Jadwal Lengkap Event 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi

jadwal event 100 tahun jam gadang bukittinggi 2026

Tahun 2026 menjadi tahun yang sangat istimewa bagi Kota Bukittinggi. Jam Gadang — menara jam ikonik yang telah berdiri tegak di jantung kota sejak tahun 1926 — genap merayakan usianya yang satu abad. Untuk memperingati 100 Tahun Jam Gadang, tonggak bersejarah ini, Pemerintah Kota Bukittinggi menyiapkan rangkaian perayaan berskala internasional yang berlangsung selama hampir tiga minggu penuh, dari 3 hingga 21 Juni 2026.

Tema: “Jam Gadang, Detak Jantung Ibukota”

Perayaan ini bukan sekadar seremonial biasa. Lebih dari 250 delegasi dari 38 negara dipastikan hadir, menjadikan momen satu abad Jam Gadang sebagai salah satu event budaya terbesar yang pernah digelar di Sumatera Barat. Seluruh rangkaian acara terbagi dalam dua kelompok besar: kegiatan bertema literasi internasional (3–7 Juni) dan kegiatan bertema seni, budaya, dan sejarah (7–21 Juni).

Berikut adalah jadwal lengkap dan penjelasan seluruh event 100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi 2026, diurutkan dari tanggal paling awal hingga akhir.

Jadwal Event Lengkap 100 Tahun Jam Gadang

3 Juni Rabu : Pembukaan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026

Perayaan 100 Tahun Jam Gadang resmi dibuka dengan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) edisi ke-4, sebuah festival literasi dan kebudayaan berskala internasional yang pertama kali digelar di Bukittinggi. Tahun ini IMLF mengusung tema besar “From Literacy to Legacy: Building Wealth, Peace and Sustainability Learning”, mencerminkan semangat untuk mengubah warisan budaya menjadi kekuatan yang berkelanjutan.

Festival ini berlangsung selama lima hari penuh (3–7 Juni 2026) dan diikuti oleh lebih dari 250 delegasi dari 38 negara, termasuk Australia, Inggris, Jerman, Rusia, India, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol, Palestina, hingga Yaman. IMLF menjadi ruang pertemuan para penulis, sastrawan, pemikir, dan seniman dari seluruh penjuru dunia untuk berdialog tentang literasi dan kebudayaan Minangkabau.

4 Juni Kamis : Live Painting Kaligrafi 100 Meter + Seminar 100 Tahun Jam Gadang + Penanaman 100 Pohon

Tanggal 4 Juni menjadi hari yang padat dengan tiga kegiatan besar sekaligus. Yang paling menarik perhatian adalah Live Painting Kaligrafi 100 Meter — sebuah karya seni monumental yang dibuat secara langsung di hadapan publik dengan panjang kanvas mencapai 100 meter, melambangkan 100 tahun eksistensi Jam Gadang. Ini adalah aksi seni yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Sumatera Barat.

Bersamaan dengan itu, digelar Seminar 100 Tahun Jam Gadang bertajuk “Dari Literasi ke Lestari”, yang membahas upaya pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya Jam Gadang untuk generasi mendatang. Di hari yang sama pula dilangsungkan aksi Penanaman 100 Pohon dan Pembacaan Puisi Bisikan Alam, sebagai simbol komitmen kota terhadap lingkungan hidup dan warisan alam.

4–6 Juni : Live Painting Kaligrafi 100 Meter (Berlanjut)

Proses pengerjaan Live Painting Kaligrafi 100 Meter berlangsung selama tiga hari penuh (4–6 Juni), menghadirkan pengalaman menonton seni yang langsung dan interaktif bagi masyarakat serta wisatawan yang hadir. Para seniman kaligrafi terbaik akan berkarya bersama, menuangkan estetika aksara Arab Melayu dan budaya Minang dalam satu kanvas raksasa yang bersejarah.

5 Juni Jumat : Seminar Kebudayaan: Diskusi Adat dan Seni Budaya

Dalam rangkaian IMLF 2026, digelar Seminar Kebudayaan bertema Diskusi Adat dan Seni Budaya. Forum ini menghadirkan pakar adat, budayawan, dan akademisi dari dalam dan luar negeri untuk mendiskusikan relevansi adat Minangkabau di era modern. Seminar ini juga menjadi ruang refleksi tentang bagaimana seni dan tradisi lokal dapat bertahan dan berkembang di tengah arus globalisasi.

Diskusi mencakup berbagai tema, mulai dari filosofi adat Minangkabau, peran seni pertunjukan tradisional, hingga bagaimana komunitas lokal menjaga warisan budaya yang telah berumur ratusan tahun.

6 Juni Sabtu : Festival 1.000 Perempuan Berpakaian Minang + Seminar Internasional “Guru di Era AI” + Festival 100 Penyair Dunia

Tanggal 6 Juni menjadi salah satu hari paling meriah dalam rangkaian IMLF 2026. Parade 1.000 Perempuan Berpakaian Minang akan menghiasi kawasan Jam Gadang — sebuah pertunjukan visual yang memukau sekaligus perayaan identitas perempuan Minangkabau yang kuat dan bermartabat.

Di saat bersamaan, berlangsung Seminar Internasional bertema “Peluang dan Tantangan Guru di Era AI”, yang menghadirkan pembicara dari berbagai negara untuk mendiskusikan masa depan pendidikan di tengah perkembangan kecerdasan buatan yang pesat. Serta digelar pula Festival 100 Penyair Dunia, menampilkan para penyair terkemuka dari berbagai negara yang membacakan karya-karya mereka di bawah bayang-bayang Jam Gadang yang bersejarah — sebuah perpaduan antara kata-kata dan warisan peradaban.

7 Juni Minggu : International Jam Gadang Fun Run 2026 + Children’s Coloring Competition

Puncak rangkaian IMLF 2026 ditandai dengan International Jam Gadang Fun Run 2026 — lari santai sejauh 5 kilometer yang menyusuri pusat Kota Bukittinggi dengan latar Jam Gadang yang bersejarah. Hingga pertengahan Mei 2026, lebih dari 600 peserta telah mendaftar dan kuota terus menipis. Fun Run ini bukan sekadar olahraga, melainkan juga perayaan budaya dan kebanggaan terhadap warisan Minangkabau yang telah berdiri 100 tahun.

Bersamaan dengan itu, digelar Children’s Coloring Competition — kompetisi mewarnai untuk anak-anak sebagai cara memperkenalkan ikon budaya Bukittinggi kepada generasi termuda sejak dini.

13–14 Juni : Pejalan Nagari Festival

Memasuki pekan kedua, rangkaian event 100 Tahun Jam Gadang dilanjutkan dengan Pajalan Nagari Festival — sebuah festival yang merayakan perjalanan dan keberagaman nagari (desa adat) di Minangkabau. Acara ini menampilkan kekayaan tradisi lokal dari berbagai nagari di Sumatera Barat, mulai dari pertunjukan seni tradisional, pameran hasil kerajinan tangan, hingga kuliner khas nagari yang autentik.

Festival ini menjadi ajang promosi pariwisata berbasis budaya lokal yang menghubungkan wisatawan langsung dengan kehidupan dan tradisi masyarakat Minangkabau yang sesungguhnya.

14–19 Juni : Bukittinggi East Film Festival

Bukittinggi East Film Festival adalah festival film yang merayakan karya sinema dari kawasan Asia Timur dan Tenggara, dengan fokus khusus pada film-film yang menampilkan kekayaan budaya dan sejarah Nusantara. Selama enam hari, Bukittinggi berubah menjadi panggung perfilman internasional dengan pemutaran film, diskusi sinematik, dan sesi bersama para sineas berbakat.

Festival ini sejalan dengan visi Bukittinggi sebagai kota budaya yang memeluk seni dalam segala bentuknya — sekaligus menjadi ajang bagi sineas muda untuk memperkenalkan karya mereka kepada penonton yang lebih luas.

17–21 Juni : Pameran 100 Foto Jam Gadang

Salah satu agenda yang paling ditunggu-tunggu: Pameran 100 Foto Jam Gadang — sebuah pameran foto monumental yang menampilkan 100 foto terpilih dari berbagai era, merekam perjalanan Jam Gadang dari masa kolonial Belanda pada 1926 hingga hari ini. Foto-foto ini adalah saksi bisu bagaimana kota Bukittinggi tumbuh dan berubah, sementara Jam Gadang tetap tegak berdiri.

Pameran ini juga menjadi bagian dari ajang Lomba Fotografi dan Lomba Cipta Puisi 100 Tahun Jam Gadang yang terbuka bagi siswa SD, SMP, dan SMA se-Indonesia, mendorong generasi muda untuk mengabadikan dan mengekspresikan cinta mereka terhadap ikon budaya bangsa ini.

18 Juni Kamis: Seminar Nasional “Bukittinggi Kota Perjuangan”

Seminar Nasional bertema “Bukittinggi Kota Perjuangan” menghadirkan pembicara-pembicara nasional bergengsi, termasuk Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Seminar ini membahas peran strategis Kota Bukittinggi dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, termasuk statusnya sebagai ibu kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 1948–1949.

Hasil seminar ini akan dituangkan dalam sebuah buku terbitan resmi yang memperkuat argumentasi Bukittinggi sebagai kota yang berhak mendapat status daerah istimewa atau daerah khusus dari pemerintah pusat.

20 Juni Sabtu : Seminar Internasional Indonesia–Belanda + Pengumuman Lomba + Jam Gadang Cultural Night

Tanggal 20 Juni menjadi malam yang bersejarah dengan tiga rangkaian acara puncak. Pertama, Seminar Internasional bertajuk “Memperkuat Hubungan Diplomatik Indonesia–Belanda melalui Jembatan Persahabatan Bukittinggi–Amsterdam”. Menghadirkan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Duta Besar Belanda untuk Indonesia, seminar ini menjadi tonggak penting dalam membangun ulang hubungan historis antara Bukittinggi — yang dulu bernama Fort de Kock di bawah pemerintahan Belanda — dengan kota Amsterdam.

Malam ini juga menjadi momen Pengumuman Pemenang Lomba Fotografi dan Lomba Cipta Puisi 100 Tahun Jam Gadang, diikuti dengan perhelatan akbar Jam Gadang Cultural Night — malam seni budaya yang memadukan pertunjukan musik tradisional, tari Minangkabau, dan cahaya gemerlap di bawah Jam Gadang yang menjadi latar panggung paling ikonik.

21 Juni Minggu : Festival Kuliner Tradisional + Sarapan Gratis untuk 20.000 Orang (PUNCAK)

Penutup yang luar biasa! Seluruh rangkaian perayaan 100 Tahun Jam Gadang ditutup dengan Festival Kuliner Tradisional yang menampilkan deretan hidangan khas Minangkabau dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Pengunjung bisa mencicipi berbagai makanan otentik yang sudah bertahan berabad-abad, dari rendang, nasi kapau, lamang tapai, hingga berbagai jajanan pasar tradisional.

Puncak perayaan hari ini adalah momen yang paling ditunggu: Sarapan Gratis untuk 20.000 orang dengan menu makanan tradisional Minangkabau, dibagikan secara cuma-cuma lokasinya di kawasan Jam Gadang pada pagi hari sebagai bentuk syukur dan kebersamaan merayakan 100 tahun ikon kota yang telah menjadi saksi sejarah bangsa.

Event 100 Tahun Jam Gadang

TanggalEventKategori
3 JuniPembukaan IMLF 2026 (38 Negara)Literasi Internasional
4 JuniSeminar 100 Tahun Jam Gadang + Penanaman 100 Pohon + Live Painting mulaiSejarah, Lingkungan, Seni
4–6 JuniLive Painting Kaligrafi 100 MeterSeni
5 JuniSeminar Kebudayaan: Diskusi Adat dan Seni BudayaBudaya
6 JuniFestival 1.000 Perempuan Berpakaian Minang + Seminar Internasional “Guru di Era AI” + Festival 100 Penyair DuniaBudaya, Internasional, Sastra
7 JuniInternational Jam Gadang Fun Run (5 km) + Children’s Coloring CompetitionOlahraga, Anak
13–14 JuniPajalan Nagari FestivalBudaya
14–19 JuniBukittinggi East Film FestivalFilm & Seni
17–21 JuniPameran 100 Foto Jam Gadang + Lomba Fotografi & PuisiFotografi, Sastra
18 JuniSeminar Nasional “Bukittinggi Kota Perjuangan”Sejarah Nasional
20 JuniSeminar Internasional Indonesia–Belanda + Pengumuman Lomba + Jam Gadang Cultural NightDiplomatik, Seni Malam
21 JuniFestival Kuliner Tradisional + Sarapan Gratis 20.000 Orang (PUNCAK)Kuliner, Penutupan

Mengenal Lebih Dalam: Sejarah Jam Gadang

Jam Gadang adalah hadiah dari Ratu Wilhelmina dari Belanda kepada Controleur (sekretaris kota) Fort de Kock pada tahun 1926. Menara jam setinggi 26 meter ini dirancang oleh arsitek Jazid dan Sutan Gigi Ameh. Uniknya, angka 4 pada jam ini ditulis “IIII” bukan “IV” seperti lazimnya penulisan angka Romawi — sebuah keunikan yang hingga kini masih menjadi misteri dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Jam Gadang telah mengalami beberapa kali perubahan atap: pada masa kolonial Belanda berbentuk bulat, berubah menjadi atap berbentuk kuncup bunga saat pendudukan Jepang, dan akhirnya berbentuk gonjong rumah adat Minangkabau setelah kemerdekaan Indonesia — sebuah simbol perjalanan bangsa yang terukir dalam arsitektur satu menara.

FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Kapan tepatnya perayaan 100 Tahun Jam Gadang digelar?

Perayaan berlangsung dari tanggal 3 hingga 21 Juni 2026 di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Total ada 19 hari penuh rangkaian kegiatan dari skala lokal hingga internasional.

Berapa negara yang ikut serta dalam perayaan 100 Tahun Jam Gadang?

Lebih dari 38 negara dikonfirmasi berpartisipasi, dengan lebih dari 250 delegasi yang hadir langsung di Bukittinggi, terutama dalam rangkaian International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026.

Apa event paling meriah dalam perayaan 100 Tahun Jam Gadang?

Beberapa event paling meriah adalah: Jam Gadang Fun Run (7 Juni), Parade 1.000 Perempuan Berpakaian Minang (6 Juni), Jam Gadang Cultural Night (20 Juni), dan Sarapan Gratis 20.000 orang (21 Juni).

Apakah ada event yang bisa diikuti masyarakat umum secara gratis?

Ya! Banyak event yang terbuka untuk umum seperti Festival Kuliner Tradisional, Pameran 100 Foto Jam Gadang, Pajalan Nagari Festival, dan Sarapan Gratis di hari puncak 21 Juni 2026.

Bagaimana cara mendaftar Jam Gadang Fun Run 2026?

Pendaftaran dilakukan melalui panitia IMLF 2026. Perlu diperhatikan bahwa kuota pendaftaran sudah hampir penuh sejak pertengahan Mei 2026. Informasi terbaru bisa dipantau melalui akun resmi @jamgadang100thn_official atau website bukittinggikota.go.id.

Kapan Jam Gadang pertama kali dibangun?

Jam Gadang dibangun dan diresmikan pada tahun 1926, merupakan hadiah dari Ratu Wilhelmina kepada pejabat kolonial Belanda di Fort de Kock (nama Bukittinggi pada masa itu). Tahun 2026 menandai tepat satu abad atau 100 tahun berdirinya ikon bersejarah ini.

Jadilah Bagian dari Sejarah!

Perayaan 100 Tahun Jam Gadang bukan hanya milik warga Bukittinggi — ini adalah momen bersejarah untuk seluruh bangsa Indonesia. Segera rencanakan perjalananmu ke Bukittinggi di bulan Juni 2026 dan jadilah bagian dari peristiwa satu abad yang hanya terjadi sekali seumur hidup.

Baca juga artikel terkait di KotaBukittinggi.com:
Jam Gadang Bukittinggi: Upaya Pelestarian Ikon Sejarah Menjelang Satu Abad
10 Destinasi Wisata di Bukittinggi yang Wajib Dikunjungi
7 Kuliner Legendaris di Bukittinggi yang Wajib Dicoba
Bangunan Bersejarah Kota Tua Bukittinggi

  • Total page views: 52,435
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor