Jakarta – 22 Agustus 2025 — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berhasil meraih Penghargaan Pemerintah Daerah Terbaik Tingkat Provinsi dalam ajang Festival Perhutanan Sosial Nasional (PeSoNa) 2025. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar Siddiq, kepada Gubernur Mahyeldi Ansharullah di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.
Prestasi ini menjadi pengakuan atas komitmen Sumbar dalam memajukan program perhutanan sosial, membangun pemberdayaan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian hutan. Gubernur Mahyeldi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama masyarakat dan kelompok pengelola hutan yang telah mendukung pencapaian ini. “Alhamdulillah, ini hasil kerja bersama. Ke depan, kita tetap berkomitmen mendorong perhutanan sosial dan pengelolaan hutan agar tetap terjaga,” ujarnya.
Faktor Utama Keberhasilan Sumbar
Beberapa poin penting yang menjadi pertimbangan dalam penilaian penghargaan tersebut adalah:
- Adanya Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perhutanan Sosial.
- Dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
- Alokasi anggaran dari APBD, DBHDR, hingga program FOLU-NC tahap I–III.
- Pembentukan tim khusus dan Pokja Percepatan Perhutanan Sosial.
- Implementasi inovasi seperti IAD Hatta di Kabupaten Lima Puluh Kota.
- Rekam jejak penghargaan nasional sebelumnya.
- Sinergi dengan berbagai pihak dalam fasilitasi Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).
Suara dari Puncak Pemerintahan Kehutanan
Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar Siddiq, menyampaikan bahwa perhutanan sosial adalah elemen kunci menjaga keseimbangan antara pelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat. Pada Festival PeSoNa 2025, tema “Merawat Hutan, Mewariskan Harapan” dipilih sebagai penekanan arti penting kolaborasi dan kesinambungan antargenerasi.
Dia juga menambahkan bahwa hingga saat ini, akses pengelolaan hutan untuk masyarakat telah mencapai lebih dari 8,3 juta hektar, mencakup lebih dari 1,4 juta kepala keluarga dan terbentuk sekitar 15.758 KUPS. KUPS ini telah menghasilkan komoditas pertanian seperti jagung, padi, kopi, madu hutan, kakao, kemiri, hingga produk ekowisata.
Mengapa Ini Penting untuk Sumatera Barat
- Pembangunan yang inklusif dan hijau
Penghargaan ini menegaskan posisioning Sumbar sebagai provinsi yang mampu menyelaraskan pelestarian lingkungan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. - Pemberdayaan Komunitas Lokal
Melalui KPS dan KUPS, masyarakat sekitar hutan tidak hanya menjadi penjaga, tetapi juga pelaku utama ekonomi berkelanjutan. - Provinsi Pionir Kini dan Nanti
Konsistensi dan inovasi yang ditunjukkan oleh Sumbar menjadi inspirasi bagi provinsi lain untuk menerapkan perhutanan sosial secara serius. - Penguatan Ekonomi Hijau Nasional
Program ini selaras dengan visi nasional terhadap ekonomi berkelanjutan, ketahanan pangan, energi, serta kesetaraan peluang antarwilayah.
Tambahan Konteks & Sejarah
- Awal perhutanan sosial di Sumbar
Komitmen pemerintah dan masyarakat terhadap pengelolaan hutan berbasis sosial sudah kelihatan sejak beberapa tahun sebelumnya. Perda Perhutanan Sosial menjadi payung hukum yang memperkuat landasan pelaksanaannya. - IAD Hatta sebagai praktik inovatif
Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi contoh konkret bagaimana intervensi berbasis inovasi (IAD) bisa memberdayakan masyarakat sekaligus melestarikan hutan—dari sektor ekonomi hingga ekologi. - Dampak jangka panjang pada generasi sekarang
Generasi muda yang tumbuh dalam ekosistem ini adalah generasi yang menyadari bahwa hutan bukan saja lingkungan, tetapi juga modal ekonomi dan warisan tak ternilai. Mereka akan menjadi penjaga hutan sekaligus inovator dalam pembangunan berkelanjutan.
Pesan Inspiratif untuk Pembaca Muda
Penghargaan ini adalah cerminan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan swasta untuk membangun masa depan. Bagi kamu generasi muda—dokter hutan, pelaku ekowisata, atau aktivis lingkungan—kini adalah saatnya berkontribusi nyata.
Mulailah dari hal sederhana: bergabung dalam komunitas lokal, gunakan media sosial untuk menyuarakan kesadaran ekologis, atau ciptakan produk ekonomi kreatif berbasis sumber daya hutan.
Sumbar telah menunjukkan bahwa perhutanan sosial bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang menghasilkan penghargaan dan manfaat. Semoga prestasi ini menjadi semangat bersama: terus melestarikan hutan, memperkuat kesejahteraan masyarakat, dan mewariskan harapan kepada generasi mendatang.








