Pemkab Agam Usulkan Trase Baru Tol Sicincin-Bukittinggi demi Kurangi Dampak ke Permukiman

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam mengajukan usulan trase baru untuk ruas Tol Sicincin-Bukittinggi. Usulan ini muncul sebagai respons atas kekhawatiran bahwa jalur awal yang direncanakan akan berdampak besar terhadap kawasan permukiman warga di sejumlah nagari.

Menurut klaim yang disampaikan, trase alternatif ini diyakini bisa menekan dampak sosial terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rencana tol. Perubahan trase pada proyek infrastruktur besar seperti ini bukan hal baru — banyak ruas Tol Trans Sumatra lainnya juga sempat mengalami revisi jalur karena pertimbangan sosial, lingkungan, atau teknis lapangan.

Tol Sicincin-Bukittinggi sendiri merupakan bagian dari rencana besar Jalan Tol Trans Sumatra yang menyambungkan wilayah Padang Pariaman hingga Bukittinggi. Proyek ini digadang-gadang bakal memangkas waktu tempuh secara signifikan dibanding jalur nasional yang ada sekarang, sekaligus membuka akses ekonomi baru bagi kawasan yang dilalui.

Bagi warga Bukittinggi dan sekitarnya, kelanjutan proyek ini punya arti penting: mempermudah mobilitas orang dan barang dari serta menuju kota wisata tersebut. Namun proses pembangunan jalan tol memang selalu melibatkan negosiasi panjang soal pembebasan lahan, ganti rugi, dan penyesuaian trase — sesuatu yang tampaknya masih terus berlangsung untuk ruas ini.

Pemkab Agam disebut akan terus mengawal proses ini bersama pemerintah pusat maupun pihak pelaksana proyek. Perkembangan lebih rinci soal trase final kemungkinan baru akan diketahui setelah proses survei dan kajian teknis rampung.

Warga di kawasan terdampak diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait proyek, mengingat perubahan trase bisa saja masih bergulir sebelum keputusan final diambil.

  • Total page views: 58,042
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor