Presiden Anugerahi 141 Tokoh, Apresiasi Multidimensi

Anugerahkan Tanda Kehormatan Kepada 141 Tokoh

Presiden Anugerahi 141 Tokoh dengan Tanda Kehormatan

Jakarta, 25 Agustus 2025 – Presiden Prabowo Subianto memberikan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada 141 tokoh nasional dalam sebuah upacara istimewa di Istana Negara, Jakarta. Tanda kehormatan tersebut meliputi Bintang Republik Indonesia Utama, Mahaputera, Jasa, Kemanusiaan, Budaya Parama Dharma, dan Sakti.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan penghargaan mendalam bagi para penerima:

“Saya ingin menyampaikan atas nama negara dan bangsa, sekali lagi terima kasih atas jasa-jasa pengabdian Saudara-saudara sekalian… Semoga jasa-jasa Saudara-saudara terus menjadi warisan bagi generasi penerus.”

Jenis Tanda Kehormatan dan Daftar Penerima

  • Bintang Republik Indonesia Utama diberikan kepada 15 tokoh, termasuk Puan Maharani, Wiranto, A.M. Hendropriyono, dan tokoh almarhum seperti Hoegeng Iman Santoso.
  • Bintang Mahaputera dikukuhkan kepada 88 nama, mulai dari Menteri hingga budayawan dan seniman seperti Retno Marsudi, AM Fadli Zon, Taufiq Ismail, hingga Titiek Puspa dan Benyamin Sueb (almarhum).
  • Bintang Jasa diperuntukkan bagi sembilan tokoh kontribusi sosial, termasuk Seto Mulyadi dan Afdiharto Mardi Lestari.
  • Bintang Kemanusiaan dianugerahkan kepada tiga individu—Diana Cristina Da Costa Ati, Abdul Muis, dan Aipda Muhammad Irvan.
  • Bintang Budaya Parama Dharma diberikan kepada delapan tokoh di bidang kebudayaan seperti Waldjinah dan maestro I Nyoman Nuarta.
  • Bintang Sakti diberikan kepada 18 tokoh berjasa, termasuk tokoh almarhum dari Timor Leste seperti Francisco de Osorio Soares.

Momentum Penting bagi Tradisi Negara

Menteri Sekretariat Negara, Prasetyo Hadi, menyoroti bahwa peningkatan jumlah penerima dibanding tahun sebelumnya—yang hanya 64 orang—mencerminkan tekad Presiden untuk membuat penghargaan negara lebih inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, banyak penerima tahun ini belum pernah menerima penghargaan sebelumnya, meski kontribusinya sangat besar—mulai penemuan vaksin, dedikasi pendidikan, hingga penghormatan atas jasa kemanusiaan.

Representasi Diversitas Bangsa

Penganugerahan ini mencerminkan keberagaman profesi dan wilayah: dari politisi, militer, diplomat, ilmuwan, hingga seniman dan budayawan. Presiden menyebut bahwa para penerima mewakili pluralitas kontribusi yang dibutuhkan bangsa.

Relevansi untuk Generasi Kini dan Mendatang

Untuk generasi muda—terlebih di Bukittinggi yang kaya akan sejarah dan budaya—peristiwa ini menjadi inspirasi nyata bahwa dedikasi di berbagai sektor dihargai negara. Penerima penghargaan bukan hanya bermodal posisi, tetapi mengabdi hingga menorehkan jejak abadi bagi masyarakat.

Fakta Sejarah dan Tradisi Penghargaan

  • Tanda kehormatan Indonesia telah diberikan sejak era Soekarno, sebagai bentuk apresiasi negara terhadap tokoh-tokoh inspiratif.
  • Selektifitas dan validitas nominat menjadikan penghargaan ini simbol kehormatan tertinggi sipil dan militer.
  • Dalam konteks digital saat ini, transparansi dan akuntabilitas proses seleksi semakin penting agar penghargaan tetap bermakna dan dipercaya publik.

Pesan Inspiratif untuk Pembaca Muda

Penghargaan terhadap tokoh lintas bidang ini membuka wawasan: bahwa setiap orang dapat memberi dampak. Entah lewat kebudayaan, riset, pendidikan, kemanusiaan, atau menjadi pemimpin dengan integritas.

Untuk kamu—muda penuh ide dan semangat: proyek lokal, karya digital, riset inovatif, kegiatan sosial—semuanya berpotensi menjadi kontribusi nyata. Siapa tahu, suatu hari bisa dihargai negara bukan hanya sebagai simbol, tapi sebagai pengingat: bahwa pengabdian adalah warisan terbesar untuk generasi berikut.

  • Total page views: 48,702
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor