Bukittinggi Luncurkan Skrining & Sosialisasi KTR Sopir Angkot

Satgas perda kawasan tanpa rokok

Artikel Lengkap

Bukittinggi, 21 Agustus 2025 – Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Satuan Tugas Kawasan Tanpa Rokok (Satgas KTR), bersama Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan Andalas Tobacco Control, menyelenggarakan kegiatan inovatif: sosialisasi Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sekaligus skrining kesehatan bagi sopir angkutan kota (angkot). Kegiatan ini berlangsung serentak di empat titik strategis, yakni Pasar Aur Kuning, Wowo, sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan di depan Hotel Yogya, dan Petak Kabe

Acara dipimpin Kepala Bidang Dinas Perhubungan Kota Bukittinggi, Eko Hernandes Haswat, didampingi tim puskesmas dan perwakilan Andalas Tobacco Control, Ikhsan Yusda dan Prima Kurniati Hamzah. Mereka menerapkan pendekatan proaktif dengan memadukan sosialisasi KTR dan inspeksi langsung di lapangan

Salah satu momen penting kegiatan ini adalah wawancara dengan sopir yang terindikasi merokok di dalam kendaraan. Tujuannya adalah menggali pola perilaku berisiko, termasuk kecanduan, serta dorongan untuk berhenti merokok. Puskesmas juga mempromosikan layanan klinik Upaya Berhenti Merokok (UBM) bagi yang membutuhkan bantuan

Sangat ambisius, program ini juga mencakup pemeriksaan medis seperti tekanan darah, antropometri (tinggi dan berat badan), dan cek gula darah. Strategi ini dikombinasi dengan pemasangan stiker resmi KTR di dalam angkutan umum untuk melindungi sopir maupun penumpang dari paparan asap

Direktur Andalas Tobacco Control, Kamal Kasra, menegaskan, “Pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah terobosan pertama di Indonesia, karena sebelumnya belum ada pemerintah daerah yang melaksanakan skrining khusus untuk sopir angkutan umum.” Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi Bukittinggi sebagai pionir dalam hal ini padek.jawapos.com.

Antusiasme pun tercermin dari para sopir angkot, termasuk trayek di luar kota. Salah seorang sopir, Anto, menyampaikan rasa terima kasih dan harapan bahwa program ini dapat dilaksanakan secara rutin padek.jawapos.com.


Mengapa Ini Penting untuk Bukittinggi

1. Menjaga Kesehatan Pengemudi dan Penumpang

Sopir angkot sering berada lama di dalam mobil dengan sirkulasi udara terbatas. Skrining kesehatan membantu deteksi dini masalah seperti hipertensi dan diabetes—yang dapat membahayakan sopir maupun penumpang.

2. Implementasi Perda KTR yang Nyata

Perda Kawasan Tanpa Rokok telah ada di Bukittinggi beberapa waktu, namun implementasinya belum maksimal. Sosialisasi ini merupakan aksi nyata menegakkan regulasi demi lingkungan kota yang lebih sehat

3. Bukittinggi sebagai Kota pionir

Langkah skrining ini adalah yang pertama di Indonesia untuk sopir angkutan umum. Bukittinggi mengambil peran maju dalam transformasi regulasi KTR ke tindakan riil.


Fakta Sejarah & Konteks Masa Kini

  • Perda KTR di Bukittinggi
    Bukittinggi telah menerapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok untuk menciptakan lingkungan publik yang bersih dari rokok. Namun, penerapannya dalam transportasi masih perlu ditingkatkan
  • Sebelumnya dalam KTR
    Tim Satgas KTR telah aktif melakukan sidak di sekolah, kampus, hingga fasilitas kesehatan. Aksi mereka mencakup pengawasan tanda larangan merokok, adanya puntung rokok, maupun ruang merokok ilegal
  • Relevansi dengan Kota Sehat
    Upaya ini selaras dengan visi Bukittinggi sebagai kota wisata dan sehat. Langkah integratif ini menuju peningkatan kualitas hidup warga dan wisatawan.
  • Inspirasi untuk Bold Leadership Lokal
    Pendekatan holistik yang mempertemukan regulasi, edukasi, dan layanan kesehatan menunjukkan kepemimpinan progresif.

Pesan Inspiratif untuk Pembaca Muda

Untuk generasi muda, baik sopir harian maupun pelaku komunitas, semangat Bukittinggi membuka jalan: tindakan kecil seperti menaati aturan tanpa rokok, memperhatikan kesehatan diri, atau ikut menyebarkan pesan KTR dapat memberi dampak besar.

Mari kita ambil bagian aktif:

  • Dukung sosialisasi KTR di komunitas atau tempat kerja
  • Gunakan media sosial untuk menyebarkan informasi positif
  • Dorong pemerintah lokal agar program seperti skrining ini berjalan berkelanjutan

Ajakan Penutup

Bukittinggi membuktikan bahwa regulasi tidak cukup hanya tertulis di atas kertas—namun butuh aksi nyata, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen kepada kesehatan masyarakat. Jika setiap kita mengambil langkah sederhana—memilih ruang tanpa rokok, peduli kesehatan diri dan orang dekat, mendorong perubahan di lingkungan sekitar—kita tak hanya membentuk kota yang lebih sehat, tapi juga mewariskan gaya hidup berkualitas untuk generasi mendatang.

  • Total page views: 48,797
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor