Bukittinggi – Sebanyak 356 anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kota Bukittinggi kini mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gigi secara gratis. Kegiatan ini digelar oleh Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) Sumatera Barat dengan didukung penuh berbagai pihak dan digelar secara serentak pada Selasa (9/9/2025).
Ketua DPD PTGMI Sumbar, Gusti Haryati, menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas tingginya prevalensi karies pada anak ABK. Menurutnya, skala masalahnya lebih serius karena gangguan pola makan, kesulitan menjaga kebersihan mulut, dan sensitivitas medis yang dialami anak-anak berkebutuhan khusus.
“Data global mencatat, lebih dari 3,5 miliar orang di dunia terdampak penyakit gigi dan mulut, dengan karies sebagai beban terbesar. Kondisi ini lebih mengkhawatirkan dialami anak berkebutuhan khusus, yang prevalensinya lebih tinggi dibandingkan anak pada umumnya,” jelas Gusti Haryati.
Puluhan tenaga medis yang tergabung dalam TGM Peduli turun tangan langsung melakukan pemeriksaan dan perawatan gigi. Mereka juga memberikan edukasi penting kepada orang tua dan guru pendamping. Pengetahuan meliputi pola makan sehat, teknik menyikat gigi, dan langkah pencegahan kerusakan gigi.
RSUD Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi turut menyampaikan dukungan. Direktur RSAM, Busril, menekankan bahwa pendekatan terhadap ABK harus spesifik dan memerlukan kepedulian lebih. “Momen ini menjadi penyemangat aksi kebaikan pada anak istimewa,” katanya.
Peran penting juga ditunjukkan oleh orang tua dan sekolah luar biasa (SLB), Dinas Kesehatan, hingga relawan muda. Pendamping YPPA SLB Autis Bukittinggi, Viona, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu tumbuh kembang anak. “Sangat membantu sekali dan bagus, karena kegiatan ini dibutuhkan untuk mendukung kemandirian anak,” ucapnya.
Aksi ini diharapkan tidak berhenti di sini. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tapi terus berlanjut agar anak-anak berkebutuhan khusus tetap mendapatkan pendampingan berkesinambungan,” tegas Gusti Haryati.
Konteks dan Relevansi
1. Kenapa ABK Lebih Rentan Karies
Secara global, penyakit gigi dan mulut menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar. Anak-anak berkebutuhan khusus menghadapi risiko lebih tinggi—terutama karena keterbatasan motorik atau sensorik dalam merawat giginya sendiri, serta kebutuhan medis khusus. Diagnosis dini melalui pemeriksaan kelompok seperti ini amat membantu.
2. Sejarah Peran PTGMI dan Aksi Sosial
PTGMI sejak lama dikenal aktif menginisiasi bakti sosial kesehatan mulut di Sumbar. Fokus pada ABK mencerminkan penekanan terhadap inklusivitas kesehatan—memastikan tidak ada anak terlantar tanpa akses perawatan.
3. Masa Kini & Masa Depan
Di era yang makin digital, edukasi kesehatan lewat tatap muka tetap penting. Orang tua dan guru ABK melihat kontribusi langsung edukasi ini di rumah dan sekolah. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang bagi generasi muda—relawan dan mahasiswa kedokteran gigi—untuk berkontribusi positif.
Pesan Inspiratif
Perhatian pada detail seperti gigi yang sehat adalah investasi besar dalam kualitas hidup anak-anak kita. Bagi masyarakat muda Bukittinggi: mari turun tangan, baik sebagai relawan atau pendengar aktif. Kesehatan adalah hak semua anak, termasuk mereka yang istimewa.








