Jakarta — Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih untuk ketiga kalinya sejak pelantikannya pada Oktober 2024, Rabu (17/9/2025). Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Partai Gerindra sebagai salah satu partai koalisi penting dengan penambahan jatah posisi dalam kabinet.
Menurut berbagai sumber, dalam reshuffle jilid tiga ini, Prabowo melantik 11 tokoh baru, yang terdiri dari menteri, wakil menteri, dan kepala badan setingkat menteri. Beberapa nama yang menonjol antara lain Letjen (Purn) Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
Gerindra Memperoleh Penambahan Posisi
Partai Gerindra diketahui mendapatkan tambahan kursi dalam reshuffle ini, terutama melalui pengangkatan tokoh-tokoh dari lingkar partai maupun orang kepercayaan. Penambahan jatah Gerindra terlihat pada posisi yang sebelumnya lowong atau diisi oleh pihak lainnya, kini dialihkan atau diisi oleh kader yang dekat dengan partai.
Contoh konkret adalah posisi Menko Polkam yang semula dijabat oleh Budi Gunawan, kemudian digantikan oleh Djamari Chaniago. Nama Erick Thohir juga dipindahkan ke Menpora. Penunjukan pejabat-pejabat baru ini menunjukkan Gerindra mengisi beberapa posisi strategis dalam kabinet.
Daftar Lengkap Pejabat Baru dalam Reshuffle Jilid 3
Berdasarkan laporan Katadata dan Bisnis.com, berikut daftar pejabat baru yang dilantik Prabowo dalam reshuffle ketiga:
- Menteri
- Letjen (Purn) Djamari Chaniago – Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam)
- Erick Thohir – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)
- Wakil Menteri
- Afriansyah Noor — Wamen Ketenagakerjaan
- Rohmat Marzuki — Wamen Kehutanan
- Farida Fachira — Wamen Koperasi
- Kepala Badan / Pejabat Setara Menteri
- Angga Raka Prabowo — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
- Muhammad Qodari — Kepala Staf Kepresidenan
- Ahmad Dofiri — Penasihat Khusus Presiden bidang keamanan, ketertiban, dan reformasi Polri
- Nanik Sudaryati Deyang — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional
- Sonny Sanjaya — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional
- Sarah Sadiqah — Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP)
Alasan dan Dampak Reshuffle
Reshuffle ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan setelah perombakan kedua, serta menyesuaikan strategi pemerintahan dengan dinamika politik terkini. Dari sisi Gerindra, tambahan kursi ini memberikan ruang lebih besar untuk mengawal program-program pemerintahan, termasuk bidang keamanan, organisasi kabupaten/kota, dan pelayanan publik.
Adapun dampak langsungnya termasuk penguatan posisi partai koalisi dalam kabinet, penyegaran pejabat, dan kemungkinan perubahan arah kebijakan atau prioritas kementerian/badan terkait. Misalnya, dengan pengangkatan manu-manusia baru di Posisi Polkam dan kementerian strategis lainnya, diharapkan ada akselerasi dalam kebijakan keamanan, ketertiban, dan diplomasi.
Kritik dan Tantangan
Meski reshuffle ini mendapat sambutan positif dari sebagian pihak, ada juga kritik terkait frekuensi perubahan kabinet yang dinilai tinggi dalam waktu relatif singkat. Beberapa pengamat mengatakan bahwa kekonsistenan kebijakan dan keberlanjutan program bisa terganggu jika pejabat tidak punya cukup waktu adaptasi.
Selain itu, publik berharap bahwa tambahan jatah posisi Gerindra bukan hanya simbol politik, tetapi juga diikuti dengan kualitas pemerintahan yang lebih baik, transparansi, dan akuntabilitas. Karena tanpa itu, perubahan struktural saja tidak cukup memuaskan harapan publik.
Konteks Sejarah dan Masa Kini
Reshuffle kabinet bukan fenomena baru dalam sejarah Indonesia. Sejak era pasca reformasi, banyak presiden melakukan perombakan kabinet demi menjaga stabilitas politik, merespons tekanan publik, atau mengatasi dinamika partai koalisi. Kabinet Merah Putih sendiri sudah mengalami beberapa perubahan sejak dibentuk pada Oktober 2024.
Partai Gerindra, sebagai salah satu partai pemenang dalam pemilu 2024, sejak awal menaruh perhatian besar pada posisi jabatan dalam kabinet. Penambahan jatah kini diharapkan dapat membantu Gerindra lebih efektif menjalankan fungsi pengawasan dan pelaksanaan program, terutama dalam bidang-bidang prioritas seperti keamanan, ketenagakerjaan, dan gizi.
Harapan dan Pesan Inspiratif
Dengan reshuffle ini, Gerindra dan partai koalisi diharapkan tidak hanya mengejar kuantitas posisi, tetapi kualitas pelaksanaan tugas. Karena pada akhirnya rakyat memandang yang nyata: pelayanan publik yang lebih baik, kebijakan yang lebih berpihak, dan pemerintahan yang tidak sekadar pergantian figur.
Bagi generasi muda, perubahan ini menunjukkan bahwa politik bukan hanya soal menang atau posisi, melainkan soal tanggung jawab. Inilah kesempatan untuk mengamati, ikut berpartisipasi, dan menuntut agar kepemimpinan benar-benar membawa perubahan positif.
Penutup
Penambahan jatah Gerindra dalam reshuffle ketiga kabinet Prabowo ini memperlihatkan dinamika politik yang terus berjalan, di mana posisi partai dalam koalisi dipertimbangkan tidak hanya dari seberapa besar kontribusi politiknya, tetapi juga dari kemampuan figur yang diusung untuk menjalankan amanah pemerintahan.
Mari kita saksikan bersama apakah reshuffle ini akan menjawab tantangan publik: keamanan, kesejahteraan, gizi, dan ketertiban. Karena perubahan struktural hanya bermakna jika benar-benar dirasakan oleh rakyat.








