam mendukung UMKM nagari sebagai penggerak utama ekonomi daerah.

Festival ini menghadirkan ratusan pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, kriya, fashion, hingga produk berbasis digital. Kehadiran mereka bukan sekadar menampilkan karya, tetapi juga membuktikan bahwa potensi ekonomi kreatif di Sumbar terus berkembang pesat.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat dalam sambutannya menegaskan, “SCEF 2025 adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Melalui UMKM nagari, kita membangun pondasi kuat untuk kemandirian ekonomi Sumatera Barat.”

UMKM Nagari, Pilar Ekonomi Berkelanjutan

Salah satu hal yang menjadi sorotan utama dalam festival ini adalah komitmen untuk menjadikan UMKM nagari sebagai motor ekonomi daerah. UMKM yang tumbuh di nagari bukan hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga sarat nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal.

Dari produk makanan tradisional seperti rendang, dendeng balado, hingga camilan khas kampung, sampai produk kriya berbahan dasar alam seperti songket, tenun, dan kerajinan bambu, semua hadir dengan kemasan modern yang mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

Tak hanya itu, sektor kreatif digital juga mendapat porsi penting. Beberapa anak muda Sumbar menampilkan karya inovatif seperti desain grafis, aplikasi lokal, hingga konten kreatif yang berpotensi menjadi wajah baru industri kreatif nagari.

Peran Strategis Bank Indonesia

Bank Indonesia menegaskan perannya tidak hanya sebatas regulator, tetapi juga sebagai mitra strategis yang aktif mendampingi UMKM. Berbagai program pembinaan, fasilitasi permodalan, hingga literasi keuangan digital terus digencarkan untuk memastikan UMKM nagari mampu naik kelas.

“BI akan terus hadir mendukung pelaku UMKM dalam berbagai aspek, mulai dari pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, hingga akses ke pasar global. Tujuan kita jelas, agar produk UMKM nagari tidak hanya dikenal di Sumatera Barat, tetapi juga mendunia,” ujar perwakilan BI Sumbar.

Kehadiran BI juga membuka peluang kerjasama dengan marketplace nasional, lembaga pembiayaan syariah, hingga institusi pendidikan, sehingga UMKM nagari memiliki ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.

Antusiasme Pelaku UMKM dan Masyarakat

SCEF 2025 juga menjadi momentum pertemuan antara pelaku UMKM dengan masyarakat luas. Ribuan pengunjung hadir setiap harinya, memenuhi stand-stand produk lokal yang ditata dengan kreatif dan menarik.

Banyak pelaku UMKM mengaku mendapat manfaat besar dari festival ini, terutama dalam hal jaringan pemasaran dan peningkatan pengetahuan bisnis. Salah seorang pelaku UMKM kuliner dari Tanah Datar mengungkapkan, “Festival ini membuka jalan bagi produk kami dikenal lebih luas. Bahkan ada pembeli dari luar negeri yang tertarik untuk kerjasama.”

Konteks Sejarah dan Masa Kini

Sumatera Barat memiliki tradisi panjang dalam dunia perdagangan dan usaha. Sejak era Minangkabau klasik, masyarakat nagari dikenal sebagai perantau dan pedagang ulung. Filosofi adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah menjadi dasar dalam membangun etos kerja dan semangat kewirausahaan.

Kini, dengan adanya festival ekonomi kreatif, warisan dagang masyarakat Minangkabau itu menemukan bentuk baru. Produk nagari yang dulunya hanya dikenal di pasar tradisional, kini tampil di panggung modern dengan branding yang lebih kuat, mengikuti tren ekonomi digital global.

Harapan Masa Depan

SCEF 2025 di Bukittinggi diharapkan tidak hanya berhenti pada seremonial tahunan, tetapi juga mampu menjadi motor percepatan transformasi ekonomi daerah. Dukungan Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan semangat masyarakat nagari akan melahirkan generasi baru pengusaha yang berdaya saing tinggi.

Dengan semakin kuatnya UMKM nagari, Sumatera Barat berpotensi menjadi pusat ekonomi kreatif di Pulau Sumatera, bahkan di Indonesia.

Pesan Inspiratif

Bagi generasi muda, ajang ini adalah panggilan untuk berani berkreasi dan menjadikan potensi lokal sebagai peluang usaha. Ekonomi kreatif bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang menjaga identitas budaya dan membangun kemandirian nagari.

Mari jadikan UMKM nagari sebagai kebanggaan bersama, bukan hanya sebagai usaha ekonomi, tetapi juga sebagai warisan yang akan terus hidup dan berkembang di masa depan.


Fakta Tambahan

  • Data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2024 mencatat, sektor ekonomi kreatif menyumbang lebih dari Rp1.300 triliun terhadap PDB nasional.
  • UMKM menyerap lebih dari 97% tenaga kerja di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat.
  • Festival ekonomi kreatif seperti SCEF terbukti meningkatkan eksposur produk lokal hingga 300% melalui promosi digital.
  • Sumbar sejak lama dikenal sebagai lumbung kuliner nusantara dengan produk ikonik seperti rendang yang sudah mendunia.
  • Total page views: 48,797
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor