Bukittinggi, KotaBukittinggi.com — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Palang Merah Indonesia (PMI), Pemerintah Kota Bukittinggi bersama PMI Kota Bukittinggi menggelar kegiatan donor darah massal. Acara yang berlangsung di Balai Kota Bukittinggi pada Senin (8/9/2025) ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari aparatur sipil negara, TNI-Polri, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT PMI yang tahun ini mengusung tema “Bergerak Bersama untuk Kemanusiaan.” Tema tersebut menjadi pengingat sekaligus ajakan agar seluruh lapisan masyarakat terus menumbuhkan rasa kepedulian, solidaritas, dan gotong royong, terutama dalam membantu sesama yang membutuhkan darah.


Antusiasme Tinggi dari Masyarakat

Sejak pagi, peserta donor darah mulai memadati area Balai Kota. Mereka tampak antusias mengikuti proses registrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pelaksanaan donor darah yang dilakukan oleh tim medis dari PMI Bukittinggi.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmantias, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya. “Donor darah adalah bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Setiap tetes darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan nyawa orang lain. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Bukittinggi yang berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ungkapnya.


PMI sebagai Garda Terdepan Kemanusiaan

Palang Merah Indonesia sejak awal berdirinya pada 17 September 1945 telah menjadi garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan. Dari masa darurat kemerdekaan hingga kini, PMI terus konsisten memberikan layanan donor darah, penanggulangan bencana, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Ketua PMI Bukittinggi menegaskan, “Kegiatan donor darah massal ini tidak hanya dalam rangka peringatan HUT PMI, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan stok darah di Unit Transfusi Darah. Dengan ketersediaan darah yang cukup, rumah sakit di Bukittinggi bisa lebih siap menghadapi kebutuhan pasien kapan pun dibutuhkan.”


Donor Darah, Kecil Tapi Berdampak Besar

Menurut data WHO, kebutuhan darah di Indonesia setiap tahunnya mencapai sekitar 5,1 juta kantong. Namun, ketersediaan darah di berbagai daerah sering kali masih terbatas. Di Bukittinggi sendiri, kebutuhan darah meningkat seiring dengan jumlah pasien rumah sakit yang datang tidak hanya dari Bukittinggi, tetapi juga dari berbagai daerah sekitar Sumatera Barat.

Donor darah menjadi salah satu langkah sederhana yang berdampak besar. Selain menolong orang lain, donor darah juga bermanfaat bagi kesehatan pendonor, mulai dari memperlancar sirkulasi darah, menurunkan risiko penyakit jantung, hingga merangsang produksi sel darah baru.

Salah satu peserta, seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang yang berasal dari Bukittinggi, mengatakan, “Saya rutin mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Selain merasa sehat, saya juga senang bisa membantu orang lain.”


Semangat Kemanusiaan di Bukittinggi

Kota Bukittinggi dikenal sebagai kota perjuangan dan pendidikan sejak masa kemerdekaan. Nilai-nilai kepedulian dan gotong royong telah melekat dalam kehidupan masyarakatnya. Momentum HUT ke-80 PMI menjadi refleksi sekaligus pengingat bahwa semangat kemanusiaan tidak boleh luntur.

Selain donor darah, kegiatan peringatan HUT PMI di Bukittinggi juga dirangkaikan dengan penyuluhan kesehatan, kampanye gaya hidup sehat, dan edukasi tentang pentingnya menjaga pola hidup bersih untuk mencegah penyakit menular.

Menurut Dinas Kesehatan Bukittinggi, kegiatan seperti ini penting untuk membangun kesadaran generasi muda agar peduli terhadap isu kesehatan dan kemanusiaan. Jika gerakan ini terus berlanjut, bukan mustahil Bukittinggi bisa menjadi salah satu kota dengan tingkat partisipasi donor darah tertinggi di Sumatera Barat.


PMI dan Tantangan Masa Kini

Seiring perkembangan zaman, tantangan PMI semakin kompleks. Selain memastikan ketersediaan darah, PMI juga dituntut untuk sigap dalam menghadapi bencana alam, penyebaran penyakit, hingga perubahan iklim yang berdampak pada kesehatan masyarakat.

Dalam konteks ini, PMI Bukittinggi berkomitmen memperkuat jaringan relawan muda. Kehadiran relawan muda yang aktif, terlatih, dan penuh semangat menjadi harapan baru bagi keberlanjutan misi kemanusiaan PMI di masa depan.


Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda

Perayaan HUT ke-80 PMI di Bukittinggi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin peduli terhadap kemanusiaan.

Wali Kota Ramlan menutup sambutannya dengan pesan inspiratif: “Kemanusiaan tidak mengenal batas. Siapa pun bisa berkontribusi, sekecil apa pun perannya. Donor darah adalah salah satu wujud nyata cinta kasih kepada sesama. Mari kita terus rawat semangat kepedulian ini, agar Bukittinggi tetap dikenal sebagai kota yang tidak hanya bersejarah, tetapi juga berhati besar.”

Bagi anak muda, pesan ini menjadi relevan. Di tengah kesibukan dan gaya hidup modern, menyisihkan waktu untuk kegiatan sosial seperti donor darah dapat menjadi bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.