Bukittinggi Raih Lagi Swasti Saba Wiwerda 2025

Bukittinggi Raih Lagi Swasti Saba Wiwerda 2025

Bukittinggi Kembali Terima Swasti Saba Wiwerda: Bukti Kota Seha

Bukittinggi resmi menyandang predikat “kota sehat” nasional tahun 2025 setelah menerima penghargaan Swasti Saba Wiwerda dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes). Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa upaya pemerintah dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman untuk dihuni berhasil mendapatkan pengakuan nasional.

Penyerahan penghargaan ini sekaligus menegaskan posisi Bukittinggi sebagai salah satu kota di Indonesia yang konsisten dalam menerapkan standar Kota Sehat atau Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Bagi warga, pencapaian ini membawa kebanggaan — sekaligus harapan agar kualitas hidup, layanan publik, dan lingkungan terus terjaga dan ditingkatkan.


Perjalanan Menuju Swasti Saba Wiwerda 2025

Upaya meraih penghargaan ini bukan semata formalitas. Bukittinggi melalui pemerintah kota bersama masyarakat telah menjalankan rangkaian program dan kebijakan: peningkatan sanitasi, lingkungan yang tertata, pelayanan kesehatan dan publik, pengelolaan sampah, hingga pembangunan fasilitas umum yang layak.

Baru-baru ini, pengurus Forum Kota Sehat Bukittinggi dilantik sebagai bagian dari persiapan menuju verifikasi 2025, dengan komitmen memperkuat kolaborasi antar perangkat daerah, pemerintah, dan masyarakat. Komitmen ini menjadi pondasi penting untuk memenuhi 9 tatanan yang menjadi tolok ukur penilaian KKS.

Pemerintah kota di bawah kepemimpinan Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa Bukittinggi tidak sekadar mengejar penghargaan, melainkan ingin memastikan bahwa semua warga bisa menikmati hasil dari kebijakan publik: lingkungan sehat, fasilitas memadai, dan rasa aman.


Apa Itu Swasti Saba & Wiwerda?

Swasti Saba adalah penghargaan yang diberikan Kemenkes melalui program KKS untuk kota/kabupaten yang berhasil menerapkan standar Kota Sehat — berupa lingkungan yang bersih, layak, aman, sehat, dan nyaman untuk warganya.

Terdapat beberapa tingkatan dalam Swasti Saba:

  • Padapa — tingkatan dasar bagi kota/kabupaten yang memenuhi standar minimal.
  • Wiwerda — tingkat pembinaan dan pengembangan lebih lanjut; menunjukkan kualitas lingkungan dan layanan yang lebih baik.
  • Wistara — tingkatan tertinggi, untuk kota/kabupaten dengan lingkungan sangat sehat dan tertata.

Dengan diraihnya tingkatan Wiwerda, Bukittinggi menunjukkan bahwa kota ini telah melewati berbagai tahap penataan dan pembenahan — dan siap mempertahankan serta meningkatkan kualitas hidup warganya.


Komponen Penilaian: 9 Tatanan & 136 Indikator

Penilaian terhadap Kota Sehat dilakukan melalui 9 tatanan, meliputi aspek kesehatan, sanitasi, lingkungan, fasilitas umum, pendidikan, pasar, pariwisata, transportasi & lalu lintas, hingga perlindungan sosial dan pencegahan bencana. Setiap tatanan memiliki indikator spesifik — total 136 – yang harus dipenuhi agar kota berpeluang meraih predikat tinggi.

Bagi Bukittinggi, artinya tidak cukup hanya dengan kebijakan parsial — tetapi dibutuhkan konsistensi dalam berbagai aspek kehidupan: dari kebersihan jalan dan lingkungan, pengelolaan sampah, fasilitas umum, hingga pelayanan kesehatan dan sosial. Keberhasilan meraih Wiwerda menandakan bahwa kriteria-kriteria tersebut telah dipenuhi dengan baik.


