Komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi dalam membangun ketahanan keluarga kembali ditegaskan melalui pelaksanaan wisuda Sekolah Keluarga Gemilang (SKG) Tahun 2025. Sebanyak 72 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang keluarga resmi diwisuda setelah mengikuti rangkaian pembelajaran dan pendampingan intensif yang dirancang untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh makna. Para peserta tampak antusias mengenakan atribut wisuda sederhana namun sarat simbol kebanggaan. Tidak sekadar seremoni, momen ini menjadi penanda berakhirnya proses belajar sekaligus awal dari penerapan nilai-nilai pengasuhan, komunikasi, dan ketahanan keluarga dalam kehidupan sehari-hari.
Sekolah Keluarga Gemilang merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kota Bukittinggi yang berfokus pada penguatan peran orang tua dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing. Program ini menyasar keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, dengan keyakinan bahwa keluarga yang kuat akan melahirkan lingkungan sosial yang tangguh.
Dalam sambutannya, perwakilan Pemerintah Kota Bukittinggi menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti program hingga tuntas. Ia menekankan bahwa tantangan keluarga saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan pola komunikasi, pengaruh teknologi digital, hingga tekanan sosial dan ekonomi yang memengaruhi keharmonisan rumah tangga.
“Sekolah Keluarga Gemilang bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang refleksi bagi orang tua untuk memahami peran strategis mereka dalam mendampingi anak-anak di era yang penuh tantangan,” ujarnya.
Selama mengikuti program SKG, para peserta dibekali berbagai materi penting, mulai dari pengasuhan positif, komunikasi efektif dalam keluarga, kesehatan mental, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, hingga pemahaman tentang tumbuh kembang anak dan remaja. Materi disampaikan secara interaktif oleh fasilitator berpengalaman, dengan pendekatan dialogis dan berbasis pengalaman nyata peserta.
Tidak sedikit peserta yang mengaku mendapatkan sudut pandang baru setelah mengikuti program ini. Mereka menyadari bahwa membangun keluarga harmonis bukanlah proses instan, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, keterbukaan, dan kemauan untuk terus belajar.
Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa Sekolah Keluarga Gemilang membantunya memahami pentingnya komunikasi yang sehat dengan anak. Selama ini, ia mengaku sering menempatkan diri sebagai pihak yang selalu benar, tanpa benar-benar mendengarkan suara anak.
“Di sini saya belajar bahwa mendengar adalah bentuk cinta. Anak-anak butuh ruang untuk bicara, bukan hanya diperintah,” tuturnya.
Program ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman antarorang tua. Diskusi kelompok dan simulasi kasus membuat peserta merasa tidak sendirian menghadapi persoalan keluarga. Solidaritas dan empati tumbuh secara alami, menciptakan jejaring sosial yang saling menguatkan.
Secara historis, konsep penguatan keluarga telah menjadi bagian penting dalam pembangunan sosial di Indonesia. Nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, dan musyawarah merupakan warisan budaya yang sejak lama menjadi penopang kehidupan masyarakat. Namun, modernisasi dan urbanisasi membawa dinamika baru yang menuntut adaptasi tanpa kehilangan akar nilai tersebut.
Dalam konteks Bukittinggi sebagai kota yang kaya akan nilai budaya dan pendidikan, Sekolah Keluarga Gemilang menjadi upaya konkret untuk menjembatani nilai tradisional dengan tantangan masa kini. Program ini tidak hanya menekankan peran ibu, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.
Ke depan, Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen untuk terus mengembangkan Sekolah Keluarga Gemilang, baik dari sisi jumlah peserta maupun kualitas materi. Evaluasi dan masukan dari alumni program akan menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan di tahun-tahun mendatang.
Di tengah meningkatnya isu sosial seperti kekerasan terhadap anak, pernikahan usia dini, hingga krisis kesehatan mental remaja, keberadaan program seperti SKG menjadi semakin relevan. Keluarga yang memiliki pengetahuan dan keterampilan pengasuhan yang baik diyakini mampu menjadi benteng pertama dalam mencegah berbagai permasalahan tersebut.
Wisuda 72 peserta Sekolah Keluarga Gemilang Tahun 2025 ini diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian simbolis. Para lulusan didorong untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, menyebarkan praktik pengasuhan positif dan nilai-nilai keluarga harmonis kepada masyarakat sekitar.
Pemerintah juga mengajak para alumni untuk tetap terhubung melalui komunitas pascawisuda, sehingga proses belajar dapat berlanjut dan saling mendukung satu sama lain. Dengan demikian, dampak program tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga meluas ke lingkungan sosial yang lebih besar.
Pesan Inspiratif untuk Pembaca
Membangun keluarga yang gemilang tidak selalu tentang kesempurnaan, tetapi tentang kemauan untuk tumbuh bersama. Setiap orang tua pasti pernah salah, namun dari kesalahan itulah pembelajaran lahir. Teruslah belajar, mendengar, dan mencintai dengan cara yang lebih bijak. Karena dari keluarga yang hangat dan kuat, akan lahir generasi masa depan yang berkarakter dan penuh harapan.








