Bukittinggi Gagas Roadmap 1001 Event, Semua SKPD Diajak Berkontribusi

Penyusunan Roadmap 1001 Event

Bukittinggi Siapkan “1001 Event”: Pemantapan melalui FGD

Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk merumuskan roadmap pelaksanaan program unggulan “1001 Event” periode 2025–2030. Diskusi ini digelar di Aula Balai Kota pada hari Kamis, 27 November 2025, melibatkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai wujud keseriusan menjadikan event sebagai bagian integral pembangunan kota.

Dalam sambutannya, Plt. Asisten II Setdako Bukittinggi menegaskan bahwa target 1001 Event bukan lagi tanggung jawab satu dinas saja. “1001 event ini bukan hanya milik Dinas Pariwisata. Setiap SKPD memiliki ruang untuk menerjemahkan misi ini melalui kegiatan masing-masing,” ujarnya. Dengan demikian, program ini diharapkan berlangsung masif, terencana, dan berdampak nyata bagi warga — bukan sekadar serangkaian acara seremonial.

Tujuan dari FGD ini adalah menyamakan persepsi seluruh SKPD mengenai makna, target, serta dampak dari 1001 Event. Hasil diskusi akan dijadikan pedoman penyusunan jadwal serta panduan teknis pelaksanaan event agar berjalan konsisten, terukur, dan memberi manfaat langsung pada sektor pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat.


Apa Itu 1001 Event? Upaya Memantik Seni, Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Program 1001 Event sendiri merupakan bagian dari visi pembangunan kota di bawah kepemimpinan pemimpin daerah saat ini — bertujuan untuk menjadikan Bukittinggi sebagai kota penuh aktivitas budaya, pariwisata, kreatifitas, dan ekonomi lokal. Lewat event-event yang dirancang secara sistematis, pemerintah ingin memanfaatkan potensi alam, budaya, dan masyarakat untuk mendorong pergerakan ekonomi serta melestarikan warisan lokal.

Contoh terbaru penerapan semangat 1001 Event adalah Ngarai Sianok Festival 2025 — festival alam, budaya, dan kreativitas masyarakat yang digelar di kawasan geopark — di mana Bukittinggi menampilkan kekayaan alam dan budaya serta memberdayakan pelaku ekonomi kreatif setempat. Festival tersebut mendapat sambutan positif dan dianggap sebagai langkah strategis untuk menempatkan Bukittinggi sebagai destinasi wisata dan ekonomi kreatif.

Dengan roadmap 1001 Event, diharapkan acara seperti festival budaya, event olahraga, pameran seni, pelatihan keterampilan, pasar kreatif, dan event komunitas bisa direncanakan secara lebih baik — memberi dampak jangka panjang, terstruktur, dan inklusif.


Pentingnya Menyatukan Persepsi: Dari Ruang Diskusi ke Aksi Nyata

FGD penyusunan roadmap bukan hanya ritual administratif: ini momen untuk menyelaraskan visi seluruh perangkat daerah. Tanpa kesepahaman, event bisa berjalan sporadis, kurang terintegrasi, bahkan berdampak minimal bagi masyarakat.

Dengan melibatkan seluruh SKPD — dari pariwisata, kebudayaan, perdagangan, pemuda-olahraga, hingga sosial dan pemerintahan — roadmap 1001 Event menjadi instrumen bersama. Setiap dinas dapat menyesuaikan program kerja dengan semangat event, sehingga jadwal kegiatan kota menjadi padat dan beragam tetapi tetap terkoordinasi.

Selain itu, pemerintah menekankan bahwa event harus membawa manfaat: membuka ruang usaha untuk UMKM, menarik wisatawan, memberi ruang kreasi bagi seniman muda, dan memperkuat identitas budaya lokal. Event bukan hanya hiburan, tetapi bagian dari strategi pembangunan yang memberi nilai tambah ekonomi dan sosial.


Tantangan & Komitmen Agar 1001 Event Berjalan Konsisten

Menyusun roadmap besar tentu bukan tugas ringan. Beberapa tantangan yang perlu diantisipasi:

  • Koordinasi antar SKPD: Setiap dinas memiliki visi dan programnya sendiri. Menyatukan arah tanpa tumpang-tindih membutuhkan komunikasi intens dan komitmen bersama.
  • Kualitas dan keberlanjutan event: Agar tidak sekadar seremonial, event harus dirancang dengan matang — dari perencanaan, anggaran, pelibatan komunitas, hingga evaluasi dampak.
  • Keterlibatan masyarakat dan pelaku lokal: Event yang sukses membutuhkan partisipasi warga, seniman, pelaku UMKM — bukan hanya pemerintah. Publik harus merasa memiliki.
  • Pendanaan dan sumber daya manusia: Banyak event berarti butuh anggaran, tenaga, dan manajemen. Pemerintah perlu memastikan alokasi anggaran serta dukungan SDM tetap tersedia.
  • Pelestarian alam dan budaya: Event — terutama wisata alam atau budaya — harus digelar dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan nilai lokal.

Melalui FGD dan roadmap, Pemko Bukittinggi menunjukkan komitmen untuk mengatasi tantangan tersebut dengan perencanaan yang matang dan kontrol bersama.


Implikasi untuk Warga dan Pelaku Kreatif di Bukittinggi

Bagi warga — terutama generasi muda, pelaku seni, budayawan, maupun pelaku UMKM — roadmap 1001 Event memberi harapan besar. Event yang direncanakan dengan baik membuka peluang:

  • Ruang kreatif dan ekspresi seni yang rutin.
  • Peluang ekonomi bagi pedagang, perajin, pelaku wisata, dan jasa pendukung.
  • Peningkatan kunjungan wisata — mendongkrak usaha mikro dan kecil.
  • Kesempatan pelatihan, kolaborasi, dan networking antar komunitas.

Dengan demikian, warga bisa aktif berperan dalam pembangunan kota — bukan sekadar menjadi penonton, tetapi pelaku dan pembangun budaya serta ekonomi lokal.


Sejarah dan Konteks 1001 Event dalam Visi Bukittinggi Gemilang

Program 1001 Event bukan ide mendadak. Ia menjadi bagian dari visi pembangunan jangka panjang yang dicanangkan oleh pemerintahan terbaru di Bukittinggi — sebagai upaya merevitalisasi peran kota dari sekadar lokasi wisata, menjadi pusat budaya, kreatifitas, dan inovasi sosial-ekonomi.

Dalam konteks global dan nasional, model event-based economy semakin populer sebagai strategi pembangunan kota: menggabungkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan partisipasi masyarakat — sekaligus menjaga karakter lokal. Bukittinggi dengan identitas alam dan budaya yang kuat punya potensi besar menerapkan pendekatan ini.

Melalui roadmap, event tak lagi sporadis — tetapi bagian terencana dari pembangunan berkelanjutan, dengan dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang bisa dinikmati jangka panjang oleh seluruh warga.


Pesan untuk Generasi Muda: Ayo Bergabung, Ciptakan Perubahan lewat Kreativitas

Untuk kamu warga Bukittinggi (terutama usia 18–50 tahun), momen ini adalah pintu terbuka untuk berkreasi dan memberi warna kota. Jika kamu punya ide festival seni, pertunjukan budaya, komunitas seni, event olahraga, pasar kreatif, atau kegiatan sosial — 1001 Event memberi ruang.

Jangan ragu untuk menyuarakan ide, berkolaborasi, berkarya. Jadilah bagian aktif dalam pembangunan kota melalui kreativitasmu. Karena setiap event bisa jadi langkah kecil yang memberi dampak besar: memperkuat identitas, membuka peluang usaha, dan menguatkan kebersamaan.

Mari kita jadikan Bukittinggi bukan sekadar kota warisan — tetapi kota karya, kota kreativitas, dan kota bersama yang gemilang.

  • Total page views: 36,365
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor