Pemerintah Kota Bukittinggi kini tengah menggagas langkah penting dalam penataan wajah kota dengan merencanakan pemasangan kabel listrik bawah tanah di sejumlah ruas jalan strategis. Strategi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki estetika kota wisata, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan publik secara menyeluruh.
Rencana penataan jaringan utilitas ini merupakan respons terhadap kondisi kabel listrik yang berada di udara selama ini, yang dinilai mengganggu pemandangan dan citra visual Bukittinggi sebagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat. Kabel yang tampak saling bersilangan dan menggantung di sejumlah titik dinilai menyulitkan pengambilan gambar dan sering menuai kritik di media sosial.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata ruang kota yang lebih rapi, modern, dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan. Pemerintah daerah telah memulai pembahasan awal dengan pihak PLN dan akan terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait agar program ini dapat segera direalisasikan.
“Kondisi kabel yang tidak tertata rapi tersebut semrawut dan mengganggu estetika Kota Bukittinggi sebagai daerah tujuan wisata,” ujar Wali Kota dalam salah satu pernyataannya terkait wacana ini.
Arah Penataan Kabel
Program penataan kabel listrik bawah tanah ini akan dimulai dari Jalan Sudirman, salah satu ruas jalan sibuk di pusat kota yang kerap menjadi tempat berkumpulnya warga dan wisatawan. Pemerintah kota akan melakukan pendekatan bertahap, dengan harapan proyek tersebut dapat memperindah lanskap perkotaan tanpa menghambat aktivitas masyarakat.
Menurut Ramlan, langkah ini juga ditujukan untuk meningkatkan keselamatan publik. Kabel yang semrawut berpotensi menjadi sumber gangguan ketika terjadi cuaca ekstrem atau saat pohon tumbang, kondisi yang pernah menimbulkan gangguan pasokan listrik di beberapa wilayah Sumatera Barat seperti yang dilaporkan dalam peristiwa pemulihan jaringan listrik akibat dampak siklon tropis tahun lalu.
Respon Masyarakat dan Pelaku Kreatif
Rencana ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak, terutama dari pelaku kreatif dan pegiat pariwisata. Seorang fotografer nasional, Erison J. Kambari, menyatakan dukungannya terhadap program ini karena keberadaan kabel semrawut sering kali mengganggu pemandangan visual, apalagi ketika mengambil foto di pusat kota.
“Kami sangat mendukung rencana ini. Penataan kabel akan meningkatkan estetika kota wisata agar tampil lebih modern, nyaman, dan aman,” ungkapnya.
Harapan masyarakat kini tertuju pada realisasi nyata dari rencana ini, bukan sekadar wacana belaka. Banyak warga berharap penataan jaringan kabel ini dapat memperkaya pengalaman wisata dan kenyamanan warga dalam jangka panjang, khususnya di kawasan pusat kota yang menjadi magnet kunjungan wisatawan.
Tantangan dan Langkah Ke Depan
Meski rencana ini menuai dukungan, tantangan teknis dan anggaran kemungkinan masih perlu dibahas lebih lanjut. Pemasangan kabel bawah tanah membutuhkan investasi besar dan persiapan matang, termasuk kajian dampak konstruksi terhadap utilitas lain yang ada di bawah tanah seperti pipa air, saluran telekomunikasi, dan drainase. Selain itu, harus ada koordinasi yang sangat rapat antara pemerintah kota, PLN, serta pelaku usaha utilitas lain agar pelaksanaan program dapat berjalan lancar tanpa mengganggu layanan publik.
Pemerintah juga harus mengatur jadwal pelaksanaan agar tidak mengganggu mobilitas harian warga, terutama di ruas jalan utama. Pendekatan bertahap yang direncanakan, diawali dari Jalan Sudirman, diharapkan dapat menjadi model pelaksanaan yang baik sebelum diterapkan di kawasan lain.
Kabel Bawah Tanah: Tren Peningkatan Estetika Urban
Konsep pemasangan kabel bawah tanah telah dilakukan di berbagai kota di dunia sebagai strategi untuk memperbaiki estetika kota sekaligus meningkatkan kualitas layanan jaringan. Di beberapa kota besar seperti di Filipina, misalnya, program serupa telah berhasil menghilangkan pemandangan kabel yang semrawut dan memberikan ruang jalan yang lebih bersih dan aman bagi pejalan kaki serta kendaraan. efektivitas model ini bisa menjadi inspirasi bagi Bukittinggi dalam merancang pelaksanaan di daerahnya.
Secara umum, mengubur kabel listrik di bawah tanah juga dapat meningkatkan ketahanan jaringan terhadap gangguan cuaca ekstrem seperti topan atau angin kencang, walau membutuhkan biaya awal yang lebih tinggi dibandingkan jaringan udara. Faktor estetika, aksesibilitas ruang publik, serta peningkatan nilai properti di kawasan urban juga menjadi beberapa manfaat jangka panjang dari strategi ini.
Integrasi dengan Perencanaan Kota yang Lebih Besar
Rencana penataan kabel bawah tanah juga sejalan dengan berbagai inisiatif pemerintah kota Bukittinggi dalam meningkatkan kualitas infrastruktur permukiman dan kota secara menyeluruh. Bukittinggi bahkan didorong untuk mengembangkan konsep Integrated City Planning (ICP) bersama Kementerian PUPR, yang mencakup penataan fasilitas umum dan jaringan infrastruktur secara terintegrasi guna mendukung pariwisata serta pembangunan berkelanjutan.
Dengan pendekatan tata ruang yang terencana, diharapkan Bukittinggi dapat mengatasi persoalan infrastruktur yang selama ini menjadi kendala, termasuk estetika kabel listrik, sekaligus mendorong kemajuan di sektor pariwisata dan urban living.
Pesan Inspiratif
Transformasi ruang publik seperti penataan kabel bawah tanah membawa pesan penting bagi generasi muda dan seluruh warga: perubahan besar sering dimulai dari perhatian terhadap detail kecil. Ketika tata kota menjadi lebih rapi dan estetis, bukan hanya kenyamanan yang meningkat, tetapi juga rasa bangga sebagai warga dengan kota yang bersih, modern, dan penuh potensi. Mari kita dukung perubahan positif ini sebagai bagian dari visi Bukittinggi yang lebih maju dan layak huni untuk semua.








