KotaBukittinggi.com — Pada Minggu, 11 Mei 2025, Lapangan Pacuan Kuda Bukik Ambacang di Bukittinggi akan menjadi saksi kembalinya tradisi pacu kuda yang telah mengakar dalam budaya Minangkabau. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kabupaten Agam, yang bertujuan untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Sejarah Pacu Kuda di Bukittinggi
Tradisi pacu kuda di Bukittinggi memiliki akar sejarah yang panjang, dimulai sejak tahun 1889 di era kolonial Belanda. Gelanggang Bukik Ambacang, yang terletak di Nagari Gadut, dikenal sebagai salah satu arena pacuan kuda tertua di Indonesia. Pada masa itu, pacuan kuda bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga menjadi ajang sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.
Dalam catatan sejarah, pacuan kuda di Bukittinggi pernah dikenal dengan istilah “Pacu Bugih” atau “Pacu Darab”, yang melibatkan kereta kuda dalam perlombaan. Acara ini menjadi hiburan rakyat yang sangat dinantikan, dengan penonton yang memadati tribun dan lereng bukit untuk menyaksikan jalannya perlombaan.
Persiapan Matang untuk Acara 2025
Menjelang pelaksanaan Pacu Kuda Wisata Derby 2025, Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kabupaten Agam telah mengadakan rapat koordinasi pada 10 April 2025. Rapat ini dipimpin oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ramlan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkomitmen untuk menyukseskan acara ini. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelaksanaan pacuan kuda agar tidak hanya ramai dan meriah, tetapi juga tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang hadir.
“Walaupun kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan, evaluasi dan peningkatan tetap harus dilakukan. Persiapan harus matang, dari hal terkecil seperti buku panduan acara dibuat menarik dan informatif, kemudian yang utama kenyamanan dan keamanan penonton, keamanan kuda dan jokinya, posisi berjualan harus jelas spot-spotnya dimana, posisikan tenda agar tidak menghalangi pandangan penonton di tribun, ini akan memudahkan akses masyarakat,” ujar Wako.
Rapat ini juga menegaskan sinergi antara Pemko Bukittinggi dan Pemkab Agam dalam mendukung kegiatan pacuan kuda, baik dari segi koordinasi, fasilitas, maupun anggaran, serta keterlibatan sponsor dan donatur. Dalam kesempatan ini pula dibentuk panitia penyelenggara resmi untuk kegiatan yang dijadwalkan akan digelar pada 11 Mei 2025 tersebut.
Fasilitas dan Kenyamanan Penonton
Untuk memastikan kenyamanan penonton, berbagai fasilitas pendukung akan disiapkan di sekitar arena pacuan. Hal ini termasuk pembangunan mushalla di area dekat Gelanggang Pacuan Kuda Bukik Ambacang, penataan lapangan yang lebih terstruktur, serta perbaikan fasilitas seperti tribun dan taman di sekitarnya. Beberapa perbaikan tersebut akan didorong melalui kerjasama CSR.
“Semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, kami minta untuk terlibat aktif dalam menyukseskan iven ini. Kita ingin kegiatan ini berdampak pada peningkatan pariwisata dan ekonomi masyarakat,” tambah Wako.
Keterlibatan Masyarakat dan Atraksi Budaya
Dalam rapat persiapan, unsur niniak mamak juga turut memberikan masukan, mengingatkan pentingnya pelayanan dan pengamanan pengunjung serta keselamatan joki dan kuda. Mereka juga mengusulkan agar acara dimeriahkan dengan atraksi budaya seperti pertunjukan talempong dan atraksi kuda, untuk menambah semarak dan memperkaya nilai budaya dalam acara tersebut.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi-Agam 2025 diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat. Dengan banyaknya pengunjung yang datang, sektor UMKM, kuliner, dan pariwisata diharapkan akan mengalami peningkatan. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang promosi budaya Minangkabau kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi-Agam 2025 bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga merupakan upaya pelestarian budaya dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, acara ini diharapkan dapat berjalan sukses dan menjadi agenda tahunan yang dinantikan oleh masyarakat.








