Pemerintah Kota Bukittinggi kembali menegaskan komitmennya dalam menjamin kesehatan masyarakat. Bersama BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Pemko menandatangani adendum nota kesepakatan dan rencana kerja bersama terkait optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penandatanganan berlangsung di Aula Balai Kota, Jumat (17/10/2025).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Haris Prayudi, menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian Pemko Bukittinggi. Ia menilai kolaborasi ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan warganya.
“Tidak semua daerah di Sumatera Barat telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), namun Bukittinggi mampu mempertahankan predikat tersebut hingga saat ini…,” ujar Haris.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan kerja sama ini bertujuan memastikan seluruh masyarakat mendapat jaminan kesehatan yang layak. “Program JKN merupakan urusan wajib pemerintah daerah… Target kami, 98 persen masyarakat Bukittinggi harus terjamin dalam BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Selain itu, Ramlan juga mengumumkan pembangunan layanan cuci darah di RSUD Bukittinggi sebagai upaya peningkatan fasilitas kesehatan.
Melalui adendum ini, Bukittinggi memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah berstatus UHC di Indonesia. Bahkan, Presiden direncanakan akan memberikan UHC Award pada Januari 2026 mendatang bagi daerah dengan capaian di atas 98 persen peserta aktif.
Program JKN di Bukittinggi telah berlangsung sejak 2014 dan terus berkembang dengan dukungan penuh dari Pemko. Keberhasilan ini menunjukkan kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap pentingnya perlindungan kesehatan universal.
Sebagai kota dengan jumlah penduduk sekitar 125 ribu jiwa, Bukittinggi menjadi contoh implementasi nyata kebijakan pro-rakyat dalam bidang kesehatan. Dukungan lintas sektor, mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga RT/RW, menjadi fondasi utama keberlanjutan program ini.
Upaya Pemko Bukittinggi sejalan dengan visi Indonesia Sehat 2045, yang menekankan pentingnya kolaborasi pusat dan daerah dalam memperluas cakupan jaminan kesehatan.
Dengan langkah progresif ini, Bukittinggi tidak hanya menjaga statusnya sebagai kota sehat, tetapi juga menanamkan nilai solidaritas sosial yang kuat — bahwa setiap warga berhak atas pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi.
Pesan Inspiratif:
Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Semangat Pemko Bukittinggi menjadi pengingat bahwa kota yang peduli pada kesejahteraan rakyatnya adalah kota yang benar-benar maju. Mari dukung bersama upaya menuju Bukittinggi yang sehat, tangguh, dan inklusif.








