Pemerintah Kota Bukittinggi kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan membuka serta meluncurkan Modul Sekolah Keluarga Gemilang Tahun 2025. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Tri Arga dan turut dihadiri Wali Kota Bukittinggi, jajaran OPD, para tokoh agama, akademisi, serta para peserta dari berbagai kelurahan di kota itu.
Wali Kota Bukittinggi menegaskan bahwa keluarga adalah pilar paling penting dalam membentuk karakter generasi penerus. Menurutnya, membangun kota tidak hanya melalui infrastruktur fisik, tetapi juga lewat penguatan pondasi sosial dalam keluarga. Kehadiran modul baru ini diharapkan mampu memperkuat kembali peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa program Sekolah Keluarga merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap dinamika sosial masyarakat yang semakin kompleks. Ia menambahkan bahwa pendidikan berbasis keluarga harus menyesuaikan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai budaya lokal.
Ia menegaskan kembali komitmennya: “Memperkuat ketahanan keluarga harus menjadi pondasi pembangunan daerah.”
Peluncuran modul tersebut menjadi langkah lanjutan program Sekolah Keluarga yang telah berjalan beberapa tahun terakhir. Program ini dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi orang tua, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah untuk mendorong lahirnya keluarga yang tangguh, berdaya, dan mampu membimbing anak-anak menuju masa depan yang gemilang.
Modul Disusun Secara Kolaboratif
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3APPKB) Kota Bukittinggi menjelaskan bahwa modul ini disusun melalui kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, psikolog, hingga praktisi sosial.
Dengan pendekatan lintas-disiplin, modul ini memuat materi tentang pengasuhan positif, komunikasi dalam keluarga, kesehatan mental, pendidikan karakter, literasi digital, hingga pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Melalui pendekatan tersebut, penyusunan modul tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik yang relevan dengan kehidupan keluarga masa kini. Kehadiran berbagai pakar membuat modul ini lebih komprehensif dan adaptif terhadap tantangan keluarga modern.
Lebih dari 70 peserta dari 24 kelurahan mengikuti kegiatan launching dan sosialisasi awal. Mereka adalah perwakilan kader keluarga, tokoh masyarakat, pendidik, hingga anggota PKK yang nantinya akan menjadi garda depan dalam menyampaikan materi ini kepada masyarakat di tingkat kelurahan dan RT.
Tema Utama: Mewujudkan Keluarga Tangguh dan Berdaya
Modul Sekolah Keluarga Gemilang 2025 mengusung tema “Wujudkan Keluarga Tangguh dan Berdaya Demi Generasi Nan Gemilang”. Tema ini memiliki makna strategis, terutama di tengah perkembangan teknologi dan pola hidup masyarakat yang berubah sangat cepat.
Dalam peluncuran tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa ketahanan keluarga bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal kemampuan keluarga menjaga nilai moral, mengasuh dengan bijak, membangun komunikasi positif, serta menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP PKK Kota Bukittinggi sebagai inisiator dan pihak yang aktif mendorong pengembangan modul dari tahun ke tahun. Ia menggarisbawahi bahwa keberadaan program ini tidak akan berjalan baik tanpa dukungan berbagai organisasi perempuan, lembaga pendidikan, hingga tokoh agama di Bukittinggi.
Mengapa Program Ini Penting?
Di tengah derasnya arus digitalisasi, tantangan keluarga semakin beragam. Orang tua dituntut memiliki kapasitas baru dalam mendidik anak, terutama dalam menghadapi isu seperti kecanduan gawai, perundungan, perbedaan generasi, kesehatan mental, hingga pergaulan bebas.
Penguatan modul ini menjadi penting karena menawarkan pendekatan yang lebih adaptif, tidak hanya berfokus pada ceramah, tetapi juga menjadikan peserta terlibat dalam diskusi, simulasi, dan praktik langsung. Dengan metode ini, peserta lebih mudah memahami dinamika keluarga modern dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, modul ini juga selaras dengan visi “Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan, dan Berbudaya” yang menempatkan pembangunan SDM sebagai prioritas utama. Pemerintah melihat bahwa kualitas kota tidak hanya ditentukan oleh kemajuan fisik, tetapi oleh kualitas moral, mental, dan sosial masyarakatnya.
Sejarah & Relevansi Sekolah Keluarga di Bukittinggi
Program Sekolah Keluarga telah berjalan sejak tahun-tahun sebelumnya dan menjadi salah satu inovasi daerah dalam bidang pemberdayaan perempuan dan penguatan keluarga. Program ini awalnya dirancang sebagai strategi pencegahan berbagai persoalan sosial, seperti kenakalan remaja, kekerasan dalam rumah tangga, hingga degradasi nilai-nilai budaya.
Seiring berjalannya waktu, program ini berkembang menjadi lebih modern dan terstruktur. Kehadiran Modul 2025 menjadi tonggak baru yang menghadirkan materi lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Bahkan, beberapa daerah lain mulai melihat program ini sebagai model yang bisa diadopsi atau dikembangkan.
Bagi masyarakat Bukittinggi, modul ini menjadi sarana untuk kembali menguatkan nilai Minangkabau yang mengedepankan adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Nilai-nilai tersebut menjadi pijakan sekaligus pedoman bagi keluarga dalam menghadapi perubahan global.
Harapan Pemerintah Kota
Pemerintah berharap para peserta yang mengikuti kegiatan launching dapat menjadi agen perubahan dan relawan edukasi keluarga di masing-masing kelurahan. Mereka akan membawa materi modul ini kepada masyarakat melalui kelas-kelas kecil, pertemuan PKK, majelis taklim, hingga kegiatan RT/RW.
Dengan demikian, pengetahuan dari modul ini tidak hanya berhenti pada peserta, tetapi benar-benar mengalir hingga ke rumah-rumah warga.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan agar masyarakat semakin sadar bahwa keluarga adalah pusat pembangunan. Di tengah kompleksitas kehidupan, keluarga harus menjadi tempat bertumbuh, bukan sekadar tempat tinggal.
Pesan Inspiratif untuk Pembaca
Program ini mengingatkan kita bahwa membangun masa depan tidak cukup dengan membangun jalan, gedung, dan fasilitas kota. Masa depan dibangun dari ruang-ruang kecil bernama rumah. Dari percakapan sederhana antara orang tua dan anak. Dari pelukan, arahan, perhatian, dan nilai-nilai yang ditanamkan setiap hari.
Bagi generasi muda, orang tua baru, maupun pasangan muda yang sedang merencanakan masa depan: mari melihat keluarga sebagai tempat tumbuh, bukan hanya tempat pulang. Jadikan keluarga ruang aman untuk belajar, saling memahami, dan saling menguatkan.
Ketika keluarga kokoh, kota ikut kuat. Ketika generasi terdidik, masa depan ikut memancar.








