Bukittinggi — Pemerintah Kota Bukittinggi terus mematangkan persiapan pelaksanaan ajang olahraga bergengsi Minang Geopark Run 2025, sebuah lomba lari berstandar nasional yang diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan sekaligus pendorong ekonomi kreatif di daerah tersebut.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya sekadar lomba olahraga, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata, kuliner, dan budaya Bukittinggi kepada masyarakat nasional bahkan mancanegara.
“Kami berharap para peserta dapat menikmati kuliner khas serta berbagai destinasi unggulan Kota Bukittinggi, seperti Pasar Atas dan Los Lambuang,” ujar Ramlan, Rabu (5/11).
Ia menambahkan, Minang Geopark Run 2025 akan menjadi ruang promosi yang efektif bagi Bukittinggi, sekaligus menggaungkan kembali citra kota ini sebagai “Bukittinggi Kota Perjuangan” — simbol semangat, ketangguhan, dan keindahan yang menyatu dalam sejarah dan alamnya.
“Untuk itu, seluruh SKPD diminta memberikan dukungan maksimal agar kegiatan ini berjalan sukses,” tegas Ramlan.
Dukungan Penuh Pemko Bukittinggi
Wali Kota menuturkan, Pemerintah Kota Bukittinggi memberikan dukungan menyeluruh dalam pelaksanaan ajang ini. Sejumlah instansi telah dikerahkan untuk memastikan kesiapan di lapangan, mulai dari pengawasan kebersihan rute, penataan lokasi start dan finish, hingga penyediaan fasilitas umum bagi peserta dan penonton.
Petugas kebersihan akan ditempatkan di sepanjang jalur utama lomba untuk menjaga keindahan kota tetap terpelihara. Selain itu, Palang Merah Indonesia (PMI) dan tenaga medis juga akan disiagakan di berbagai titik untuk mengantisipasi kebutuhan darurat.
“Persiapan kami lakukan secara menyeluruh agar Bukittinggi bisa memberikan kesan terbaik kepada seluruh peserta, baik dari segi kenyamanan, keamanan, maupun pelayanan,” ujar Ramlan.
Event ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemko Bukittinggi dalam mengembangkan sport tourism atau wisata olahraga yang semakin diminati wisatawan era kini.
Ribuan Peserta Siap Ramaikan Bukittinggi
Perwakilan Event Organizer (EO) Minang Geopark Run 2025, Imam Nurul, menjelaskan bahwa tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-7 dari ajang tahunan tersebut. Kota Bukittinggi dipercaya menjadi tuan rumah karena memiliki lanskap alam yang menakjubkan, akses pariwisata yang memadai, serta dukungan masyarakat yang tinggi terhadap kegiatan olahraga dan budaya.
“Minang Geopark Run tidak sekadar lomba lari, tetapi juga bagian dari upaya mendorong Geopark Sianok–Maninjau meraih pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark,” jelas Imam.
Hingga awal November, tercatat lebih dari 3.300 peserta telah mendaftar dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka terbagi dalam lima kategori lomba, yaitu:
- 5K Pelajar
- 5K Umum
- 10K Umum
- 21K Umum
- 21K Master
Event ini akan berlangsung pada 30 November 2025, dengan titik start dan finish yang berada di kawasan ikonik Bukittinggi, yakni sekitar Janjang 1000 dan Ngarai Sianok, menawarkan panorama menakjubkan yang siap memanjakan mata peserta selama berlari.
Konsep Ramah Lingkungan dan Ekonomi Kreatif
Minang Geopark Run tahun ini mengusung konsep ramah lingkungan (eco-friendly). Seluruh peserta diimbau untuk meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai. Panitia juga akan menyediakan stasiun air isi ulang di beberapa titik rute untuk menggantikan botol kemasan.
Lebih dari sekadar lomba, ajang ini juga menjadi ruang promosi bagi produk-produk UMKM lokal, seperti kuliner tradisional, kerajinan tangan, dan cendera mata khas Bukittinggi. Diharapkan, kegiatan ini akan menggerakkan kembali roda perekonomian warga yang sempat lesu akibat fluktuasi kunjungan wisata pasca-pandemi.
“Kami berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bukittinggi demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaannya,” tutup Imam.
Dari Sport Tourism ke Pariwisata Berkelanjutan
Kota Bukittinggi dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling bersejarah di Sumatra Barat. Dengan keberadaan Ngarai Sianok, Janjang 1000, Benteng Fort de Kock, hingga Jam Gadang sebagai ikon legendarisnya, kota ini menjadi perpaduan antara wisata alam, sejarah, dan budaya yang unik.
Melalui Minang Geopark Run 2025, pemerintah ingin memperluas perspektif wisata Bukittinggi — tidak hanya soal keindahan dan sejarah, tetapi juga gaya hidup aktif dan sehat. Ajang ini diharapkan menjadi pemantik bagi generasi muda untuk mencintai alam, menjaga kebersihan, dan berpartisipasi dalam kegiatan positif yang berdampak bagi lingkungan dan ekonomi daerah.
Ke depan, Pemko Bukittinggi menargetkan ajang ini masuk ke dalam kalender nasional pariwisata Indonesia, agar menjadi daya tarik tetap bagi wisatawan domestik maupun mancanegara setiap tahunnya.
Ajakan untuk Warga dan Wisatawan
Kemeriahan Minang Geopark Run 2025 bukan hanya milik peserta, tetapi juga milik seluruh warga Bukittinggi. Masyarakat diajak untuk menyambut tamu dengan ramah, menjaga kebersihan lingkungan, dan ikut mempromosikan keindahan kotanya kepada dunia luar.
Bagi wisatawan, ajang ini menjadi kesempatan emas untuk menikmati pesona Bukittinggi dari sudut yang berbeda — menyatu dengan alam, budaya, dan semangat masyarakat yang pantang menyerah.
Bukittinggi kini bukan sekadar tempat berwisata, tetapi juga ruang untuk berlari bersama alam, belajar tentang budaya, dan merayakan semangat hidup sehat. Mari dukung bersama Minang Geopark Run 2025 sebagai langkah nyata menuju kota wisata berkelanjutan dan berkelas dunia.








