SMPN 6 Bukittinggi Wakili Sumbar di Ajang FLS2N Nasional 2025

SMPN 6 Bukittinggi Wakili Sumbar di Ajang FLS2N Nasional 2025

Bukittinggi – Dunia pendidikan Kota Bukittinggi kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat provinsi. Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Bukittinggi berhasil meraih juara dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Sumatera Barat 2025, dan kini dipercaya untuk mewakili Sumatera Barat di pentas nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kepala Sekolah SMPN 6 Bukittinggi, Ria Hendrawati, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari kerja keras, kolaborasi, dan semangat juang tinggi dari para siswa dan guru pembimbing.

“Alhamdulillah, prestasi ini adalah hasil kerja keras seluruh pihak—guru pembimbing, orang tua, dan tentu saja semangat luar biasa para siswa yang tidak pernah berhenti berlatih,” ujar Ria dengan penuh haru.

Menurut Ria, sekolahnya telah mempersiapkan para siswa dengan latihan intensif selama beberapa bulan sebelum kompetisi digelar. Dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua menjadi faktor kunci yang membuat para peserta tampil percaya diri di hadapan dewan juri.


Kreativitas dan Pelestarian Seni Tradisional

Dalam ajang FLS2N tingkat provinsi, SMPN 6 Bukittinggi tampil di kategori seni musik tradisional. Penampilan mereka berhasil memikat hati juri karena menggabungkan unsur budaya Minangkabau dengan sentuhan aransemen modern, menciptakan harmoni antara tradisi dan inovasi.

Ria menjelaskan, para siswa memainkan berbagai alat musik tradisional seperti talempong, saluang, dan gandang tabuik, namun dikombinasikan dengan instrumen modern seperti gitar dan keyboard. Hasilnya adalah sebuah pertunjukan yang bukan hanya memukau secara musikal, tetapi juga sarat makna budaya.

“Anak-anak tampil luar biasa, mereka tidak hanya memainkan alat musik tradisional, tetapi juga menampilkan kreativitas dengan aransemen baru yang tetap menjaga nilai-nilai lokal,” tambahnya.

Tak hanya soal musikalitas, pesan budaya yang disampaikan lewat penampilan itu juga menjadi daya tarik tersendiri. Tema yang diangkat adalah “Raso Jo Pareso”—falsafah Minangkabau yang menekankan keseimbangan antara rasa dan logika dalam kehidupan.


FLS2N, Panggung Bergengsi untuk Pelajar Indonesia

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) merupakan ajang tahunan bergengsi yang digelar oleh Kemendikbudristek. Lomba ini menjadi wadah ekspresi, kreativitas, dan bakat seni pelajar Indonesia di berbagai bidang seperti musik, tari, teater, kriya, dan film pendek.

Bagi SMPN 6 Bukittinggi, keikutsertaan dalam FLS2N bukanlah hal baru. Sekolah ini sudah berulang kali menjadi wakil dari Kota Bukittinggi bahkan Provinsi Sumatera Barat di ajang nasional. Namun, prestasi tahun ini memiliki makna khusus karena diraih di tengah upaya sekolah untuk menguatkan pendidikan karakter berbasis budaya lokal.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kepekaan budaya dan kecintaan terhadap seni tradisional. Karena dari sanalah jati diri bangsa terbentuk,” tutur Ria.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi memberikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih SMPN 6 Bukittinggi. Kepala Dinas, Hendri Zainuddin, menyebut bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sekolah-sekolah di Bukittinggi memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kita patut berbangga. Prestasi ini menunjukkan bahwa pendidikan di Bukittinggi tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan budaya. Ini sejalan dengan visi kota untuk menjadi pusat pendidikan yang berbudaya dan berprestasi,” ujarnya.


Dukungan Pemerintah dan Masyarakat

Keberhasilan SMPN 6 Bukittinggi juga tak lepas dari dukungan kuat Pemerintah Kota Bukittinggi. Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, bahkan memberikan ucapan selamat secara langsung dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kita bangga dengan prestasi anak-anak kita. Mereka adalah generasi penerus yang membawa nama Bukittinggi dan Sumatera Barat di kancah nasional. Pemerintah kota akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini agar semakin banyak pelajar kita yang berprestasi,” kata Ramlan.

Ramlan menegaskan bahwa Pemko Bukittinggi akan terus mendorong sekolah-sekolah agar memperkuat pembinaan di bidang non-akademik, khususnya seni dan budaya. Ia berharap prestasi SMPN 6 Bukittinggi bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan pelajar.

“Setiap prestasi yang lahir dari kerja keras harus diapresiasi. Inilah contoh nyata bagaimana dedikasi dan kebersamaan bisa melahirkan hasil yang membanggakan,” lanjutnya.


Melestarikan Budaya, Mengukir Masa Depan

FLS2N bukan sekadar ajang lomba seni, tetapi juga ruang penting untuk melestarikan kebudayaan daerah di tengah derasnya arus modernisasi. Melalui musik tradisional, tari daerah, dan karya seni lainnya, para pelajar diajak untuk mengenal akar budaya mereka sendiri sekaligus berinovasi dalam menyajikannya.

Bukittinggi sendiri dikenal sebagai kota yang kaya akan warisan budaya Minangkabau. Dari tradisi lisan hingga seni pertunjukan, semua memiliki nilai filosofis yang mendalam. Partisipasi SMPN 6 Bukittinggi dalam ajang ini menjadi simbol bahwa generasi muda Bukittinggi masih memegang teguh nilai-nilai budaya lokal sembari melangkah ke masa depan dengan kreativitas.

Di sisi lain, banyak guru dan pegiat seni di Bukittinggi berharap agar pemerintah terus memberikan perhatian terhadap pengembangan seni di sekolah. Sebab, melalui seni, karakter anak-anak dapat dibentuk dengan lebih kuat—mereka belajar disiplin, empati, kerja sama, dan menghargai keberagaman.


Inspirasi untuk Generasi Muda

Prestasi SMPN 6 Bukittinggi menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan kecintaan terhadap budaya bisa membawa seseorang ke panggung yang lebih besar. Di tengah era digital yang serba cepat, anak-anak muda Bukittinggi diingatkan untuk tidak melupakan akar budaya mereka.

Ria Hendrawati menutup dengan pesan inspiratif kepada seluruh siswa di Bukittinggi dan Sumatera Barat.

“Jangan pernah berhenti berkarya. Apapun bidangmu, lakukan dengan sepenuh hati. Karena setiap usaha yang dilakukan dengan niat baik pasti akan membuahkan hasil yang indah.”

Melalui keberhasilan ini, diharapkan semakin banyak pelajar Bukittinggi yang termotivasi untuk berprestasi dan turut menjaga warisan seni dan budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.

  • Total page views: 36,365
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor