Wawako dan Bunda PAUD Bukittinggi Apresiasi Lomba Menggambar Geometri di Jam Gadang

Bukittinggi Apresiasi Lomba Menggambar Geometri

Bukittinggi – Suasana pelataran Jam Gadang pada Sabtu pagi (1/11/2025) tampak semarak oleh tawa dan keceriaan ribuan anak-anak usia dini. Mereka datang dari berbagai taman kanak-kanak dan Raudhatul Athfal (TK/RA) di seluruh penjuru Kota Bukittinggi, mengikuti Lomba Menggambar dari Bentuk Geometri yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI)–PGRI Kota Bukittinggi.

Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran kreatif yang melibatkan 3.550 peserta anak-anak, didampingi guru dan orang tua mereka. Tak hanya sekadar lomba, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam menumbuhkan semangat belajar dan kreativitas anak sejak usia dini.

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, bersama Bunda PAUD Kota Bukittinggi, Yesi Ramlan Nurmatias, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


Ajang Kolaborasi Guru, Orang Tua, dan Anak

Dalam sambutannya, Yesi Ramlan Nurmatias menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi positif antara guru, orang tua, dan anak-anak usia dini.

Lomba ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih motorik halus, koordinasi mata dan tangan, serta menumbuhkan imajinasi dan kreativitas anak-anak. Melalui kegiatan ini, mereka belajar mengekspresikan diri melalui warna dan bentuk,” ujar Yesi Ramlan.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Menurutnya, pendidikan usia dini bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan juga proses pembentukan karakter di rumah.

“Kita berharap para orang tua terus memberikan perhatian, kasih sayang, serta gizi terbaik bagi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berkarakter,” tambahnya.


Dukungan Penuh dari Pemerintah Kota Bukittinggi

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kreativitas IGTKI-PGRI yang telah menghadirkan kegiatan edukatif dengan nuansa yang menyenangkan.

Ia menilai lomba ini sangat relevan dengan visi Pemerintah Kota Bukittinggi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berbudaya sejak dini.

Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam menumbuhkan kecakapan kognitif, afektif, dan psikomotorik anak sejak dini. Ini juga menjadi wadah pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak usia dini di Bukittinggi,” ujar Ibnu Asis.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai lokal dan sejarah kepada anak-anak sejak usia dini, agar mereka tumbuh dengan rasa bangga terhadap kotanya.

Kegiatan ini istimewa karena berlangsung di pelataran Jam Gadang, ikon sejarah Kota Bukittinggi. Sampaikan kepada anak-anak bahwa Jam Gadang adalah simbol perjuangan dan kebanggaan kota ini,” tambahnya.


Belajar Bentuk dan Warna dengan Cinta Budaya

Tema lomba yang mengangkat “Menggambar dari Bentuk Geometri” bukan hanya mengasah kemampuan visual anak, tetapi juga memperkenalkan konsep dasar sains dan seni. Melalui bentuk-bentuk sederhana seperti lingkaran, persegi, dan segitiga, anak-anak belajar tentang keseimbangan, komposisi, dan imajinasi visual.

Kegiatan ini juga melatih anak mengenal dunia sekitar secara lebih menyenangkan. Dengan alat gambar sederhana, mereka bebas menuangkan ide — ada yang menggambar rumah, gunung, hingga Jam Gadang yang berdiri megah di depan mereka.

Guru-guru TK/RA yang mendampingi menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak. Salah satu guru peserta, Nuraini, menyebut lomba tersebut memberi pengalaman sosial yang positif.

“Anak-anak belajar bersosialisasi, berkompetisi dengan sehat, dan menghargai karya teman-temannya. Mereka tidak sekadar menggambar, tapi juga belajar bersyukur dan percaya diri,” ujarnya.


Peran Strategis PAUD dalam Pembentukan Karakter Anak

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa. Menurut data Kementerian Pendidikan, sebanyak 80 persen kemampuan otak manusia berkembang pada usia dini — karena itu, stimulasi melalui kegiatan kreatif seperti menggambar memiliki dampak signifikan pada perkembangan kognitif dan emosional anak.

Bunda PAUD Bukittinggi, Yesi Ramlan, menilai bahwa kegiatan ini adalah bentuk konkret dari pendekatan belajar sambil bermain yang ideal untuk anak-anak usia 4–6 tahun. Ia berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dengan dukungan dari berbagai pihak.

“Dengan dukungan guru dan orang tua, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual,” ujarnya.


Suasana Penuh Warna dan Antusiasme

Ribuan anak memenuhi area pelataran Jam Gadang sejak pagi hari. Dengan kertas gambar dan krayon di tangan, mereka duduk beralaskan tikar yang tertata rapi di bawah langit Bukittinggi yang cerah.

Suara riuh canda anak-anak berpadu dengan musik anak yang mengalun lembut. Sesekali, orang tua ikut membantu memegang kertas agar tidak tertiup angin, sementara guru memberikan dorongan semangat.

Para juri dari IGTKI-PGRI menilai hasil karya berdasarkan orisinalitas, pemahaman bentuk geometri, serta keberanian anak dalam bereksperimen dengan warna. Meski berbentuk lomba, panitia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan memotivasi anak untuk lebih kreatif.


Menghidupkan Kembali Nilai Budaya di Ruang Publik

Pemilihan lokasi di pelataran Jam Gadang bukan tanpa alasan. Ikon bersejarah ini menjadi simbol keterbukaan ruang publik Bukittinggi bagi kegiatan edukatif dan kebudayaan.

Ibnu Asis menegaskan bahwa Pemko Bukittinggi akan terus mendukung kegiatan pendidikan dan budaya yang melibatkan masyarakat luas, khususnya generasi muda.
“Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Ruang publik seperti Jam Gadang juga bisa menjadi tempat belajar tentang nilai, sejarah, dan kebanggaan,” katanya.


Inspirasi untuk Generasi Muda

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap dapat menginspirasi lebih banyak lembaga pendidikan untuk berinovasi dalam proses belajar. Pendidikan yang menyenangkan dan kontekstual diyakini akan menumbuhkan anak-anak yang kreatif, berani, dan cinta pada lingkungannya.

Anak-anak yang hari ini menggambar bentuk geometri di bawah menara Jam Gadang, kelak bisa menjadi generasi penerus yang menggambar masa depan Bukittinggi dengan ilmu, seni, dan karakter kuat.

  • Total page views: 49,855
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor