Menikmati Ampiang Dadiah, Kuliner Tradisional Bukittinggi yang Melegenda

1241893 720

Kota Bukittinggi tak hanya dikenal dengan pesona wisata sejarah dan alamnya, tetapi juga menawarkan pengalaman kuliner yang kaya rasa. Salah satu kuliner tradisional yang wajib dicoba saat berkunjung ke kota ini adalah ampiang dadiah, sebuah hidangan unik dari perpaduan ketan tumbuk dan susu kerbau fermentasi.


Ampiang Dadiah: Perpaduan Tradisional yang Autentik

Ampiang merupakan hasil olahan ketan yang ditumbuk halus, sementara dadiah adalah susu kerbau yang difermentasikan secara alami. Proses fermentasi ini dilakukan dengan memasukkan susu kerbau ke dalam wadah bambu, kemudian ditutup menggunakan daun pisang. “Proses ini memakan waktu sekitar satu hingga dua hari hingga dadiah siap dinikmati,” jelas Asrial, penjaga Warung Ni Upik, salah satu penjaja ampiang dadiah di kawasan Pasar Ateh Bukittinggi.

Dadiah yang telah jadi memiliki tekstur lembut menyerupai agar-agar dengan cita rasa asam segar khas fermentasi. Saat disajikan, ampiang dadiah dilengkapi dengan gula aren cair untuk memberikan keseimbangan rasa manis dan asam. Kombinasi ini menghasilkan rasa yang unik dan sulit dilupakan bagi siapa saja yang mencicipinya.


Nikmati Ampiang Dadiah Dekat Jam Gadang

Bagi pengunjung yang tertarik mencicipi kelezatan ampiang dadiah, kawasan Pasar Ateh adalah tempat yang tepat. Lokasinya yang strategis di dekat Jam Gadang, ikon Kota Bukittinggi, memudahkan wisatawan untuk menemukannya. Salah satu tempat favorit untuk menikmati hidangan ini adalah Warung Ni Upik, yang berlokasi di sisi kiri Pasar Ateh jika dilihat dari arah Jam Gadang.

Selain menyajikan kuliner khas seperti sate dan es tebak, Warung Ni Upik terkenal dengan menu ampiang dadiahnya yang menjadi favorit banyak pengunjung. “Makanan khas ini, banyak dicari oleh pengunjung terutama pada hari libur. Selain khas, tentu alasannya pengunjung adalah untuk mencoba berbagai hal unik saat mereka berwisata ke Kota Bukittinggi,” ujar Asrial.

Di warung ini, seporsi ampiang dadiah dibanderol dengan harga Rp22.000. Sambil menikmati sajian, pengunjung juga bisa menikmati suasana khas Bukittinggi yang dikelilingi udara sejuk dan pemandangan indah.


Sejarah Panjang dan Warisan Budaya

Usaha ampiang dadiah di Warung Ni Upik bukanlah bisnis baru. Menurut Asrial, usaha ini telah menjadi warisan turun-temurun dalam keluarganya selama lebih dari 70 tahun.

“Usaha ini sudah turun-temurun. Dulu dikelola oleh mertua saya, kemudian saya, dan sekarang dikelola oleh anak saya. Kalau ukuran waktunya mungkin sudah sejak 70 tahun yang lalu,” ungkapnya.

Proses pengolahan dadiah yang tradisional tetap dipertahankan hingga kini. Dengan teknik fermentasi alami, susu kerbau diproses dengan telaten untuk menghasilkan dadiah berkualitas. “Kalau bahannya, ampiang dan dadiah. Ampiang itu ketan, dan dadiah itu merupakan fermentasi dari susu kerbau murni. Proses pembuatan dadih butuh waktu sekitar satu hari. Misalnya pagi ini disimpan, besok siangnya baru keras dan bagus untuk dijual,” tambah Asrial.


Mengapa Ampiang Dadiah Wajib Dicoba?

Ampiang dadiah tidak hanya menawarkan pengalaman kuliner, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya. Hidangan ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Minangkabau selama berabad-abad. Tradisi fermentasi susu kerbau yang diwariskan secara turun-temurun ini menunjukkan kearifan lokal dalam mengolah bahan makanan alami.

Selain itu, ampiang dadiah kaya akan manfaat kesehatan. Kandungan probiotik alami pada dadiah dipercaya baik untuk pencernaan, sementara ampiang memberikan energi dari karbohidrat ketan. Ini menjadikan hidangan ini tidak hanya lezat tetapi juga menyehatkan.


Tips Menikmati Ampiang Dadiah

Bagi Anda yang baru pertama kali mencoba ampiang dadiah, berikut beberapa tips agar pengalaman kuliner Anda semakin berkesan:

  1. Nikmati dengan suasana santai: Duduklah di warung tradisional seperti Ni Upik untuk merasakan atmosfer khas Bukittinggi.
  2. Cicipi perlahan: Rasakan keseimbangan rasa manis dari gula aren dan asam segar dadiah.
  3. Pasangkan dengan minuman lokal: Ampiang dadiah akan terasa lebih nikmat jika disandingkan dengan minuman khas seperti teh talua atau es tebak.

Bukittinggi, Surga Kuliner Tradisional

Selain ampiang dadiah, Bukittinggi juga memiliki banyak kuliner khas lain yang sayang untuk dilewatkan, seperti nasi kapau, sate Padang, dan galamai. Setiap makanan di kota ini mencerminkan kekayaan budaya Minangkabau yang tak ternilai harganya.

Berkunjung ke Bukittinggi bukan hanya tentang menikmati keindahan alam seperti Ngarai Sianok atau menjelajahi sejarah di Benteng Fort de Kock, tetapi juga tentang memperkaya pengalaman rasa melalui kuliner-kuliner autentiknya.


Jadi, jika Anda merencanakan liburan ke Bukittinggi, pastikan ampiang dadiah masuk dalam daftar kuliner yang harus dicoba. Jangan lupa kunjungi Warung Ni Upik di Pasar Ateh untuk mencicipi langsung kelezatan hidangan tradisional ini. Untuk informasi lebih lanjut tentang wisata dan kuliner Bukittinggi, kunjungi situs kami di KotaBukittinggi.com.

Selamat menikmati keindahan alam, sejarah, dan rasa di Bukittinggi!

  • Total page views: 48,557
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor