Wawako Bukittinggi Tekankan Peran Remaja Masjid

Pengurus DDII se-Kota Bukittinggi Dikukuhkan

Bukittinggi – Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Azis, menegaskan pentingnya kepengurusan baru Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) dalam menjalankan amanah dakwah bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan DDII tidak hanya menguatkan dakwah formal, tetapi juga menjadi motor penggerak kegiatan masjid di tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya usai menghadiri pelantikan pengurus DDII se-Kota Bukittinggi periode 2025–2030 di Aula Balai Kota, Sabtu (6/9), Ibnu mengingatkan bahwa masjid harus dipahami secara lebih luas.

“Kami berharap, kepengurusan yang baru dapat mengemban amanah dengan baik untuk menjadikan umat lebih tercerahkan. Jadikan masjid sebagai tempat yang paling nyaman bagi masyarakat,” harap Ibnu.

Ia menambahkan, masjid seyogyanya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan umat sekaligus ruang kebersamaan. Dari masjidlah lahir peradaban, ide-ide kemajuan, dan pembinaan generasi yang tangguh.

Soroti Minimnya Remaja Masjid

Namun, Ibnu juga menyoroti masih lemahnya kepengurusan remaja masjid di sejumlah wilayah Bukittinggi. Kondisi ini, kata dia, berpengaruh langsung pada pembinaan generasi muda.

“Sangat disayangkan, ternyata masih ada masjid dan mushola kita yang kurang sumber daya. Tidak semua memiliki kepengurusan remaja masjid yang aktif. Padahal, remaja inilah yang harus kita ajak agar mau dan mampu menjadi pemuda yang beriman,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan remaja sangat penting agar masjid tetap hidup dengan aktivitas positif. Tanpa mereka, masjid bisa kehilangan denyut generasi yang membawa pembaruan.

Muzakarah Memakmurkan Masjid

Selain pelantikan, kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan muzakarah atau diskusi mendalam yang membahas strategi memakmurkan masjid dan mushola. Para peserta menyoroti peran kolektif masyarakat, kolaborasi antarorganisasi Islam, dan pentingnya pembinaan remaja masjid yang berkelanjutan.


Konteks dan Fakta Tambahan

Peran DDII dalam Sejarah

DDII didirikan oleh tokoh nasional Mohammad Natsir pada 1967 dengan tujuan memperkuat dakwah Islam yang moderat, membina umat, serta menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Di Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, DDII dikenal aktif mendorong lahirnya kajian keagamaan, pengkaderan dai, serta gerakan sosial berbasis masjid.

Tantangan Zaman

Di era digital, remaja lebih akrab dengan dunia maya ketimbang dunia nyata. Hal ini membuat sebagian besar masjid kesulitan menarik minat anak muda untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan. Minimnya kepengurusan remaja masjid menjadi sinyal bahwa diperlukan strategi baru: pendekatan kreatif, kolaborasi lintas komunitas, hingga pemanfaatan media sosial untuk dakwah yang lebih segar.

Jika dibiarkan, masjid bisa kehilangan fungsinya sebagai ruang kebersamaan lintas generasi. Karena itu, penguatan remaja masjid harus menjadi agenda prioritas bagi kepengurusan DDII yang baru.

Relevansi untuk Generasi Sekarang

Bagi generasi muda Bukittinggi, bergabung dalam kegiatan remaja masjid bukan hanya soal ibadah, tetapi juga kesempatan membangun jejaring sosial, melatih kepemimpinan, hingga mengasah kreativitas. Banyak program masjid yang bisa dikemas lebih inovatif, seperti rumah baca, diskusi komunitas, pelatihan kewirausahaan, hingga festival islami yang ramah anak muda.


Pesan Inspiratif

Masa depan umat ada di tangan generasi muda. Remaja masjid adalah harapan besar untuk menjaga keberlangsungan dakwah di Bukittinggi dan sekitarnya. Dengan keterlibatan aktif mereka, masjid tidak lagi sekadar bangunan megah, tetapi benar-benar menjadi pusat kehidupan sosial dan spiritual.

Saatnya anak muda tampil mengambil peran: jadikan masjid sebagai tempat belajar, berkarya, sekaligus berkontribusi bagi masyarakat. Dari masjid, lahir pemimpin yang kuat iman, berakhlak mulia, dan mampu menjawab tantangan zaman.

  • Total page views: 50,001
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor