Pemko Bukittinggi Gelar Rakor TPPS dan Salurkan Bantuan Nutrisi

Bukittinggi Gelar Rakor TPPS dan Salurkan Bantuan Nutrisi

Bukittinggi, KotaBukittinggi.com — Pemerintah Kota Bukittinggi terus menunjukkan komitmennya dalam percepatan penurunan angka stunting. Hal itu terlihat dari pelaksanaan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar bersamaan dengan penyerahan bantuan nutrisi melalui program Gerakan Nasional Penurunan Stunting (Genting), Selasa (9/9/2025).

Acara ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmantias, bersama jajaran perangkat daerah terkait, tenaga kesehatan, hingga kader posyandu. Turut hadir perwakilan BKKBN, DPRD, serta organisasi masyarakat yang memiliki peran penting dalam mendukung gerakan percepatan penurunan stunting di Bukittinggi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ramlan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. “Penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan peran semua pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, hingga lingkungan masyarakat,” ujarnya.


Bantuan Nutrisi sebagai Langkah Nyata

Selain rapat koordinasi, Pemko Bukittinggi juga menyalurkan bantuan nutrisi bagi keluarga dengan anak berisiko stunting. Bantuan tersebut berupa paket makanan bergizi seperti susu, telur, kacang-kacangan, dan bahan pangan lokal yang kaya protein.

Menurut data Dinas Kesehatan, Bukittinggi masih memiliki tantangan terkait stunting meski prevalensinya terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Program Genting yang dijalankan kali ini bertujuan memastikan setiap keluarga mendapatkan dukungan gizi yang seimbang, sekaligus edukasi tentang pola asuh dan kesehatan anak.

Wakil Ketua TPPS Bukittinggi menambahkan, “Bantuan ini bukan hanya simbolis, tapi diiringi dengan pemantauan langsung oleh tenaga kesehatan di lapangan. Edukasi gizi, pola makan sehat, hingga pemantauan tumbuh kembang anak menjadi fokus utama kami.”


Kolaborasi Masyarakat Jadi Kunci

Gerakan penurunan stunting di Bukittinggi tidak bisa berdiri sendiri. Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan dari berbagai elemen. Posyandu dan kader kesehatan, misalnya, menjadi garda terdepan dalam mendampingi keluarga dan memantau kesehatan ibu serta anak.

Selain itu, pemerintah juga melibatkan lembaga pendidikan dan tokoh masyarakat. Melalui peran guru, pemuka agama, dan organisasi lokal, pesan tentang pentingnya gizi seimbang dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.

“Kami berharap masyarakat juga ikut berkontribusi, misalnya dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan buah-buahan, sehingga kebutuhan gizi keluarga bisa terpenuhi dari pangan lokal yang sehat dan murah,” terang salah satu pejabat Dinas Pertanian.


Stunting dan Tantangan Generasi Emas 2045

Stunting menjadi isu strategis nasional karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Anak yang mengalami stunting bukan hanya terganggu pertumbuhannya secara fisik, tetapi juga berpotensi mengalami hambatan dalam perkembangan kognitif dan produktivitas di masa depan.

Berdasarkan data nasional, pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14% pada tahun 2024. Bukittinggi termasuk salah satu kota yang mendapat perhatian karena memiliki posisi strategis sebagai pusat pendidikan dan perdagangan di Sumatera Barat. Dengan jumlah penduduk yang relatif padat, percepatan penanganan stunting menjadi hal yang mendesak.

Fakta sejarah mencatat, Bukittinggi sejak dulu dikenal sebagai kota yang melahirkan banyak tokoh bangsa, mulai dari pemimpin pergerakan, pendidik, hingga ulama. Jika masalah stunting tidak segera ditangani, potensi generasi unggul yang lahir dari Bukittinggi bisa terancam.


Harapan dan Pesan Inspiratif

Rakor TPPS dan program Genting bukan hanya agenda formal pemerintah, tetapi juga gerakan sosial yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, Bukittinggi bertekad menjadi kota dengan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Wali Kota Ramlan menutup sambutannya dengan pesan optimis. “Mari kita bersama-sama menjaga masa depan anak-anak kita. Mereka adalah generasi penerus yang akan menentukan wajah Indonesia ke depan. Jangan sampai mereka kehilangan kesempatan hanya karena kurangnya gizi di masa kecil.”

Untuk anak muda dan generasi produktif di Bukittinggi, gerakan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga gaya hidup sehat. Mulai dari pola makan bergizi, olahraga rutin, hingga kepedulian terhadap sesama, semuanya berkontribusi pada lahirnya generasi yang lebih tangguh.

  • Total page views: 49,068
WhatsApp
Facebook
Email

Informasi Terbaru

Pilihan Editor