ITBHAS Bukittinggi Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Pembangunan Surau dan Nilai Haji Agus Salim

ITBHAS perkuat karakter mahasiswa

Bukittinggi — Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim terus memperkuat identitas kampus berbasis nilai keislaman dan karakter melalui pembangunan Surau Al Hidayah di kawasan kampus baru Guguak Bulek, Kota Bukittinggi.

Pembangunan rumah ibadah tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pembinaan moral dan spiritual mahasiswa.

Rektor ITBHAS, Yulihasri, mengatakan keberadaan surau di lingkungan kampus memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

“Bahwa surau itu adalah pancaran aura kampus itu. Kampus yang memiliki surau yang katakanlah tempat ibadah, tempat aktivitas mahasiswa itu sangat berkaitan dengan kualitas karakter,” katanya.

Pembangunan Surau Al Hidayah ditandai dengan peletakan batu pertama bersama pihak yayasan, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah. Surau tersebut direncanakan dapat digunakan dalam waktu lima hingga enam bulan ke depan.

Selain dimanfaatkan untuk aktivitas ibadah mahasiswa dan civitas akademika, surau itu nantinya juga dibuka untuk masyarakat umum. Kampus menilai keberadaan surau bukan hanya fasilitas pelengkap, tetapi menjadi pusat pembinaan karakter dan aktivitas sosial keagamaan.

Pihak yayasan menyebut semangat pembangunan ini tidak terlepas dari pemikiran Haji Agus Salim yang selama ini menjadi inspirasi institusi pendidikan tersebut.

Menurut mereka, pendidikan ideal harus mampu melahirkan manusia yang berilmu sekaligus memiliki akhlak dan integritas kuat di tengah perkembangan zaman modern.

“Pemikiran beliau adalah bagaimana mendidik manusia seutuhnya yang berkarakter dan beradab. Tentu agama harus kuat, tidak cukup pintar saja,” ujar perwakilan Yayasan Indonesia Raya, Endang Irzal.

ITBHAS juga menilai penguatan karakter cendekiawan Muslim di Sumatera Barat perlu terus dijaga melalui perpaduan pendidikan modern dan nilai budaya Minangkabau yang religius.

Konsep tersebut dinilai relevan dengan semangat intelektual yang diwariskan Haji Agus Salim, tokoh asal Minangkabau yang dikenal sebagai diplomat, ulama, sekaligus pemikir bangsa.

Ke depan, kampus yang tengah berkembang di kawasan Guguak Bulek itu menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa hingga ribuan orang seiring pengembangan fasilitas pendidikan dan pembangunan kampus baru.

  • Total page views: 51,043
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor