Bukittinggi, 18 April 2025 — Kabar menggembirakan datang dari Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi. Seekor bayi harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) betina telah lahir dan diberi nama Banun Kinantan. Kelahiran ini menambah jumlah koleksi harimau Sumatra di TMSBK menjadi delapan ekor, belum termasuk satu ekor lainnya yang masih dalam masa observasi.
Banun Kinantan: Simbol Keberhasilan Konservasi
Banun, yang kini berusia sekitar tiga bulan, merupakan hasil dari program konservasi yang dijalankan oleh TMSBK. Induknya, Dara Jingga, dan pejantan Bancah, telah berhasil menambah populasi harimau Sumatra yang saat ini terancam punah. Menurut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Banun dalam kondisi sehat dan aktif. Pemantauan rutin dilakukan oleh tim medis TMSBK dan BKSDA untuk memastikan pertumbuhannya optimal.
TMSBK: Kebun Binatang Tertua di Sumatera Barat
TMSBK, yang terletak di atas Bukit Cubadak Bungkuak, Bukittinggi, merupakan salah satu kebun binatang tertua di Indonesia dan satu-satunya di Sumatera Barat dengan koleksi hewan terlengkap di Pulau Sumatra . Selain sebagai tempat konservasi, TMSBK juga menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik bagi keluarga dan anak-anak.
Antusiasme Pengunjung Meningkat
Kelahiran Banun telah menarik perhatian masyarakat. Sejak awal April 2025, TMSBK mengalami lonjakan pengunjung, terutama selama libur Lebaran. Ribuan wisatawan memadati kebun binatang ini untuk melihat langsung Banun dan koleksi satwa lainnya . Harga tiket masuk yang terjangkau, yaitu Rp25.000 untuk dewasa dan Rp20.000 untuk anak-anak, turut mendukung tingginya minat pengunjung.
Peran TMSBK dalam Konservasi Harimau Sumatra
Harimau Sumatra merupakan spesies endemik yang saat ini berstatus kritis menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Populasinya di alam liar diperkirakan kurang dari 400 ekor. TMSBK berperan penting dalam upaya konservasi melalui program penangkaran dan edukasi kepada masyarakat. Kelahiran Banun menjadi bukti nyata keberhasilan program ini dan memberikan harapan baru bagi kelestarian harimau Sumatra di masa depan.
Upaya Edukasi dan Pelestarian
Selain konservasi, TMSBK juga aktif dalam kegiatan edukasi. Pengunjung dapat belajar tentang berbagai spesies satwa, termasuk harimau Sumatra, melalui papan informasi dan interaksi langsung dengan pemandu. Program edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian satwa langka dan habitatnya.
Kunjungi Banun di TMSBK
Bagi Anda yang berada di Bukittinggi atau berencana berkunjung, jangan lewatkan kesempatan untuk melihat Banun secara langsung. TMSBK buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Selain Banun, Anda juga dapat menikmati berbagai koleksi satwa lainnya dan menjelajahi Museum Rumah Adat Baanjuang serta Museum Zoologi yang berada dalam kompleks TMSBK.
Kelahiran Banun tidak hanya menjadi kebanggaan bagi TMSBK dan masyarakat Bukittinggi, tetapi juga simbol harapan bagi upaya konservasi harimau Sumatra di Indonesia. Mari bersama-sama mendukung pelestarian satwa langka ini untuk generasi mendatang.








