Jam Gadang dan Jembatan Limpapeh, dua ikon wisata di Bukittinggi, akan segera menjalani proses pengecatan ulang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pelestarian cagar budaya dan perawatan objek wisata agar tetap menarik dan terjaga keasriannya. Pemerintah Kota Bukittinggi, melalui Pjs Wali Kota H. Hani Syopiar Rustam, bekerja sama dengan PT. Nipsea Paint and Chemicals untuk merealisasikan proyek ini.
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait penerimaan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pelestarian ini dilakukan di Museum Rumah Adat Nan Baanjuang, Jumat (22/11).
Pjs Wali Kota Bukittinggi, H. Hani Syopiar Rustam, mengapresiasi kontribusi dari Nippon Paint. “Terima kasih kepada pihak Nippon Paint atas partisipasinya untuk turut menjaga dan memelihara cagar budaya dan objek wisata di Bukittinggi,” ucap Hani.
Program CSR ini tidak hanya bertujuan mempercantik ikon kota, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata Bukittinggi. “Dukungan CSR untuk melakukan pengecatan Jam Gadang ini, tentu akan membuat jantung kota semakin bersih, enak dipandang mata, berdampak positif bagi peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Bukittinggi,” tambahnya.
Hani juga mengingatkan agar proses pengerjaan tetap memperhatikan kaidah pelestarian cagar budaya. “Silahkan bekerja, tapi tetap berhati-hati dalam pelaksanaannya, agar tidak ada hal-hal yang bertentangan atau merubah apapun dari cagar budaya Jam Gadang sendiri,” tegasnya.
Selain pengecatan Jam Gadang, proyek ini juga mencakup revitalisasi Jembatan Limpapeh. Hani berharap dinas terkait terus memprioritaskan pemeliharaan objek wisata demi keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi, Roe Hendria, menambahkan, “Pemerintah Kota Bukittinggi hari ini melakukan penandatanganan MoU bersama pihak Nippon Paint yang telah memberikan bantuan CSR untuk pemeliharaan Jam Gadang dan objek wisata lain, seperti Jembatan Limpapeh. Untuk pengecatan Jam Gadang, Pemko Bukittinggi telah mendapatkan rekomendasi dari balai cagar budaya.”
Ia berharap, bantuan ini akan berdampak positif pada citra Bukittinggi. “Diharapkan dengan bantuan CSR dari Nippon Paint ini dapat memperindah cagar budaya yang dimiliki Kota Bukittinggi, dan semakin menarik minat wisatawan ke Kota Bukittinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Depot Nippon Paint Sumbar, Rahmat Andriansyah, menyampaikan rasa bangganya dapat berkontribusi dalam proyek ini. “Kami bangga dapat menjadi bagian dari upaya melestarikan cagar budaya di Kota Bukittinggi,” ungkapnya.
Setelah penandatanganan MoU, acara dilanjutkan dengan simbolis pengecatan Jembatan Limpapeh oleh Pjs Wali Kota Bukittinggi sebagai tanda dimulainya revitalisasi tersebut.








