Polresta Bukittinggi Luncurkan Operasi Zebra 14 Hari Menjelang Nataru

Polresta Bukittinggi Gelar Operasi Zebra Selama 14 Hari

Polresta Bukittinggi, Sumatera Barat, resmi menggelar “Operasi Zebra Singgalang 2025” selama 14 hari sebagai bagian dari pengamanan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto, pada Senin (17/11/2025) di halaman Mapolresta.

Sedikitnya 115 personel gabungan disiapkan untuk operasi ini. Mereka terdiri dari anggota Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, dan Jasa Raharja.


Tujuan Operasi:
Kapolresta menekankan bahwa Operasi Zebra Singgalang bertujuan menguatkan Kamseltibcar Lantas — keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas — di wilayah hukum Polresta Bukittinggi.

Beberapa strategi yang diterapkan termasuk: edukasi masyarakat melalui Dikmas Lantas, patroli di titik rawan pelanggaran dan kecelakaan, hingga penggunaan teknologi ETLE (tilang elektronik) untuk memperkuat penegakan hukum.

Kapolresta juga mengingatkan agar seluruh personel menjalankan tugas dengan sikap ramah dan tegas, menjaga citra institusi Polri sekaligus mengedepankan keselamatan masyarakat.


Sasaran Penindakan:
Kasat Lalu Lintas Polresta Bukittinggi, AKP M. Irsyad Fathurrachman, menjelaskan bahwa penindakan akan dilakukan melalui razia stasioner di titik strategis. Fokus utama mencakup:

  • Kendaraan dengan knalpot bising,
  • Balap liar,
  • Pelanggaran umum seperti pengendara tanpa helm atau sabuk pengaman,
  • Penggunaan ponsel saat berkendara,
  • Pengendara di bawah umur,
  • Melawan arus,
  • Melebihi batas kecepatan, serta
  • Berkendara di bawah pengaruh alkohol atau menggunakan kendaraan over-loading.

Irsyad berharap operasi ini mampu menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, sekaligus menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas di Kota Bukittinggi.


Pendekatan Humanis:
Berbeda dari operasional yang terlalu represif, tahun ini Polresta Bukittinggi menekankan pendekatan humanis dan edukatif. Kasat Lantas melalui Kabag Operasional Ipda Azriyandi menyatakan bahwa teguran dan himbauan menjadi prioritas dibanding sanksi berat secara langsung.

Operasi diprioritaskan di kawasan rawan macet, rawan kecelakaan, dan lokasi wisata. Karena Bukittinggi adalah kota pariwisata, antisipasi lonjakan kendaraan wisatawan menjadi salah satu perhatian penting.

Masyarakat juga didorong aktif mengikuti kampanye keselamatan, misalnya melalui banner dan spanduk di titik strategis. Program edukasi bagi pelajar turut diperkuat, misalnya melalui Polisi Sahabat Anak (PSA), agar pemahaman tertib lalu lintas terbentuk sejak usia dini.

Irsyad menyampaikan pesan penting kepada orang tua: jika anak di bawah umur, sebaiknya tidak diberikan kendaraan. Ia juga menyatakan akan memanggil orang tua pengendara di bawah umur yang terjaring untuk membuat surat pernyataan.


Konteks Nasional:
Operasi Zebra Singgalang di Bukittinggi sejalan dengan program nasional, di mana Korlantas Polri melaksanakan Operasi Zebra secara serentak di seluruh wilayah Indonesia pada 17–30 November 2025.

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa operasi ini adalah langkah awal menuju Operasi Lilin menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Ia menekankan bahwa pendekatan operasi kali ini bersifat humanis, preventif, dan edukatif, termasuk terhadap komunitas driver ojek online.


Signifikansi untuk Bukittinggi:
Langkah Polresta Bukittinggi menggelar operasi semacam ini sangat strategis. Bukittinggi sebagai kota wisata memiliki mobilitas tinggi terutama saat libur akhir tahun. Kepatuhan berlalu lintas menjadi kunci agar arus kendaraan tetap aman dan lancar, serta menghindari kecelakaan yang bisa merusak citra kota sebagai tujuan wisata.

Secara historis, Operasi Zebra adalah salah satu cara kepolisian menjaga keteraturan lalu lintas sekaligus mendidik masyarakat. Di masa lalu, operasi semacam ini sering dipandang sebagai razia “semata”, namun tren kini beralih ke penegakan yang lebih manusiawi dan kolaboratif.


Pesan Inspiratif untuk Pembaca:
Operasi Zebra bukan hanya soal sanksi, tetapi tentang kesadaran bersama bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita semua. Dengan mendukung inisiatif seperti ini — dengan mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan lengkap, serta saling mengingatkan satu sama lain — kita turut membangun budaya tertib berlalu lintas. Apalagi bagi generasi muda (usia 18–50 tahun) yang aktif berkendara: mari tunjukkan bahwa kita bisa berkendara cerdas, aman, dan bermartabat.

  • Total page views: 31,146
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor