Eksotisme Panas Alami di Lereng Gunung Talang
Sumatera Barat makin bersinar di peta pariwisata Nusantara lewat dua destinasi alam yang menawan: Pemandian Air Panas Tabek Patah dan Pincuran Tujuah. Dua surga tersembunyi ini berada di Kabupaten Solok, dikenal sebagai warisan budaya alam sekaligus titik penyembuhan alami.
Tabek Patah: Kolam Panas Berkhasiat
Terletak sekitar 50 km dari Kota Solok, Tabek Patah memikat pengunjung dengan sumber air panas bersuhu 45–50°C yang berasal murni dari aktivitas vulkanik Gunung Talang. Kandungan belerangnya dipercaya memberi manfaat, seperti meredakan penyakit kulit dan reumatik, bahkan menjadi terapi alami. Tiket masuk hanya Rp10.000, namun pengguna diimbau mengikuti prosedur, seperti membantu tubuh beradaptasi terhadap suhu panas secara bertahap
Pincuran Tujuah: Air Panas & Tradisi
Sekitar lereng Gunung Talang juga menyimpan Pincuran Tujuah, “air pancuran tujuh” yang konon menjadi tempat pemandian putri raja zaman dulu. Air panas alami itu muncul dari tujuh titik pancuran di kaki bukit, membentuk sauna alam terbuka yang alami dan menenangkan.
Kini kawasan ini juga menjadi geowisata dengan dukungan masyarakat lokal untuk menjaga dan mengenalkan kekayaan alam dan tradisi setempat
Tabek Patah & Desa Panorama
Tak jauh dari sana, Desa Tabek Patah di Kecamatan Salimpaung, Tanah Datar, menyuguhkan panorama memukau dari ketinggian ±1.090 m dpl. Perbukitan yang hijau, hutan pinus, dan danau kembar terbentuk dari legenda runtuhnya bukit “Puncak Pela” menjadikan tempat ini favorit pecinta selfie dan edukasi alam
Akses & Fasilitas
Tabek Patah mudah dijangkau, hanya sekitar 2 jam dari Bandara Minangkabau melalui akses jalan yang sudah mulai bagus. Di sana tersedia fasilitas homestay, area parkir, warung, musholla, dan spot foto Instagramable. Begitu pun Pincuran Tujuah, meski akses jalan sempit, atmosfer desa yang alami dan tradisi Alek Kapalo Banda menjaga mata air tetap suci adalah daya tarik tersendiri
Zaman Dulu & Kini: Jejak Legendaris yang Terus Hidup
- Legenda & Mekanisme Alami
Nama Tabek Patah berasal dari cerita runtuhnya bukit yang menutup dan membelah kolam alami, menciptakan dua danau indah
Sementara Pincuran Tujuah adalah simbol karomah lokal: konon Syekh Burhanudin menancapkan tongkat tujuh kali hingga memancarkan tujuh pancuran, lalu dibangun masjid sebagai pusat wudhu - Tradisi & Gotong Royong
Tradisi turun-temurun seperti Alek Kapalo Banda di Pincuran Tujuah menjadi momentum syukur atas mata air sebagai sumber kehidupan. Inti tradisi ini tetap lestari hingga 124 kali pelaksanaan, merekatkan sosial budaya lokal
Komunitas desa Tabek Patah pun bergotong royong membangun ekowisata, mengedepankan semangat desa maju melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah - Konsep Wisata Berkelanjutan
Kedua destinasi ini didorong mengusung konsep ramah lingkungan lewat pengelolaan lokal. Di Tabek Patah, wisata edukatif mengajak pengunjung mengenal ekosistem pegunungan dan budaya tradisional. Pincuran Tujuah menjaga kesakralan masjid dan pelestarian mata air.
Persiapan Sebelum Berkunjung
- Pakailah pakaian ganti lengkap, sandal atau alas kaki antislip, dan handuk sendiri karena fasilitas penginapan terbatas
- Gunakan jalur trekking ringan, terutama ke pancuran tinggi. Berhati-hatilah untuk menjamin keamanan saat menerjang suhu air panas.
- Ikuti petunjuk desa tentang staging suhu saat mandi panas – rendam kaki setelah itu secara bertahap ke seluruh tubuh guna menghindari cedera .
- Bagi Anda yang ingin menikmati tradisi lokal atau pelestarian gua budaya, jadwalkan kunjungan saat ada ritual Alek Kapalo Banda yang digelar tiap April.
Mengapa Wajib Dikunjungi di 2025
Tahun 2024 menjadi momentum pengembangan infrastruktur dan promosi kuat ke pariwisata Solok Selatan, Tanah Datar, dan Limopuluah. Pada 2025, desa wisata Tabek Patah dan Pincuran Tujuah dijadikan prioritas untuk eko-paket wisata, dengan kolaborasi BUMDes lokal, dinas pariwisata, dan kearifan budaya Minang. Agenda rutin seperti Festival Panorama dan ritual mata air menjadikan destinasi ini bukan sekadar tempat mandi, melainkan pengalaman budaya yang meresap.
Ajak Tiap Generasi Menyatu dengan Alam
Kunjungan ke Tabek Patah dan Pincuran Tujuah bukan hanya eksplorasi wisata, tapi juga pembauran budaya, pelestarian alam, dan penguatan identitas lokal. Generasi milenial dan Z wajib melestarikan sejarah alam dan tradisi banyak manfaat ini.