Dampak Nyata bagi Warga Bukittinggi

Pencapaian prestisius ini memberikan efek langsung dalam kehidupan sehari-hari warga:

  • Lingkungan lebih bersih dan nyaman — dengan sanitasi dan fasilitas publik yang baik, mengurangi risiko penyakit, banjir, atau banjir kecil akibat drainase buruk.
  • Kesehatan dan layanan publik meningkat — fasilitas kesehatan, posyandu, dan layanan dasar lainnya didorong agar bisa dirasakan semua lapisan masyarakat.
  • Rasa aman dan kenyamanan — tata ruang, transportasi, serta kebijakan pengelolaan kota yang lebih baik meningkatkan kenyamanan warga dan wisatawan.
  • Daya tarik bagi wisatawan dan investor — kota sehat cenderung lebih menarik bagi wisatawan, pemerhati lingkungan, dan investasi — memperkuat ekonomi lokal dan lapangan kerja.

Bagi generasi muda — pekerja, mahasiswa, wirausahawan — ini artinya kesempatan lebih besar untuk hidup nyaman, berkarya, dan menetap di kota sendiri.


Sejarah Singkat Bukittinggi dengan Program Kota Sehat

Bukittinggi punya catatan panjang dalam program Kota Sehat. Sebelumnya kota ini pernah meraih predikat tertinggi, dan melalui dinamika pembangunan, komunitas, serta kebijakan publik, Bukittinggi terus memperbaiki diri. Faktanya, pelantikan pengurus Forum Kota Sehat adalah bagian dari upaya konsolidasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan program.

Secara nasional, penghargaan Swasti Saba 2025 diberikan kepada sejumlah kota/kabupaten sebagai pengakuan atas upaya membangun lingkungan hidup sehat dan berkelanjutan — sebuah komitmen sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di bidang kesehatan dan lingkungan.

Dengan penerimaan Wiwerda tahun ini, Bukittinggi menunjukkan bahwa kota kecil pun bisa bersaing di tingkat nasional — asalkan ada komitmen bersama dari pemerintah, masyarakat, dan komunitas untuk menjaga kualitas hidup dan lingkungan.


Tantangan & Pekerjaan Rumah ke Depan

Meski sudah meraih Wiwerda, bukan berarti tugas selesai. Tantangan berikut tetap harus dijawab:

  • Konsistensi pemeliharaan lingkungan dan sanitasi — menjaga kebersihan, drainase, sampah, dan ruang publik agar terus layak.
  • Penyempurnaan fasilitas umum & layanan dasar — terutama di kawasan padat penduduk dan permukiman tua agar akses air, sanitasi, kesehatan tetap merata.
  • Partisipasi aktif warga & komunitas — keberhasilan kota sehat sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat: dari menjaga lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, hingga peduli terhadap fasilitas publik.
  • Penyesuaian dengan pertumbuhan kota & wisatawan — Bukittinggi yang juga kota wisata harus mampu menjaga keseimbangan antara arus wisata, populasi, dan kualitas lingkungan.
  • Adaptasi terhadap tantangan modern — seperti perubahan iklim, urbanisasi, dan kebutuhan sanitasi modern tanpa merusak lingkungan.

Dengan tetap waspada dan menjaga komitmen, Bukittinggi bisa mempertahankan — bahkan meningkatkan — predikat kota sehat di masa depan.


Pesan untuk Generasi Muda Bukittinggi

Untuk kamu warga muda Bukittinggi — usia 18–50 tahun — penghargaan ini adalah panggilan untuk terus menjaga kota kita. Jadilah bagian dari perubahan nyata: buang sampah pada tempatnya, jaga lingkungan, dukung program sanitasi dan kebersihan, serta sebarkan kesadaran hidup sehat di lingkunganmu.

Keterlibatanmu, sekecil apa pun — seperti membuang sampah di tempatnya, ikut kerja bakti, menjaga kebersihan lingkungan — turut menentukan wajah kota ini di mata dunia. Kota sehat bukan hanya bangunan rapi dan fasilitas bagus — tetapi masyarakatnya yang peduli dan berperan aktif.

Mari kita jaga bersama — Bukittinggi sehat hari ini, dan generasi berikutnya bisa hidup lebih baik, nyaman, dan sejahtera.

  • Total page views: 49,056
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor