Gemilang! Siswa SMP Negeri 4 Bukittinggi Raih Juara Lomba Storytelling

Siswa SMP 4 Bukittinggi Torehkan Prestasi Membanggakan

Bukittinggi — Siswa-siswi dari SMP Negeri 4 Kota Bukittinggi kembali mengukir prestasi yang membanggakan. Pada ajang Gebyar Al Qur’an, Sains, dan Seni (Gasani Spesialish) IV yang diselenggarakan oleh SMP Islam Al Ishlah, peserta didik asal Kota Bukittinggi itu berhasil merebut Juara I dan Juara Harapan I untuk lomba storytelling tingkat SMP/MTs se-Sumatera Barat.

Guru pembina ekstrakurikuler Bahasa Inggris di SMP Negeri 4, Loli Oktaviani, menjelaskan bahwa puncak prestasi ini diraih oleh dua siswa inti, yakni Aisya Humaira dan Fayra Cantika. Mereka membawakan cerita bertema fairytale dengan judul Snow White. Berdasarkan keputusan juri, Aisya berhasil meraih Juara I sementara Fayra memperoleh Juara Harapan I.

“Alhamdulillah. Prestasi ini merupakan buah kerja keras dari latihan selama ini,” ujar Loli Oktaviani, yang juga menuturkan bahwa keberhasilan ini tak terlepas dari dukungan penuh Kepala Sekolah, Edi Kosla, dan Wakil Kesiswaan I, Rahmawati. Mereka telah membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan melalui English Club sekolah tersebut.

English Club menjadi salah satu fasilitas unggulan di sekolah ini, disiapkan guna mengasah kemampuan berbahasa Inggris siswa lewat kegiatan seperti storytelling, pidato, dan spelling bee. Loli mengatakan bahwa melalui klub ini, siswa belajar berbicara di depan publik, memperkuat percaya diri, memperkaya kosakata, serta berkompetisi secara akademis pada tingkat lebih tinggi.

“Keberhasilan Aisya Humaira dan Fayra Cantika dalam berbagai perlombaan memberikan dampak positif bagi adik kelas mereka yang semakin berminat dan bersemangat bergabung dalam English Club,” ungkap Loli Oktaviani.

Tak hanya di ajang Gasani Spesialish IV, SMP Negeri 4 juga mencetak prestasi pada kompetisi lainnya. Salah satu anak didiknya, Qhalisya Mayrhofi, menjuarai Juara II Desain Poster pada event yang sama. Sebelumnya, pada ajang The 14th Batik Birru SMAN 1 Padang di Padang Panjang, tim SMP Negeri 4 juga berhasil: Juara Harapan I Storytelling oleh Aisya Humaira, Juara II Cipta Puisi oleh Sefina Minola Qurrata Ayyun, dan Juara II Desain Poster oleh Davina Aqeela Varsha.

Para guru dan pimpinan sekolah menilai, rangkaian prestasi ini bukan hanya kemenangan individual, melainkan refleksi dari budaya sekolah yang menumbuhkan talenta, kreativitas dan kompetisi sehat. Dukungan ekstra lewat klub-ekstrakurikuler, pembiasaan berbicara di depan umum, serta kreativitas visual dan literasi ikut mendorong siswa menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Dalam konteks sekolah menengah pertama di Kota Bukittinggi, keberhasilan seperti ini menjadi momentum penting. Tidak hanya menambah deretan prestasi, tetapi juga memperkuat citra sekolah sebagai tempat pendidikan yang aktif memfasilitasi pengembangan diri siswa secara menyeluruh—tak hanya akademik, tetapi juga bahasa dan seni.

Fakta Sejarah, Konteks Masa Kini dan Pengaruh terhadap Generasi

SMP Negeri 4 Bukittinggi memiliki sejarah panjang dalam memberikan pendidikan menengah pertama di kota ini. Berada di tengah suasana kota Bukittinggi yang kaya budaya Minangkabau, sekolah ini memanfaatkan potensi lokal—bahasa, seni, tradisi—sebagai bagian dari lingkungan pembelajaran yang menyeluruh. Aktivitas seperti storytelling dan desain poster menunjukkan integrasi nilai kreativitas dan tradisi yang relevan dengan karakter daerah.

Pada era digital dan global saat ini, kemampuan berbahasa Inggris dan tampil percaya diri di depan publik menjadi aset penting bagi generasi muda. Dengan mengikuti kegiatan seperti English Club, storytelling dan desain visual, siswa SMP Negeri 4 mendapatkan bekal yang lebih dari sekadar nilai rapor—mereka dipersiapkan untuk menghadapi tantangan global, bersaing dalam dunia yang semakin kompetitif.

Lebih jauh, kisah keberhasilan Aisya Humaira, Fayra Cantika dan rekan-rekan menjadi inspirasi bagi generasi siswa di Kota Bukittinggi dan sekitarnya. Mereka menunjukkan bahwa keterbatasan — baik geografis maupun fasilitas—tidak membatasi prestasi jika ada kerja keras, dukungan lembaga dan semangat inovasi. Untuk lingkungan sekolah, hal ini menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan yang sehat dan inklusif memang mampu menghasilkan prestasi luar biasa.

Bagi siswa yang lebih muda, ini menjadi dorongan moral: bahwa bergabung dalam klub-ekstrakurikuler seperti English Club bukan hanya soal “aktivitas tambahan”, melainkan bagian penting dari proses pengembangan diri. Bagi tenaga pendidik dan orang tua, ini menjadi pengingat bahwa dukungan dan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi sangat menentukan.

Ajakan untuk Pembaca Muda

Kepada kamu — pembaca muda berusia 18–50 tahun di Kota Bukittinggi dan sekitarnya — baik sebagai pelajar, mahasiswa, pendidik atau orang tua: mari ambil inspirasi dari cerita sukses SMP Negeri 4 Bukittinggi. Jadilah pelopor perubahan kecil di lingkunganmu: bergabung atau dukung kegiatan ekstrakurikuler, dorong anak-anak atau adik kelasmu untuk tampil, berbicara, berekspresi, dan berkompetisi dengan sehat.

Ingatlah: “Setiap langkah kecil untuk mengasah keberanian dan kreativitas akan membawa ke prestasi besar.” Jangan takut gagal, karena dari coba lagi, latihan dan dukungan itulah lahir kemenangan. Bersama-sama kita wujudkan generasi muda Bukittinggi yang percaya diri, kreatif, dan siap bersaing di panggung lokal maupun global.

  • Total page views: 36,366
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor