Bukittinggi – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80, Radio Republik Indonesia (RRI) Bukittinggi menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi. Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung pada Senin (8/9/2025) di halaman kantor RRI Bukittinggi dan berhasil menarik partisipasi dari berbagai kalangan masyarakat.
Kepala LPP RRI Bukittinggi, Abdul Gafar Zakaria, menegaskan bahwa perayaan ulang tahun kali ini tidak hanya sebatas seremoni, melainkan ingin memberikan manfaat nyata.
“Kami menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan dalam memperingati HUT RRI ke-80, salah satunya donor darah ini. Kegiatan ini sekaligus menjadi kemajuan penting untuk memperkuat kolaborasi antara RRI dan PMI, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Ke depannya, RRI berkomitmen akan terus mendukung berbagai program kemanusiaan yang dijalankan oleh PMI,” ujar Abdul Gafar Zakaria.
Target pengumpulan sebanyak 80 kantong darah ditetapkan, sebagai simbol usia RRI yang genap 80 tahun. Jumlah ini juga bertepatan dengan ulang tahun PMI ke-80 yang jatuh pada 17 September 2025 mendatang.
Apresiasi dari PMI Bukittinggi
Ketua PMI Kota Bukittinggi, Chairunnas, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif RRI. Menurutnya, kebutuhan darah di rumah sakit terus meningkat dari waktu ke waktu, sehingga donor darah seperti ini memiliki dampak besar bagi pasien yang membutuhkan.
“Terima kasih kepada rekan-rekan dari RRI yang telah menjadikan donor darah sebagai bagian dari peringatan HUT. Kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lembaga lain untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan,” ujar Chairunnas.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi simbol sinergi yang kuat antara lembaga penyiaran publik dan lembaga kemanusiaan. “Diharapkan apa yang dilakukan pendonor aktif ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan darah,” imbuhnya.
Partisipasi dari Berbagai Kalangan
Donor darah dalam rangka RRI Fest 2025 ini diikuti oleh berbagai kalangan. Dari unsur aparat, terlihat kehadiran anggota TNI dan Polri. Tidak ketinggalan, mahasiswa, pelajar tingkat SLTA/SMK se-Kota Bukittinggi, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum turut mendonorkan darah mereka.
Kehadiran para pendonor aktif dari lintas usia dan profesi menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat.
Di akhir kegiatan, PMI Kota Bukittinggi memberikan sertifikat penghargaan kepada para pendonor aktif sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, dilakukan penandatanganan MoU antara PMI dan RRI Bukittinggi untuk memperkuat kerja sama di bidang kemanusiaan.
Kisah Inspiratif dari Seorang Pendonor Muda
Salah satu peserta donor darah, Dian Malik Hakim, siswa SMAN 1 Bukittinggi, berbagi pengalaman pribadinya. Ia mengaku sudah aktif mendonorkan darah sejak enam bulan terakhir.
“Keinginan melakukan donor darah ini diawali karena pada usia 2 tahun saya mengalami demam berdarah yang mengharuskan suplai darah setiap hari,” katanya.
Bagi Dian, donor darah bukan sekadar kewajiban, tetapi sebuah panggilan hati. “Walaupun darah saya tidak bisa digunakan oleh setiap orang, ini sudah menjadi motivasi untuk melakukan donor darah dan memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Setelah melakukan donor darah, Dian mengaku merasakan manfaat secara langsung. “Saya merasa badan terasa ringan dan pernapasan lebih ringan,” tambahnya.
Kisah Dian menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal usia. Generasi muda pun bisa mengambil peran penting dalam aksi kemanusiaan yang sederhana namun berdampak besar.
Sejarah dan Peran RRI
RRI sendiri merupakan lembaga penyiaran publik tertua di Indonesia yang berdiri sejak 11 September 1945, hanya beberapa minggu setelah Proklamasi Kemerdekaan. Sejak awal, RRI menjadi corong perjuangan bangsa dengan menyiarkan informasi penting bagi masyarakat.
Kini, di usia 80 tahun, RRI tidak hanya menjadi media penyiaran tetapi juga bertransformasi menjadi lembaga yang aktif dalam kegiatan sosial, edukasi, dan kemanusiaan. Langkah menggelar donor darah bersama PMI menjadi cerminan bahwa RRI tetap setia pada semangat pengabdian kepada masyarakat.
Makna Donor Darah bagi Generasi Masa Kini
Donor darah bukan hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya solidaritas sosial. Di tengah kesibukan dan tantangan zaman modern, aksi sederhana ini menjadi bukti nyata bahwa setiap individu bisa memberi kontribusi berarti bagi sesama.
Generasi muda, khususnya kalangan usia 18–50 tahun, diajak untuk tidak ragu mendonorkan darah. Selain menyehatkan tubuh, donor darah juga menjadi investasi kemanusiaan yang manfaatnya dirasakan banyak orang.
Pesan Inspiratif
Kegiatan RRI dan PMI ini mengajarkan bahwa ulang tahun bukan sekadar momen perayaan, tetapi bisa menjadi momentum berbagi kebaikan. Apa yang dilakukan RRI Bukittinggi dapat menjadi inspirasi bagi lembaga lain: merayakan pencapaian dengan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi generasi muda, pesan penting yang bisa dipetik adalah: kebaikan sekecil apa pun akan memberi dampak besar jika dilakukan bersama-sama. Dengan semangat gotong royong, setiap orang bisa menjadi pahlawan bagi sesama.








