Bukittinggi – Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, SP menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan yang optimal di rumah sakit, khususnya dalam menghadapi kasus penyakit jantung dan pembuluh darah yang masih menjadi ancaman utama kesehatan masyarakat.
Dalam acara “Menyapa Nagari 3” yang digelar oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi, sekaligus memperingati Hari Jantung Sedunia 2025, Mahyeldi menekankan agar rumah sakit meningkatkan kualitas layanan dan memastikan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) serta peralatan medis yang memadai.
“Rumah sakit harus memberikan pelayanan yang baik dan mencukupi ketersediaan SDM dan peralatan untuk mengatasi penyakit jantung di Sumatera Barat,” tegas Mahyeldi dalam pidatonya.
Ancaman Penyakit Jantung di Indonesia dan Sumbar
Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan RI tahun 2023, penyakit jantung dan pembuluh darah tercatat sebagai penyebab kematian tertinggi di dunia. Di Indonesia, sekitar 650 ribu orang meninggal setiap tahun akibat penyakit ini. Dari Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi penyakit jantung nasional mencapai 0,85 persen, dengan Sumbar berada di urutan ke-10 secara nasional.
Laporan BPJS Kesehatan 2024 juga mengungkapkan bahwa pembiayaan penyakit katastropik mencapai Rp37 triliun, di mana Rp19,25 triliun di antaranya digunakan untuk perawatan penyakit jantung dan pembuluh darah. Angka ini mencerminkan betapa besar beban negara dan masyarakat terhadap penyakit tidak menular yang mematikan tersebut.
RSAM Bukittinggi Perkuat Layanan Jantung
Direktur RSAM Bukittinggi, drg. Busril, MPH menyampaikan bahwa rumah sakit ini terus memperkuat kapasitas pelayanan penyakit jantung. Sejak 2019 hingga September 2025, RSAM telah melakukan 3.243 tindakan catheterization laboratory (Cathlab) tanpa adanya pasien yang meninggal saat operasi jantung berlangsung.
“Ini menunjukkan kualitas pelayanan dan keahlian tenaga medis RSAM dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Busril.
RSAM Bukittinggi kini menjadi salah satu rujukan utama layanan jantung di Sumatera Barat, dengan dukungan dokter spesialis jantung berpengalaman dan teknologi medis terkini.
Pentingnya Pola Hidup Sehat
Wasekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), DR. dr. M. Fadil, Sp.JP, SubSp.IKKV (K), turut hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut. Ia menekankan bahwa selain pelayanan medis, kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat juga menjadi faktor penting dalam menekan angka penyakit jantung.
“Berhenti merokok, menjaga pola makan, dan rutin berolahraga merupakan langkah utama untuk menghindari serangan jantung dan meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya.
Menurutnya, layanan kesehatan di Sumatera Barat saat ini sudah semakin baik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait penanganan maupun risiko kesalahan diagnosis.
Kolaborasi Tenaga Kesehatan
Acara ini juga menghadirkan sejumlah narasumber ternama di bidang kardiologi, seperti Dr. Trian Faesa, Sp.JP (K) FIHA; Dr. Vera Yulia, Sp.JP (K) FIHA; serta Dr. Tommy Daindes, Sp.JP, SubSpA (K). Kegiatan diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Sumbar serta Kepala Puskesmas, menandakan adanya sinergi lintas sektor untuk memperkuat pelayanan kesehatan jantung hingga tingkat nagari.
Keterlibatan tenaga kesehatan dari berbagai lapisan diharapkan mampu memperluas edukasi kesehatan, mempercepat penanganan kasus darurat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dini penyakit jantung.
Konteks dan Fakta Tambahan
Sejarah panjang RSAM Bukittinggi sebagai rumah sakit rujukan di Sumatera Barat tidak bisa dilepaskan dari kiprahnya sejak masa kolonial Belanda, ketika pertama kali dibangun sebagai rumah sakit militer. Kini, rumah sakit tersebut terus berkembang menjadi pusat layanan kesehatan modern, khususnya untuk kasus jantung.
Momentum Hari Jantung Sedunia 2025 dengan tema “Jangan Lewatkan Sedetik Pun” menjadi pengingat bahwa setiap detik sangat berharga untuk menjaga kesehatan jantung. Edukasi ini penting, mengingat tren penyakit tidak menular terus meningkat seiring pola hidup masyarakat yang semakin modern.
Bagi generasi muda, kesadaran menjaga kesehatan sejak dini menjadi kunci agar bisa berkontribusi lebih baik untuk Indonesia Emas 2045.
Pesan Inspiratif
Kesehatan jantung bukan hanya urusan rumah sakit dan dokter, melainkan tanggung jawab setiap individu. Dengan menjaga pola hidup sehat, aktif bergerak, dan mengurangi kebiasaan berisiko seperti merokok, masyarakat bisa mencegah beban penyakit yang berat di masa depan.
Mari jadikan momentum ini sebagai pengingat: satu langkah kecil menjaga kesehatan hari ini akan membawa perubahan besar bagi masa depan.








