Sembilan atlet taekwondo asal Kota Bukittinggi, mayoritas dari kalangan pelajar, sukses menorehkan prestasi gemilang di Kejuaraan Best of The Best 2025 yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan. Turnamen ini memperebutkan Piala Bergilir Indonesia Taekwondo Fun (ITF) dan diikuti sekitar 200 peserta dari lima provinsi, terdiri dari Sumsel, Sumbar, Bangka Belitung, Jambi, serta Lampung.
Delegasi Bukittinggi berasal dari Dojang UIN dan dibina oleh pelatih Sabam Syafrul Prima Uncu serta pengawas teknis Noor Fadli dan wakil Kormi, Nasrul. Keberhasilan ini membuat masyarakat dan pihak sekolah merasa bangga atas capaian luar biasa dari para atlet muda.
Skuad Bukittinggi: Daftar Medali dan Capaian
Berikut daftar prestasi yang berhasil dibawa pulang oleh kontingen Bukittinggi:
- Emas: Rizki, Jihan MR, Charin Miranda
- Perak: Tori Afrianto, Avila Vidella
- Perunggu: Chello, Alif, Silvia, Mawar
Sabam Uncu, pelatih kepala, menyampaikan rasa syukurnya:
“Alhamdulillah, semua atlet berhasil mendapat prestasi. Bertanding di dua hari 14 dan 15 Juni bersaing dengan 200 atlet lain dari beragam provinsi.”
Upaya Persiapan dan Harapan Besar
Tim Bukittinggi mempersiapkan diri secara serius. Latihan intensif dijalani sebelum berangkat, didukung oleh sekolah dan keluarga yang memberi ruang serta dukungan penuh meskipun bertepatan dengan jadwal ujian. Orang tua dari sang atlet, Muhammad Syafei, menyampaikan:
“Kami mendapat dukungan penuh dari SD Al Ishlah … meski dalam waktu yang bersamaan dengan jadwal ujian sekolah. Semoga ada apresiasi dan dukungan pendanaan dari pemerintah…”
Situasi ini mencerminkan semangat gotong royong antara keluarga, sekolah, dan komunitas untuk mengedepankan prestasi atlet.
Langkah Berikutnya: Menuju Pornas NTB
Selanjutnya, para atlet Bukittinggi dipersiapkan untuk tampil di gelaran Pekan Olahraga Rekreasi Nasional (Pornas) yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat. Sabam Uncu berharap dukungan moril dan materiil dari pemerintah agar persiapan mereka semakin matang.
Signifikansi Turnamen “Best of The Best”
Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah edukasi dan pengembangan mental bagi atlet muda. Dibuka secara resmi oleh Sekjen ITF, Aman Nurahman Sabri, turnamen diakhiri dengan semangat sportivitas tinggi dan aspirasi melahirkan generasi taekwondo unggulan.
Fakta dan Konteks: Sejarah & Peran Taekwondo di Bukittinggi
- Awal Taekwondo di Bukittinggi
Taekwondo mulai dikenal di Bukittinggi pada akhir 1990-an, diperkenalkan oleh pelatih lokal yang pernah menimba ilmu di luar negeri. - Dojang UIN sebagai Pusat Pembinaan
Dojang Universitas Islam Negeri (UIN) di Bukittinggi telah menjadi pusat talenta. Banyak atlet pelajar lahir dan diasah sejak usia dini di sini. - Prestasi di Kejuaraan Regional & Nasional
Selain Best of The Best, atlet Bukittinggi juga rutin menorehkan prestasi di kejuaraan antar-PTN dan Piala Provinsi, menunjukkan konsistensi dalam prestasi. - Taekwondo sebagai Pilar Pendidikan Karakter
Disiplin, fokus, sportivitas, serta ketahanan mental adalah nilai utama taekwondo yang ditanamkan pada generasi muda Bukittinggi. - Dampak Sosial Budaya
Atlet berprestasi sering dipercaya untuk tampil dalam kegiatan sosial maupun pengembangan olahraga di sekolah-sekolah setempat, menjadikan mereka panutan positif.
Ajakan & Pesan Inspiratif
Prestasi atlet taekwondo Bukittinggi adalah bukti nyata bahwa kerja keras, dukungan keluarga dan sekolah, serta semangat juang tak pernah mengkhianati hasil. Bagi kamu, generasi muda berusia 18–50 tahun, semoga kisah ini menjadi motivasi: bangun pagi, latih diri secara konsisten, dan raih impianmu, apa pun tantangannya.
Mari dukung terus atlet-atlet muda daerah kita—melalui apresiasi, dorongan moral, atau bahkan volunter di masa mendatang. Siapa tahu, kamu bisa jadi bagian dari sejarah selebrasi prestasi Bukittinggi berikutnya!








