Wali Kota Bukittinggi Dorong Percepatan Penurunan Stunting

345 kasus stunting

Bukittinggi, 5 Mei 2025 — Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan komitmennya untuk mempercepat penurunan angka stunting di kota tersebut. Dalam rapat koordinasi yang digelar baru-baru ini, beliau menyampaikan bahwa saat ini terdapat 345 kasus anak stunting di Bukittinggi, yang memerlukan penanganan serius dan kolaboratif.

“Pemerintah daerah akan melakukan percepatan penurunan stunting dan kita perlu perencanaan anggaran. Kita akan libatkan semua, mulai dari RT, RW, kelurahan, hingga OPD terkait,” ujar Wali Kota Ramlan Nurmatias.


Stunting di Bukittinggi: Tantangan dan Upaya Penanganan

Stunting, kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, menjadi perhatian serius di Bukittinggi. Data terbaru menunjukkan prevalensi stunting di kota ini mencapai 10,3%, yang masih di atas target nasional sebesar 14%.

Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Kota Bukittinggi telah menetapkan target penurunan prevalensi stunting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yaitu 12,5% pada 2023, 11,6% pada 2024, 10,8% pada 2025, dan 10% pada 2026.


Strategi Percepatan Penurunan Stunting

Pemerintah Kota Bukittinggi telah mengimplementasikan berbagai program untuk menurunkan angka stunting, antara lain:

  • Program Kesehatan “Door to Door”: Tenaga kesehatan mendatangi rumah-rumah untuk memberikan edukasi gizi dan layanan kesehatan kepada balita dan ibu hamil.
  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Distribusi makanan bergizi kepada balita dan ibu hamil untuk meningkatkan asupan nutrisi.
  • Monitoring Pertumbuhan Balita: Pengukuran rutin tinggi dan berat badan anak di posyandu untuk mendeteksi dini risiko stunting.
  • Edukasi Gizi: Penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang dan pola makan sehat.

Kolaborasi dan Dukungan Anggaran

Pemerintah Kota Bukittinggi menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp1,4 miliar dari BKKBN untuk mendukung program keluarga berencana dan penurunan stunting. Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi serta edukasi gizi.


Peran Generasi Muda dalam Penanggulangan Stunting

Generasi muda, khususnya mereka yang berusia 18-50 tahun, memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan stunting. Sebagai calon orang tua atau orang tua muda, mereka perlu memahami pentingnya asupan gizi seimbang, pola asuh yang baik, dan akses terhadap layanan kesehatan.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan posyandu, edukasi gizi, dan program kesehatan lainnya, generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.

Penanganan stunting di Bukittinggi memerlukan upaya terpadu dari seluruh elemen masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, serta dukungan generasi muda, diharapkan angka stunting di Bukittinggi dapat terus menurun, menciptakan masa depan yang lebih sehat dan sejahtera bagi anak-anak kota ini.

  • Total page views: 50,046
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor